Veda Ega P14 di FP2 Moto3 Jepang, Hakim Danish Tiga Posisi di Depan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21:46 WIB
Comeback apik Veda Ega! Finis posisi 8 dan lewati Hakim Danish di Moto3. (Gemini AI)
Veda Ega Pratama finis ke-14 pada FP2 Moto3 Jepang 2026 di Motegi. Hakim Danish P11, sementara David Almansa menjadi pembalap tercepat. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama belum mampu mempertahankan lajunya di kelompok depan pada FP2 Moto3 Jepang 2026. Pembalap Honda Team Asia itu harus mengakhiri sesi di posisi ke-14, tiga tingkat di belakang rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish, yang finis ke-11 di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10).

Hasil tersebut menjadi sedikit antiklimaks bagi Veda. Sehari sebelumnya, pembalap Indonesia itu mampu tampil menjanjikan dengan mengamankan posisi kedelapan pada sesi practice dan berhak langsung melaju ke Q2.

Di FP2, Veda sebenarnya sempat berada di kelompok delapan besar. Namun, persaingan ketat di Motegi membuat posisinya terus bergeser hingga akhirnya harus puas di luar 10 besar.

David Almansa menjadi pembalap tercepat dalam sesi tersebut dengan catatan waktu 1 menit 54,745 detik. Maximo Quiles hanya terpaut 0,032 detik di belakangnya.

Sempat Masuk Delapan Besar

FP2 berlangsung dalam tempo tinggi. Posisi teratas beberapa kali berganti tangan sejak awal sesi.

Brian Uriarte membuka persaingan dengan catatan 1 menit 55,931 detik. Sekitar lima menit kemudian, giliran Alvaro Carpe yang mengambil alih posisi teratas sebelum Maximo Quiles naik ke puncak timesheet.

Memasuki menit ke-10, David Almansa sempat menjadi yang tercepat. Namun, posisinya kembali diambil Quiles.

Di tengah perubahan posisi tersebut, Veda mampu menjaga ritme dan sempat bertengger di delapan besar.

Situasi berubah ketika sesi memasuki paruh kedua. Veda turun ke posisi ke-11, tepat di belakang Hakim Danish.

Persaingan di kelompok tengah memang sangat rapat. Kesalahan kecil atau kehilangan sepersekian detik saja bisa membuat seorang pembalap turun beberapa posisi.

Pada akhirnya, Veda tidak mampu memperbaiki catatan waktunya pada kesempatan terakhir.

Ia membukukan 1 menit 55,906 detik, atau terpaut 1,161 detik dari Almansa.

Danish P11, Sempat Terjatuh

Hakim Danish justru mampu bertahan di depan Veda meski sempat mengalami insiden.

Pembalap Malaysia tersebut terjatuh di Tikungan 9. Namun, Danish masih bisa melanjutkan sesi dan menutup FP2 di posisi ke-11 dengan waktu 1 menit 55,594 detik.

Posisi Danish membuat persaingan antara dua pembalap Asia Tenggara itu kembali menarik perhatian.

Sebelum GP Jepang, Veda mengoleksi 100 poin di klasemen sementara Moto3 2026. Danish hanya unggul satu angka dengan 101 poin.

Artinya, setiap sesi di Motegi menjadi penting bagi keduanya, terutama dalam persaingan di papan klasemen menjelang fase akhir musim.

Almansa Tercepat, Veda Masih Punya Modal

David Almansa akhirnya mengunci posisi teratas setelah memperbaiki catatan waktunya menjelang akhir sesi.

Pembalap Spanyol itu mencatat 1 menit 54,745 detik dan unggul tipis atas Maximo Quiles. Alvaro Carpe dan Brian Uriarte menempati posisi ketiga dan keempat, sedangkan Matteo Bertelle melengkapi lima besar.

Bagi Veda, hasil FP2 belum menggambarkan keseluruhan performanya di Motegi.

Sebelumnya, ia finis ke-16 pada FP1. Setelah itu, Veda bangkit pada sesi practice dan menembus posisi kedelapan. Hasil tersebut memberinya tiket langsung ke Q2.

Dengan kata lain, masih ada modal kecepatan yang bisa dikembangkan Honda Team Asia sebelum balapan.

Yang menjadi pekerjaan berikutnya adalah menemukan konsistensi catatan waktu dalam satu lap sekaligus menjaga posisi di kelompok depan ketika persaingan semakin rapat.

Q2 Jadi Kesempatan Veda

Hasil FP2 juga menjadi bagian penting dalam persiapan menuju kualifikasi.

Veda sebelumnya sudah mengamankan tempat di Q2 berkat hasil practice. Sesi tersebut menjadi kesempatan untuk mengubah performa latihan menjadi posisi start yang lebih menguntungkan.

Namun, kualifikasi Moto3 Jepang kemudian menghadirkan drama tersendiri. Veda mengalami highside di Tikungan 10 dan tidak mampu melanjutkan upayanya memperbaiki waktu. Ia akhirnya menempati posisi start ke-18, sementara Almansa merebut pole position dengan rekor lap 1 menit 54,572 detik.

Bagi Veda, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mencari satu lap cepat.

Dari posisi start yang didapat, pembalap Indonesia itu harus mengandalkan kecepatan balap, strategi, dan kemampuan menembus rombongan untuk mengejar poin di Moto3 Jepang 2026.

Terlebih, jaraknya dengan Hakim Danish di klasemen hanya satu poin. Persaingan keduanya pun belum selesai di Motegi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 Jepang FP2 Moto3 hakim danish veda ega pratama sirkuit motegi