Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Kelurahan Mimbaan Keluhkan Beras Bansos Berbau Apek

Ali Sodiqin • Rabu, 21 Oktober 2020 | 23:30 WIB
warga-kelurahan-mimbaan-keluhkan-beras-bansos-berbau-apek
warga-kelurahan-mimbaan-keluhkan-beras-bansos-berbau-apek

JawaPos.com – Bantuan sosial (bansos) berupa beras 15 kilogram per penerima, dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, kualitasnya dianggap jelek. Bahkan, ditengarai tidak layak konsumsi.

Seperti yang diakui para penerima di RT 03/RW 12, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Ismartiyana, salah satu warga mengatakan, ada beberapa ciri yang menunjukkan, kalau kualitas beras tidak bagus. Misalnya, air dengan beras tidak menyatu ketika dimasak. “Tidak layak dikonsumsi kalau begini,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Dia menerangkan, baunya juga apek. Kemudian, beras berwarna kuning. Selain itu, rasanya tidak enak seperti beras kebanyakan. “Berasnya dikembalikan saja. Kalau bisa, kami minta uang saja. Kalau dijual, cuma ditawar Rp 5 ribu per kilogram,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika diberikan uang, jauh lebih bermanfaat. Jika diganti dengan Rp 500 ribu misalnya, warga bisa membeli beras kualitas bagus. “Harapan kami begitu. Sebaiknya diganti dengan uang saja,” pungkas Ismartiyana.   

Hari, ketua RT setempat menerangkan, kualitas beras tidak sesuai dengan yang disampaikan ketika acara penyerahan. “Bukan beras premium ternyata. Setelah dibuka berbau. Ketika uji coba masak, ternyata bau dan terlihat warnanya kuning,” katanya.

Dia sangat menyayangkan kualitas beras tidak bagus. Hari mengaku, berdasarkan permintaan warga, mayoritas menginginkan beras dikembalikan. Sebab, jika dijual harganya sangat rendah. “Sudah ada yang nawar Rp 5.000 per kilogram. Padahal, seharusnya harga normal Rp 11 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Di samping itu, Hari menilai, ada dugaan pelanggaran dalam kejadian ini. Dia menengarai, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mencari keuntungan. “Kemiskinan rakyat jangan dijadikan ajang mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok,” katanya.

Atas dasar itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Jika terbukti ada pihak yang bermain-main, agar segera ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. “Agar ada efek jera. Kami minta Presiden agar pelaku ditindak,” ujar Hari.

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #beras #bansos