RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama menunjukkan progres signifikan pada hari pertama Moto3 GP Jepang 2026. Pembalap Honda Team Asia itu melesat ke posisi kedelapan dalam sesi Practice di Mobility Resort Motegi, Jumat (2/10).
Hasil tersebut sekaligus membawa Veda langsung ke Q2. Sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul, DI Yogyakarta, itu hanya menempati posisi ke-16 pada Free Practice 1 (FP1).
Pada Practice, Veda membukukan waktu terbaik 1 menit 55,597 detik. Dia hanya terpaut 0,317 detik dari Marco Morelli yang menjadi pembalap tercepat dengan catatan 1 menit 55,280 detik.
Ryusei Yamanaka menempati posisi kedua, disusul Brian Uriarte. Alvaro Carpe berada di posisi keempat, di depan Valentin Perrone dan pemimpin klasemen Moto3 2026 Maximo Quiles.
David Munoz berada di urutan ketujuh. Veda menyusul di posisi kedelapan.
Pangkas Lebih dari Satu Detik
Peningkatan Veda terlihat jelas jika dibandingkan dengan penampilannya pada FP1.
Pada sesi pagi, Yamanaka menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 55,676 detik. Veda tertinggal 1,067 detik. Dengan demikian, catatan terbaiknya berada di kisaran 1 menit 56,743 detik.
Beberapa jam kemudian, Veda mencatat 1 menit 55,597 detik pada Practice. Artinya, dia mampu memangkas waktu putaran sekitar 1,146 detik.
Veda juga naik delapan posisi dibandingkan FP1. Lebih penting lagi, selisihnya dengan pembalap tercepat menyusut dari lebih dari satu detik menjadi 0,317 detik.
Sepanjang Practice, Veda sempat berada di sekitar posisi ke-14 dan ke-15. Putaran cepat pada fase akhir sesi kemudian membawanya melonjak ke P8.
Hasil itu memastikan Veda berada di kelompok pembalap yang langsung mengikuti Q2. Dia tidak perlu menjalani Q1 untuk memperebutkan tiket ke sesi kualifikasi kedua.
Adrian Cruces menjadi pembalap terakhir yang menembus zona tersebut di posisi ke-14. Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish menutup Practice di P17 setelah mengalami kecelakaan menjelang berakhirnya sesi.
Motegi Jadi Trek Favorit Veda
Performa Veda di Motegi memiliki konteks tersendiri. Dalam profil resmi yang diterbitkan MotoGP, pembalap berusia 17 tahun itu menyebut Motegi sebagai sirkuit favoritnya.
Veda menggambarkan karakter lintasan tersebut sebagai “menantang dan teknis”.
Dia juga mempunyai rekam jejak positif di Jepang. Saat berkompetisi di Asia Talent Cup pada 2023, Veda pernah membukukan dua kemenangan di Motegi.
Pengalaman itu menjadi modal tambahan dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia.
Veda juga telah mencatat sejarah pada musim ini. Dia menjadi pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium balapan Grand Prix setelah finis ketiga di GP Brasil pada 22 Maret 2026.
Ambisinya bahkan sudah diarahkan ke kelas tertinggi.
“Saya ingin menjadi pembalap MotoGP Indonesia pertama dan menjadi juara dunia,” kata Veda sebagaimana dikutip dalam profil resmi MotoGP.
Menjelang GP Jepang, Veda menempati posisi kedelapan klasemen sementara Moto3 dengan 100 poin. Dia hanya terpaut satu angka dari Hakim Danish yang berada di posisi ketujuh. MotoGP mencatat Veda mencapai 100 poin setelah seri Austria.
Morelli Tercepat, Quiles Bidik Gelar
Sementara itu, Morelli keluar sebagai yang tercepat pada Practice Moto3 Jepang. Namun, perhatian juga mengarah kepada Quiles.
Quiles datang ke Motegi sebagai pemimpin klasemen. Setelah GP Austria, dia mengoleksi 306 poin dan unggul 131 angka atas pesaing terdekatnya. GP Jepang sekaligus menjadi kesempatan pertamanya untuk mengunci gelar Moto3 2026.
Bagi Veda, target terdekat kini adalah memaksimalkan kesempatan di Q2 untuk mendapatkan posisi start sebaik mungkin.
Rangkaian Moto3 berlanjut Sabtu (3/10) dengan FP2 pukul 06.40 WIB. Q1 dimulai pukul 10.45 WIB, sedangkan Q2 berlangsung pukul 11.10 WIB. Balapan Moto3 GP Jepang digelar Minggu (4/10) pukul 09.00 WIB dalam 17 lap. Jadwal itu sesuai agenda resmi MotoGP untuk GP Jepang 2026.
Kecepatan Veda pada Practice menjadi modal awal. Dari P16 pada pagi hari, dia menutup Jumat di P8 dan hanya berjarak 0,317 detik dari pembalap tercepat. Tantangan berikutnya adalah mengubah progres tersebut menjadi posisi start kompetitif di Motegi.
Editor : Lugas Rumpakaadi