RADAR BANYUWANGI - David Almansa punya modal terbaik untuk memenangi Moto3 GP Jepang 2026. Pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu akan start dari pole setelah mencetak rekor lap baru di Mobility Resort Motegi.
Namun, jalan Almansa menuju podium tertinggi tidak akan mudah. Maximo Quiles mengintai dari posisi keempat. Pemimpin klasemen Moto3 tersebut bukan hanya memburu kemenangan, tetapi juga mendapat kesempatan pertama untuk mengunci gelar dunia.
Perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu harus bekerja lebih keras setelah hanya mengamankan posisi start ke-18.
Race Moto3 GP Jepang digelar Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 11.00 waktu Jepang atau 09.00 WIB. Balapan berlangsung selama 17 lap.
Almansa Paling Cepat di Motegi
Almansa menunjukkan peningkatan tajam pada Sabtu. Setelah hanya berada di posisi kesepuluh pada Practice Jumat, dia memimpin FP2 dengan catatan 1 menit 54,745 detik.
Kecepatannya semakin meningkat pada kualifikasi. Almansa merebut pole dengan 1 menit 54,572 detik sekaligus mencetak rekor lap Moto3 di Motegi.
Persaingannya sangat ketat. Brian Uriarte hanya tertinggal 0,045 detik. Alvaro Carpe di posisi ketiga terpaut 0,075 detik. Quiles menyusul di posisi keempat.
Data tersebut membuat Almansa menjadi salah satu kandidat terkuat. Apalagi, dia berpeluang memanfaatkan posisi terdepan untuk menghindari keributan di rombongan tengah pada lap-lap awal.
Masalahnya, Moto3 kerap sulit dikendalikan hanya dengan kecepatan satu lap. Slipstream dan pengereman keras di Motegi memungkinkan kelompok depan bertahan rapat.
Almansa juga pernah merasakan situasi serupa. Di Misano, dia memimpin sebagian besar balapan sebelum Quiles mencuri kemenangan di garis finis dengan selisih hanya 0,021 detik.
Quiles Tak Mau Terbebani Gelar
Quiles datang ke Jepang dengan posisi sangat kuat di klasemen. Dia mengoleksi 306 poin setelah membukukan sembilan kemenangan dan 13 podium dalam 15 ronde.
Pembalap asal Spanyol itu unggul jauh atas Carpe, Almansa, dan Uriarte. Namun, dia berusaha tidak mengubah pendekatan hanya karena peluang menjadi juara dunia sudah terbuka.
Dalam wawancara dengan AS menjelang GP Jepang, Quiles menegaskan fokusnya tetap sama.
“Saya ingin terus melihat satu balapan demi satu balapan, seperti yang saya lakukan sepanjang tahun," ujarnya.
Sikap tersebut sesuai dengan penampilannya musim ini. Quiles tidak selalu menjadi pembalap tercepat pada kualifikasi. Namun, dia sangat efektif ketika balapan memasuki fase akhir.
Di Motegi, kecepatannya juga tidak jauh dari Almansa. Pada FP2, Quiles hanya tertinggal 0,032 detik.
Jika rombongan depan masih rapat pada lima lap terakhir, Quiles bisa menjadi pembalap paling berbahaya.
Uriarte dan Carpe Bisa Mengacaukan Duel
Brian Uriarte dan Alvaro Carpe tidak boleh dikesampingkan. Keduanya mengisi posisi kedua dan ketiga grid.
Uriarte bahkan sempat memimpin kualifikasi sebelum waktunya dipatahkan Almansa. Adaptasinya di Motegi juga berjalan cepat.
“Saya merasa cepat dan nyaman, dan proses adaptasinya secara keseluruhan sangat positif," kata Uriarte usai sesi Practice melalui rilis Red Bull KTM Ajo.
Carpe mempunyai motivasi serupa. Dia ingin bertahan dalam kelompok depan sampai fase penentuan.
“Kuncinya adalah mempersiapkan balapan sebaik mungkin agar kami bisa bertarung pada lap-lap terakhir,” ujar Carpe dalam rilis tim.
Kehadiran dua pembalap KTM Ajo di barisan pertama membuat Almansa sulit mengatur tempo tanpa gangguan.
Veda Pratama Mengejar dari P18
Veda sebenarnya memperlihatkan kecepatan menjanjikan pada Jumat. Dia menempati posisi kedelapan Practice dengan catatan 1 menit 55,597 detik dan langsung lolos ke Q2.
Sayang, kualifikasi tidak berjalan mulus. Veda mengalami highside dan gagal memperbaiki catatan waktunya. Dia akhirnya harus start dari posisi ke-18.
Posisi tersebut membuat target podium terlalu berat. Namun, peluang meraih poin belum tertutup.
Veda sudah menunjukkan kemampuan melakukan recovery dari barisan belakang. Di Brno, dia pernah melesat dari posisi start ke-20 hingga finis kelima.
Motegi juga bukan lintasan asing bagi pembalap Indonesia tersebut. Saat berlaga di Idemitsu Asia Talent Cup 2023, Veda memenangi dua balapan di sirkuit yang sama.
Sebelum akhir pekan GP Jepang, Veda menyatakan tekadnya untuk kembali bersaing di depan.
“Saya akan mengerahkan segalanya bersama tim, terus bekerja keras, dan berusaha kembali bersaing di barisan depan," ujarnya.
Kunci Veda adalah tidak terlalu agresif pada lap awal. Jika mampu melewati kelompok belakang tanpa kehilangan kontak dengan rombongan tengah, peluang finis di zona poin tetap terbuka.
Prediksi Moto3 GP Jepang 2026
Berdasarkan pace FP2, hasil kualifikasi, konsistensi sepanjang musim, dan kemampuan bertarung pada fase akhir race, Quiles dan Almansa menjadi dua nama terkuat.
Almansa mempunyai keuntungan posisi start dan kecepatan satu lap. Sebaliknya, Quiles lebih konsisten dalam mengelola balapan panjang.
Prediksi lima besar:
- Maximo Quiles
- David Almansa
- Brian Uriarte
- Alvaro Carpe
- Marco Morelli
Untuk Veda, finis di kisaran P10-P14 menjadi target yang lebih realistis.
Jika Almansa mampu membangun jarak sejak awal, pole position bisa berubah menjadi kemenangan. Tetapi, jika kelompok depan tetap rapat hingga lap-lap terakhir, pengalaman Quiles menyelesaikan duel ketat membuat pemimpin klasemen itu sedikit lebih diunggulkan dalam prediksi.
Editor : Lugas Rumpakaadi