RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama tak ingin tekanan balapan kandang mengganggu ambisinya pada Moto3 Indonesia 2026. Pembalap Honda Team Asia itu memilih menikmati momen bersejarah di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, sembari bertekad melanjutkan tren positif setelah meraih poin di Grand Prix Jepang.
Moto3 Indonesia menjadi putaran ke-17 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 sekaligus balapan Kejuaraan Dunia pertama Veda di tanah kelahirannya. Pembalap rookie bernomor 9 tersebut datang dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah finis di posisi ke-11 pada seri Jepang.
Hasil itu menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi tantangan di Mandalika. Apalagi, ia berpeluang mendapatkan dukungan langsung dari ribuan penggemar Indonesia yang akan memadati kawasan sirkuit.
Bagi pembalap muda Indonesia tersebut, kesempatan tampil di depan publik sendiri bukan sekadar balapan biasa. Momen ini menjadi pengalaman spesial yang telah lama dinantikannya sejak memulai perjalanan di Kejuaraan Dunia Moto3.
“Datang ke Mandalika untuk Grand Prix kandang saya adalah perasaan yang sangat istimewa. Saya telah menunggu momen ini sejak lama, dan sekarang akhirnya tiba, saya benar-benar ingin menikmati setiap momen tetapi juga memberikan semua yang saya miliki di lintasan,” ujar Veda dalam rilis resmi.
Modal Poin dari Jepang, Veda Incar Kelanjutan Tren Positif
Finis ke-11 di Grand Prix Jepang memberikan tambahan poin sekaligus dorongan motivasi bagi Veda menjelang seri kandang. Ia menilai masih ada potensi yang bisa dikembangkan bersama Honda Team Asia untuk mendapatkan hasil lebih baik.
Kesempatan berlaga di Mandalika menjadi peluang bagi Veda untuk menunjukkan perkembangan performanya di hadapan pendukung sendiri. Namun, ia menyadari persaingan di kelas Moto3 tetap menuntut konsentrasi dan kerja keras sejak awal akhir pekan.
“Setelah Jepang, di mana kami berhasil finis di posisi ke-11 dan meraih beberapa poin, saya merasa termotivasi untuk terus maju. Kami tahu masih ada potensi yang bisa ditunjukkan, dan sekarang kami memiliki kesempatan untuk melakukannya di depan pendukung di negara asal saya,” katanya.
Dukungan suporter Indonesia juga ingin dijadikan energi tambahan, bukan beban yang mengganggu fokusnya. Veda berharap penampilannya di lintasan dapat menjadi balasan atas antusiasme para penggemar yang datang untuk memberikan dukungan.
“Saya tahu akan ada banyak penggemar Indonesia yang mendukung saya, dan saya ingin memberikan sesuatu sebagai balasannya melalui penampilan saya,” lanjutnya.
Zen Mitani Berbekal Pengalaman di Mandalika
Di sisi lain, rekan setim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, datang ke Indonesia dengan misi memperbaiki hasil. Rookie asal Jepang itu harus puas finis di posisi ke-21 pada Grand Prix Jepang setelah melakukan kesalahan saat balapan.
Mitani memiliki pengalaman di Sirkuit Mandalika dari kompetisi junior. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan membantu dirinya beradaptasi dengan karakter lintasan dan meningkatkan performa pada putaran ke-17 Moto3 2026.
Veda dan Mitani juga memiliki pengalaman lebih banyak di Mandalika dibandingkan sejumlah rival mereka. Hal itu berpotensi menjadi keuntungan saat keduanya menjalani rangkaian sesi akhir pekan, mulai latihan bebas pertama atau FP1 pada Jumat hingga balapan utama.
Meski demikian, pengalaman di sirkuit saja tidak menjamin hasil maksimal. Konsistensi, pengaturan strategi, dan kemampuan menjaga fokus selama balapan tetap menjadi faktor penting untuk bersaing di kelas Moto3.
Veda Ingin Bikin Indonesia Bangga
Bagi Veda, Grand Prix Indonesia menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sekaligus memperkuat langkah awal dalam kariernya di Kejuaraan Dunia Moto3. Ia ingin memaksimalkan setiap sesi tanpa membiarkan ekspektasi publik mengganggu persiapannya.
Strateginya jelas: menyingkirkan tekanan, fokus pada pekerjaan bersama tim, lalu berjuang sejak FP1 hingga balapan. Veda berharap pendekatan tersebut membantunya menikmati debut kandang sekaligus membuka peluang meraih hasil yang membanggakan.
“Saya akan berusaha untuk mengesampingkan semua tekanan, fokus pada pekerjaan saya, dan berjuang sekeras mungkin dari FP1 hingga balapan. Saya ingin menikmati Grand Prix ini, memberikan segalanya untuk tim saya dan untuk semua orang yang mendukung saya, dan semoga kita bisa meraih hasil yang membuat seluruh Indonesia bangga,” tutup Veda.
Dengan bekal poin dari Jepang dan dukungan publik tuan rumah, Veda kini bersiap menghadapi salah satu momen paling istimewa dalam kariernya. Targetnya bukan hanya menikmati debut Moto3 di Mandalika, tetapi juga membuktikan bahwa ia mampu mengubah dukungan besar menjadi performa kompetitif di lintasan. (*)
Editor : Ali Sodiqin