GLAGAH - Sutradara kawakan Garin Nugroho yang membidani sederet film fenomenal seperti Cinta Sepotong Roti, Opera Jawa, Setan Jawa dan film-film yang mengangkat figur pahlawan tanah air mulai dari Cokroaminoto sampai Sogeia, merasa berhutang kepada Banyuwangi.
Di mata sineas yang akan berusia 57 tahun pada 6 Juni ini, Banyuwangi merupakan salah satu sumber inspirasinya dalam berkarya. Salah satu yang paling terlihat adalah film Cinta Sepotong Roti. Film Cinta Sepotong Roti banyak mengambil adegan di Banyuwangi dan berhasil menembus dunia internasional melalui predikat Best Young Director dalam ajang Asia Pacific Film Festival 1992.
“Terima kasih kepada Banyuwangi yang membikin Cinta Sepotong Roti meraih Best Young Director pertama kali masuk ke dunia internasional,” terangnya di sela-sela mengikuti Kemah Sastra Nasional di Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu malam (28/4).
Menurutnya, keunikan Banyuwangi untuk ditampilkan dalam karya meliputi kekhasan yang dimiliki. Yakni memiliki sensualitas yang luar biasa, serta kesan mistis yang kuat. Dan ditambah dengan adanya penggabungan budaya Bali dan Jawa. “Sensual, mistis, dan menggabungkan antara ekspresi Bali dan inner-nya orang Jawa. Itu tidak didapat dalam khasanah musik di tempat lain,” jelasnya.
Setelah sukses mengangkat film berbasis kearifan lokal yang kuat seperti Opera Jawa dan Setan Jawa, Garin juga mengaku tertarik menggarap film dengan melibatkan unsur Banyuwangi yang lebih kuat. “Setan Jawa itu ada unsur Banyuwanginya, ingin mengangkat opera Banyuwangi,” cetusnya.