RadarBanyuwangi.id – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, pernak-pernik Agustusan mulai bertebaran. Selain bendera dan umbul-umbul, barang yang ikut laris diburu warga adalah bambu lonjoran.
Bambu berfungsi sebagai penopang umbul-umbul dan bendera. Tak ayal, sejumlah pedagang bambu lonjoran juga mulai bertebaran. Maklum, bambu banyak dipakai untuk membuat pernak-pernik dalam menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI. Mulai untuk tiang bendera, umbul-umbul, hingga sebagai penyangga lampion. Ada pula yang memanfaatkan bambu untuk membuat gapura.
Seorang pedagang bambu asal Kecamatan Rogojampi, Suripno mengaku, mendekati peringatan HUT Kemerdekaan RI, dia sudah mulai mempersiapkan stok bambu. Pasalnya, penjualan bambu biasanya akan meningkat ketika memasuki bulan Agustus. ”Sudah ada stok 400 batang bambu mulai untuk tiang bendera dan umbul-umbul,” ungkapnya.
Menurut Suripno, dia sudah mulai berdagang di akhir bulan Juli ini. Meski jumlah pembeli sampai saat ini belum begitu banyak, tapi selalu ada setiap harinya. ”Pembeli sudah mulai ada meski tidak banyak, tapi tiga sampai empat batang bambu terjual tiap hari,” ujarnya.
Diperkirakan, kata Suripno, penjualan akan ramai seminggu menjelang hari kemerdekaan. Bambu tersebut diambil dari berbagai daerah di Banyuwangi, mulai dari Kecamatan Kalipuro hingga Kecamatan Songgon. Bambu yang dijual juga bermacam-macam ukuran dan harga. Untuk ukuran 6 meter, bambu dijual Rp 10.000 dan untuk ukuran 3 meter Rp 5.000 per batang.
Selain pembeli perorangan, pembeli bambu pernik 17-an juga datang dari instansi-instansi dan pengurus kampung. Pembelian oleh instansi dan pengurus kampung biasanya dalam jumlah besar. ”Kalau beli jumlah besar kadang sampai bawa mobil pikap dan truk untuk mengangkut,” katanya.
Untuk pembelian dalam jumlah besar, harganya juga berbeda dibanding harga eceran. ”Untung-untung sedikit tidak apa-apa. Yang penting bisa jalan cepat dan lancar,” tandas bapak dua anak ini. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin