RADAR BANYUWANGI– Perebutan gelar juara dunia Moto3 2026 mulai memperlihatkan jarak yang sulit dikejar. Brian Uriarte, rookie paling menonjol musim ini, harus melihat Maximo Quiles yang sudah mengumpulkan 306 poin dan unggul 131 angka dari pesaing terdekatnya, Alvaro Carpe.
Dengan tujuh seri terakhir atau tujuh balapan tersisa, dominasi Quiles membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin berat. Pembalap Aspar Team itu telah mengoleksi 13 podium dari 15 balapan, termasuk sembilan kemenangan.
Catatan tersebut membuat Quiles kokoh di puncak klasemen Moto3 2026 menjelang seri Jepang yang berlangsung akhir pekan ini.
Quiles Sulit Dikejar
Musim 2026 menjadi panggung dominasi Quiles. Dari 15 balapan yang telah digelar, pembalap yang disebut sebagai murid Marc Marquez itu sembilan kali finis sebagai pemenang.
Konsistensi tersebut membuat koleksi poinnya melesat hingga 306. Alvaro Carpe yang menempati posisi kedua baru mengumpulkan 175 poin, terpaut 131 angka dari Quiles.
Situasi itu membuat persaingan perebutan gelar juara dunia memasuki fase krusial. Masih ada tujuh balapan yang bisa menghasilkan maksimal 175 poin bagi seorang pembalap jika seluruhnya dimenangi, tetapi Quiles telah memiliki keunggulan yang cukup besar atas para rivalnya.
Uriarte Tetap Bersinar sebagai Rookie
Di tengah dominasi Quiles, Brian Uriarte justru menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian pada musim debutnya.
Pembalap yang dididik mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, tersebut telah mengoleksi lima podium dan dua kemenangan sepanjang musim ini.
Total 174 poin membawa Uriarte berada di posisi keempat klasemen kejuaraan dunia. Pada persaingan rookie, pembalap tersebut juga masih berada di posisi teratas dan menjadi kandidat kuat untuk gelar Rookie of The Year.
Performa tersebut menjadi catatan penting bagi Uriarte. Sebagai pendatang baru, dia mampu bersaing di papan atas dan mengungguli sejumlah rookie lain yang juga tampil menjanjikan.
Veda Ega Pratama Turun ke Posisi Ketiga Rookie
Salah satu rival Uriarte dalam persaingan rookie adalah pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Namun, posisi Veda dalam klasemen rookie mengalami perubahan setelah seri Moto3 Austria. Pembalap yang membawa bendera Indonesia tersebut kini berada di peringkat ketiga rookie setelah digeser Hakim Danish pada balapan terakhir.
Persaingan Veda dan Danish membuat perebutan posisi rookie tetap menarik untuk diikuti dalam tujuh seri tersisa. Sementara itu, Uriarte masih memimpin klasemen rookie dengan keunggulan yang dibangun dari konsistensi podium dan dua kemenangan.
Seri Jepang menjadi salah satu kesempatan berikutnya bagi para pembalap untuk memangkas jarak sekaligus memperbaiki posisi klasemen. Bagi Quiles, balapan di Motegi menjadi bagian penting untuk mempertahankan keunggulannya di puncak Moto3 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin