Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Yons DD Produksi Alat Musik Sendiri

Ali Sodiqin • Senin, 9 Agustus 2021 | 18:45 WIB
yons-dd-produksi-alat-musik-sendiri
yons-dd-produksi-alat-musik-sendiri


RadarBanyuwangi.id – Imbas pandemi Covid-19 begitu dirasakan oleh para pekerja seni. Namun, penyanyi dan pencipta lagu Yons DD mengaku pandemi tak berdampak signifikan. Menurutnya, ada atau pun tidak ada pandemi, aktivitas yang dilakukan masih tetap sama.



Menurut Yons, semua tergantung bagaimana kita mensyukuri nikmat. ”Bersyukur merupakan hal yang sangat sederhana, tapi sering kali dilupakan. Buktinya saya dan keluarga masih bisa makan, masih bisa bayar listrik,” tuturnya.



Menurut lelaki yang punya nama lengkap Triyono Adi ini, setiap orang bisa mulai mensyukuri hal-hal sederhana yang dimiliki. Bersyukur karena masih bisa diberikan napas kehidupan, bersyukur karena dalam situasi wabah tetap diberikan kesehatan. Bersyukur tetap diberi rezeki untuk makan walaupun mungkin sederhana, bersyukur dapat tetap bekerja meskipun seadanya.



”Wajar kalau kita protes karena merasa kurang terus, padahal masih banyak nikmat Tuhan yang telah diberikan termasuk kesehatan, kumpul bersama keluarga, dan itu sangat sederhana cara kita mensyukuri nikmat,” terang bapak dua anak ini.



Pria kelahiran tahun 1963 ini mengaku, selama pandemi Covid-19 ini aktivitasnya tak banyak berubah seperti yang dilakukannya sebelum pandemi. Maklum, aktivitasnya memang banyak dihabiskan di dalam rumah.



Apalagi, sejumlah alat musik tradisional sebut saja gitar, biola, angklung, sape, kendang, selo keroncong, seruling, dan berbagai jenis alat musik tradisional, semuanya ada dan tersedia di rumahnya. Jika ada waktu senggang dan sembari menciptakan lagu, alat musik tersebut tinggal dipegang dan dimainkannya.



Tak heran, di tengah kondisi pandemi ini dia masih tetap mencipta lagu dengan mengarang syair lagu. Kemudian mengaransemen dan memproduksinya di studio rekaman. Bahkan, dia juga masih mendapatkan job dari beberapa instansi, maupun perorangan, untuk menciptakan lagu hingga aransemen menjadi sebuah karya.



Kalau tidak ada pekerjaan, Yons mengaku tetap bekerja seadanya. ”Kadang saya buat gitar, buat alat musik sape, buat angklung, cangklong rokok, sebisanya yang saya lakukan. Kalau ada yang beli ya saya jual,” terang lelaki yang menjabat sebagai Komisi Musik Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi ini.



Sementara itu, job manggung Yons DD memang tidak seramai penyanyi muda. Praktis, jika tak ada job manggung, dia berkreasi dan berkarya dari rumahnya. ”Kebetulan saya bisa tukang kayu, karena dulu tahun 1996 pernah jadi tukang kayu di mebel Warisan. Jadi kalau tidak ada job nyanyi, sebisanya kerja di rumah saja,” tandas lelaki yang tinggal di Jalan Riau Gang Permata Nomor 23, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi ini. (ddy/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#pandemi