Pedro Acosta Jadi Ancaman Serius dari Baris Depan Sprint MotoGP Jepang 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:21 WIB
Pedro Acosta menjadi salah satu kandidat kuat dalam Sprint MotoGP Jepang 2026 setelah memastikan start dari baris depan di Mobility Resort Motegi. (MotoGP)
Pedro Acosta menjadi salah satu kandidat kuat dalam Sprint MotoGP Jepang 2026 setelah memastikan start dari baris depan di Mobility Resort Motegi. (MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - Pedro Acosta punya modal besar untuk mengacaukan persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez dalam Sprint MotoGP Jepang 2026. Pembalap KTM itu memang tidak merebut pole. Namun, pace sejak sesi latihan membuatnya layak masuk kandidat terkuat untuk menang.

Sprint di Mobility Resort Motegi digelar Sabtu, 3 Oktober 2026. Balapan berlangsung 12 lap. Martin memulai dari pole, Marc berada di posisi kedua, sedangkan Acosta melengkapi baris depan.

Selisih ketiganya tipis. Karena itu, hasil Sprint berpotensi ditentukan sejak start.

Martin menjadi pembalap tercepat dalam kualifikasi dengan waktu 1 menit 42,371 detik. Catatan itu sekaligus menjadi rekor lap baru di Motegi. Marc tertinggal 0,110 detik. Acosta hanya terpaut 0,122 detik.

Performa Martin tergolong mengejutkan jika melihat hasil Practice Jumat. Saat itu, pembalap Aprilia tersebut hanya berada di posisi kedelapan.

Situasi berubah cepat pada Sabtu.

Martin mampu menemukan keseimbangan motor yang lebih baik dan langsung melesat ke pole.

“Itulah targetnya. Saya tidak menyangka akan berjuang untuk posisi terdepan,” kata Martin seusai kualifikasi, seperti dikutip Reuters.

Komentar itu memperlihatkan besarnya kemajuan Aprilia dalam semalam. Martin semula hanya membidik baris depan. Hasil akhirnya justru posisi start terbaik.

Meski demikian, Acosta tetap patut diperhitungkan.

Pembalap asal Spanyol itu sudah menunjukkan kecepatan sejak Jumat. Ia menempati posisi kedua dalam Practice, hanya 0,076 detik di belakang Alex Marquez.

Yang lebih penting, Acosta merasa RC16 sudah bekerja sesuai kebutuhannya.

“Sepeda ini melakukan apa yang saya butuhkan,” ujar Acosta melalui kanal resmi MotoGP.

Kepercayaan terhadap motor menjadi modal penting di Motegi. Sirkuit sepanjang sekitar 4,8 kilometer itu memiliki banyak zona pengereman keras. Karakter stop-and-go sangat menuntut kestabilan bagian depan motor.

Area tersebut merupakan salah satu kekuatan Acosta.

Data Practice juga memberi alasan tambahan untuk memasukkannya sebagai kandidat kemenangan. Dalam satu rangkaian enam lap dengan ban belakang soft, Acosta mencatat rata-rata sekitar 1 menit 43,857 detik.

Marc berada di kisaran 1 menit 43,928 detik dalam lima lap representatif. Namun, perbandingan itu tidak sepenuhnya setara karena Marc menggunakan ban medium.

Artinya, angka tersebut tidak bisa dibaca sebagai bukti mutlak Acosta lebih cepat. Namun, untuk Sprint yang hanya berlangsung 12 lap, performa KTM dengan soft tetap menarik.

Marc sendiri sejak Jumat sudah melihat Acosta sebagai lawan berbahaya.

“Acosta adalah favorit dan kedua Aprilia juga,” kata Marc melalui kanal resmi MotoGP setelah Practice.

Ucapan Marc bukan tanpa dasar.

Selain Acosta, dua Aprilia juga tampil kuat. Martin merebut pole. Marco Bezzecchi berada di posisi keempat dan siap menyerang dari baris kedua.

Marc tetap punya peluang sama besarnya.

Pembalap Ducati itu membuka akhir pekan dengan menjadi yang tercepat di FP1. Dalam kualifikasi, ia bahkan sempat memegang pole sementara sebelum Martin mempertajam waktu.

“Target utamanya adalah memulai dari barisan depan,” ujar Marc setelah kualifikasi, dikutip Reuters.

Posisi kedua memang strategis. Marc bisa langsung menyerang Martin menuju tikungan pertama tanpa harus membuang waktu menyalip banyak pembalap.

Di sisi lain, Martin punya keuntungan terbesar yakni lintasan kosong di depan.

Dalam Sprint 12 lap, posisi terdepan sangat berharga. Jika Martin melakukan start bagus lalu menciptakan jarak pada dua atau tiga lap pertama, rival akan dipaksa bekerja lebih keras.

Aspal baru Motegi turut menambah ketidakpastian.

Permukaan sirkuit telah diperbarui menjelang musim 2026. Grip yang lebih tinggi ikut membuat rekor lap pecah sepanjang akhir pekan.

Karena itu, hasil balapan musim-musim sebelumnya tidak bisa menjadi patokan utama. Data dari Practice, latihan Sabtu, dan kualifikasi jauh lebih relevan.

Bezzecchi juga berpotensi menjadi pengganggu. Ia start keempat, tepat di belakang Acosta. Alex Marquez berada di posisi kelima setelah menjadi yang tercepat dalam Practice.

Sebaliknya, Francesco Bagnaia menghadapi pekerjaan berat. Ia harus memulai Sprint dari posisi ke-13 setelah gagal lolos dari Q1. Dalam balapan pendek, peluang mengejar kelompok depan otomatis lebih kecil.

Prediksi Sprint MotoGP Jepang 2026

Melihat performa sejak Jumat, Acosta menjadi pilihan tipis untuk kemenangan.

Prediksi tiga besar:

  1. Pedro Acosta
  2. Jorge Martin
  3. Marc Marquez

Acosta memiliki kombinasi menarik antara pace, posisi start, dan karakter Motegi yang cocok dengan gaya pengeremannya.

Martin tetap sangat berbahaya karena memulai dari pole dan menunjukkan peningkatan besar pada Sabtu. Marc, sementara itu, punya konsistensi dan pengalaman untuk memanfaatkan kesalahan dua rivalnya.

Kuncinya ada pada lap pertama.

Jika Martin memimpin selepas start, ia berpeluang mengontrol Sprint. Namun, jika Acosta bisa langsung masuk dua besar, pertarungan berpotensi berlangsung sampai lap terakhir.

Marc berada tepat di antara keduanya.

Dengan jarak hanya 12 lap dan selisih performa yang sangat tipis, satu kesalahan pengereman bisa mengubah seluruh hasil Sprint MotoGP Jepang 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotoGP Jepang 2026 Sprint MotoGP Jepang marc marquez Pedro Acosta Jorge Martin