RADAR BANYUWANGI — Dukungan untuk Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menguat menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Lebih dari 150 konsumen dan anggota Honda Asosiasi Lombok (HALO) memadati acara Meet and Greet di Mataram, Rabu (7/10/2026), untuk bertemu langsung sekaligus memberi suntikan semangat kepada dua pebalap Indonesia tersebut.
Kegiatan yang digelar Astra Motor NTB di Dapur Sasak Resto, Udayana, Mataram, itu menjadi salah satu rangkaian menyambut balapan di Pertamina Mandalika International Circuit.
Bagi para penggemar, kesempatan bertemu langsung dengan pebalap yang selama ini hanya mereka saksikan dari layar menjadi pengalaman tersendiri.
Veda Ega yang berkiprah di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di Moto2 menjadi dua nama yang paling mendapat perhatian. Keduanya datang membawa cerita sekaligus perjuangan masing-masing di panggung balap dunia.
Veda dan Mario Jadi Magnet Penggemar
Suasana Meet and Greet semakin semarak ketika para peserta mendapat kesempatan berbincang langsung dengan para pebalap.
Tak sekadar berfoto, peserta juga dapat bertukar cerita, mendengarkan pengalaman para pebalap, hingga meminta tanda tangan.
Selain Veda dan Mario, acara tersebut turut menghadirkan empat pebalap muda binaan Astra Honda Racing Team (AHRT). Mereka adalah Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf, Muhammad Badly Ayatullah, dan Maulana Malik.
Kehadiran enam pebalap tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi agenda temu penggemar, tetapi juga memperlihatkan proses pembinaan talenta balap Honda dari level muda hingga kompetisi internasional.
Bagi komunitas, momen tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung hanya beberapa hari menjelang balapan MotoGP Mandalika 2026.
Penggemar Berharap Veda dan Mario Naik Podium
Salah satu penggemar yang hadir adalah Radit. Konsumen Honda tersebut mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Veda dan Mario.
Menurut Radit, kedua pebalap tersebut menjadi sosok yang menginspirasi karena mampu membawa nama Indonesia ke kejuaraan dunia.
“Veda dan Mario menjadi role model saya karena semangat mereka mewakili Indonesia di kejuaraan dunia, apalagi di Moto2 dan Moto3,” ujar Radit.
Kesempatan mendapatkan tanda tangan Mario Aji juga menjadi pengalaman yang tidak ingin dilewatkannya.
“Saya juga senang banget mendapat kesempatan mendapatkan tanda tangan langsung dari Mario Aji. Semoga Veda dan Mario bisa meraih podium dan kembali mengharumkan nama Indonesia,” lanjutnya.
Harapan tersebut menjadi gambaran antusiasme penggemar Indonesia terhadap penampilan para pebalap tanah air di Mandalika.
Komunitas Honda Siapkan Dukungan dari Tribun
Ketua Honda Asosiasi Lombok (HALO) Agus Mawirawan menyebut Meet and Greet tahun ini memiliki suasana berbeda.
Bagi komunitas Honda, bertemu langsung dengan Veda dan Mario menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat perjuangan pebalap Indonesia yang berlaga di kompetisi internasional.
“Euforia Meet and Greet tahun ini sangat spesial karena kami bisa bertemu langsung dengan dua pebalap kebanggaan Honda yang mewakili nama Indonesia,” kata Agus.
Ia menilai perjalanan Veda dan Mario juga membawa pesan penting bagi generasi muda, terutama mengenai proses mengejar cita-cita.
“Semangat Mario dan Veda menjadi contoh bahwa untuk mengejar mimpi dibutuhkan ketekunan dan semangat yang tak pernah padam,” lanjutnya.
Dukungan komunitas pun tidak berhenti di acara Meet and Greet.
Agus mengatakan anggota HALO telah menantikan agenda nonton bareng di sirkuit untuk memberikan dukungan langsung kepada para pebalap Honda yang berlaga di Mandalika.
“Kami juga tidak sabar untuk nobar di sirkuit besok dan memberikan dukungan untuk semua pebalap Honda, termasuk yang berlaga di IM4AC,” ujarnya.
Dari Meet and Greet Menuju Pertarungan di Mandalika
Pertemuan di Mataram tersebut menjadi bagian dari atmosfer yang mulai terasa menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Bagi Veda dan Mario, dukungan publik menjadi energi tambahan sebelum kembali menghadapi persaingan di lintasan. Sementara bagi komunitas Honda, kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk menunjukkan dukungan kepada talenta balap Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara Honda, konsumen, dan komunitas di Lombok.
Lebih jauh, dukungan tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan pebalap Indonesia yang terus dikembangkan melalui berbagai jenjang kompetisi.
Dari Mataram, sorakan penggemar kemudian akan bergeser ke sirkuit. Di sanalah Veda Ega Pratama, Mario Suryo Aji, dan para pebalap binaan Honda lainnya kembali menghadapi tantangan sebenarnya: memburu hasil terbaik di hadapan publik Indonesia.
Meet and Greet boleh menjadi pemanasan. Namun, panggung sesungguhnya tetap berada di lintasan Mandalika. (*)
Editor : Ali Sodiqin