Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kambing Boer; Si Raksasa yang Kalem

Ali Sodiqin • Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:00 WIB
kambing-boer-si-raksasa-yang-kalem
kambing-boer-si-raksasa-yang-kalem


RadarBanyuwangi.id – Sebagian orang menjuluki jenis kambing ini raksasa yang lembut. Bukan tanpa alasan, julukan itu disematkan lantaran hewan ternak yang aslinya bernama ”kambing boer” ini memiliki ukuran tubuh yang besar, namun tindak tanduknya relatif kalem dan jinak.



Kata ”boer” yang melekat pada nama kambing ini berasal dari bahasa Belanda yang berarti petani. Meski demikian, jenis kambing yang satu ini bukanlah berasal dari Negeri Kincir Angin tersebut. Melainkan dari Afrika Selatan.



Singkat cerita, kambing boer telah menjadi ternak di Indonesia lebih dari 65 tahun. Di tanah air, termasuk di Banyuwangi, jenis kambing tersebut cukup diminati peternak lantaran dinilai memiliki sejumlah keunggulan.



Ya, kambing boer merupakan salah satu jenis ternak yang cocok untuk dijadikan kambing pedaging. Sebab, pertumbuhannya terbilang cepat. Pada umur lima hingga enam bulan, bobot kambing ini bisa mencapai 35 sampai 45 kilogram (kg) dengan rata-rata pertambahan berat tubuh antara 0,02 sampai 0,05 kg per hari. Perbedaan tingkat pertambahan berat itu tergantung banyaknya susu dari si induk dan pakan yang diberikan pada kambing tersebut sehari-hari.



Bahkan, saat dewasa atau berumur dua sampai tiga tahun, berat tubuh kambing boer jantan bisa mencapai 120 sampai 150 kg. Sedangkan kambing boer betina dewasa mempunyai berat rata-rata 80 sampai 90 kg. Bukan itu saja, persentase daging kambing boer juga cukup tinggi, yakni sekitar 40 sampai 50 persen dari berat tubuhnya.



Keunggulan lain, kambing boer mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Tidak hanya itu, jenis kambing ini juga punya daya tahan relatif tinggi terhadap penyakit.



Selain diternak untuk galur murni, kambing boer juga menjadi salah satu kambing favorit untuk persilangan dengan beragam jenis kambing lain. Tidak terkecuali dengan kambing jawa. Anakan hasil persilangan kambing boer dengan kambing jawa tersebut kerap disebut dengan nama ”kambing boerawa”.



Sekadar diketahui, kambing boer dapat dikenali dengan mudah dari wujud fisiknya. Kambing jenis ini memiliki tubuh yang relatif lebar dan panjang. Berbulu warna putih di tubuh hingga kaki, sedangkan bulu di bagian kepala hingga lehernya berwarna cokelat. Ciri-ciri lain, kambing boer memiliki kaki yang pendek, telinganya panjang menggantung.



Salah satu peternak kambing boer, Riyang Ferdiansyah mengakui, perawatan kambing jenis ini relatif mudah. Makanannya, yakni ramban alias dedaunan juga relatif mudah didapat. ”Kambing boer ini hampir semua jenis ramban mau,” ujarnya.



Menurut Riyang, pertumbuhan kambing boer juga relatif cepat. Maklum, selera makan ternak yang satu ini sangat tinggi. ”Rata-rata dalam sehari habis satu ikat besar ramban,” kata dia.



Kelebihan lain, kata Riyang, daya tahan tubuh kambing boer cukup tinggi sehingga tidak mudah terserang penyakit. Selain makan yang cukup, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kambing boer terserang penyakit adalah dengan menjaga kebersihan kandang. ”Kandang harus rutin dibersihkan. Selain itu, jika tubuh kambing kotor, harus dimandikan,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#hewan kurban #susu kambing #kambing #hewan ternak