RADAR BANYUWANGI - Izan Guevara berada di posisi terbaik untuk memburu kemenangan Moto2 GP Jepang 2026. Pembalap BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 itu merebut pole position sekaligus mencetak rekor lap baru di Mobility Resort Motegi.
Namun, balapan Minggu (4/10) belum tentu menjadi milik Guevara. Manuel Gonzalez, pemimpin klasemen sementara, start dari posisi ketiga. Filip Salač berada di antara keduanya. David Alonso dan Daniel Holgado juga menunjukkan kecepatan yang cukup untuk ikut berebut podium.
Sementara itu, Mario Suryo Aji harus bekerja lebih keras. Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut akan memulai balapan dari posisi ke-21.
Race Moto2 Jepang berlangsung 19 lap. Start dijadwalkan pukul 12.15 waktu Jepang atau 10.15 WIB.
Guevara Konsisten Sejak Jumat
Guevara bukan sekadar cepat dalam satu putaran kualifikasi.
Pada Practice Jumat, dia berada di posisi ketiga. Guevara kemudian menjadi yang tercepat pada FP2 dengan catatan 1 menit 46,950 detik.
Kecepatannya kembali meningkat saat Q2. Guevara membukukan 1 menit 46,851 detik dan mengamankan pole.
Salač hanya tertinggal 0,051 detik. Gonzalez berada di posisi ketiga dengan selisih 0,110 detik. Holgado menempati P4, Tony Arbolino P5, dan Alonso P6.
Enam pembalap teratas hanya terpisah 0,252 detik. Margin setipis itu menjadi sinyal bahwa persaingan di depan bisa berlangsung rapat.
Guevara memang menyukai Motegi. Sebelum akhir pekan dimulai, dia menyatakan keyakinannya terhadap trek tersebut.
“Jepang adalah sirkuit yang sangat saya sukai,” kata Guevara dalam keterangan resmi tim.
Kepercayaan diri itu sejauh ini terbayar dengan pole dan rekor lap.
Gonzalez Punya Alasan Bermain Cerdas
Guevara datang ke Jepang setelah memenangi GP Austria. Hasil tersebut memangkas jaraknya dari Gonzalez dalam klasemen.
Gonzalez masih memimpin dengan 245,5 poin. Guevara berada di posisi kedua dengan 210 poin. Selisih keduanya 35,5 angka.
Situasi itu membuat pendekatan mereka bisa berbeda.
Guevara perlu terus memangkas jarak. Gonzalez, sebaliknya, tidak harus mengambil risiko berlebihan jika masih mampu mengamankan poin besar.
Namun, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP tersebut tidak datang ke Jepang untuk bertahan.
“Kami akan berusaha untuk kembali berada di barisan terdepan di Jepang,” ujar Gonzalez setelah GP Austria.
Target tersebut sudah tercapai dalam kualifikasi. Gonzalez mendapatkan tempat di baris pertama dan hanya terpaut 0,110 detik dari Guevara.
Posisi itu memberinya kesempatan menempel pemimpin sejak lap pertama.
Alonso dan Holgado Bisa Mengacaukan Prediksi
David Alonso layak diperhitungkan meski hanya start keenam.
Pembalap CFMOTO Aspar tersebut menjadi yang tercepat pada Practice Jumat dengan 1 menit 47,508 detik. Catatan itu sempat menjadi rekor lap sebelum dipatahkan Guevara.
Alonso juga terkesan dengan grip aspal Motegi.
“Ini jalan raya. Saya belum pernah melihat cengkeraman seperti itu seumur hidup saya,” katanya kepada AS.
Alonso menyebut permukaan lintasan seperti jalan tol dan mengaku belum pernah merasakan grip seperti itu.
Masalahnya tinggal posisi start. Alonso harus melewati Arbolino dan Holgado sebelum bisa menyerang kelompok tiga besar.
Holgado juga tidak boleh diabaikan. Dia start keempat, hanya 0,116 detik dari pole. Pembalap Spanyol tersebut juga merupakan pemenang Moto2 GP Jepang 2025.
Mario Aji Harus Menyerang Sejak Awal
Mario Aji akan start dari P21 setelah mencatat 1 menit 47,772 detik pada Q1.
Jaraknya menuju Q2 sebenarnya tidak besar. Alex Escrig, pembalap terakhir yang lolos ke Q2, membukukan 1 menit 47,602 detik. Mario hanya tertinggal 0,170 detik.
Persoalannya adalah lalu lintas.
Dari posisi ke-21, Mario harus naik minimal enam posisi untuk masuk zona poin. Jika terlalu lama tertahan dalam kelompok belakang, rombongan P15 bisa cepat menjauh.
Mario sebelumnya menegaskan ingin menjalani rangkaian Asia tanpa membebani diri dengan ekspektasi berlebihan.
“Saya hanya ingin menikmatinya, memberikan yang terbaik, dan menghargai balapan di depan para penonton,” kata Mario melalui Honda Racing.
Motegi bisa menjadi kesempatan untuk mengubah kecepatan satu lap yang cukup kompetitif menjadi hasil balapan yang lebih baik.
Guevara Tetap Jadi Pilihan Utama
Melihat hasil sejak Jumat, Guevara mempunyai paket paling komplet.
Dia konsisten berada di barisan depan, tercepat pada FP2, meraih pole, dan datang dengan modal kemenangan dari Austria.
Gonzalez menjadi ancaman terbesar. Selain konsisten cepat, dia start dari baris pertama dan memiliki pengalaman bagus di Motegi.
Salač juga sulit dikesampingkan setelah hanya terpaut 0,051 detik dari pole.
Prediksi podium Moto2 GP Jepang 2026: Izan Guevara, Manuel Gonzalez, dan Filip Salač.
Alonso serta Holgado menjadi dua pembalap yang paling mungkin mengubah komposisi tersebut.
Bagi Mario Aji, target paling realistis adalah menjaga kontak dengan kelompok perebutan poin sejak lap pertama. Dari P21, pekerjaan memang tidak mudah. Namun, selisih waktunya di Q1 menunjukkan peluang untuk bergerak maju masih terbuka.
Guevara memegang pole. Gonzalez membawa keunggulan klasemen. Salač, Alonso, dan Holgado siap menyerang.
Dengan enam pembalap teratas hanya terpisah seperempat detik, race Moto2 Jepang berpotensi ditentukan bukan oleh siapa yang paling cepat dalam satu lap, melainkan siapa yang paling konsisten selama 19 lap.
Editor : Lugas Rumpakaadi