RADAR BANYUWANGI — Veda Ega Pratama hanya tertinggal satu poin dari Hakim Danish di klasemen Moto3 2026, membuat GP Jepang di Mobility Resort Motegi menjadi kesempatan penting bagi pembalap Indonesia itu untuk kembali merebut posisi ketujuh. Veda kini mengoleksi 100 poin, sedangkan Hakim Danish berada tepat di atasnya dengan 101 poin.
Persaingan keduanya menjadi salah satu perhatian menuju Grand Prix Jepang yang berlangsung di Mobility Resort Motegi pada 2-4 Oktober 2026.
Di tengah ketatnya persaingan papan tengah, Maximo Quiles masih berdiri kokoh di puncak klasemen dengan 306 poin.
Veda Turun ke Posisi Kedelapan
Perubahan posisi Veda terjadi setelah Grand Prix Austria di Red Bull Ring.
Pembalap Honda Team Asia itu mengawali balapan dari posisi ke-19. Namun, Veda mampu melakukan comeback hingga masuk ke kelompok depan.
Sayangnya, persaingan tersebut berakhir dengan insiden bersama David Muñoz yang membuat Veda mendapatkan long lap penalty.
Setelah menjalani hukuman, Veda akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-13.
Hasil tersebut memberinya tambahan tiga poin sehingga total koleksinya menjadi 100 poin.
Namun, tambahan poin yang diperoleh Hakim Danish membuat pembalap Malaysia itu menggeser Veda ke posisi ketujuh dengan 101 poin.
Kini hanya ada satu angka yang memisahkan keduanya.
Rookie of the Year Juga Ketat
Persaingan Veda tidak berhenti pada klasemen umum.
Pembalap Indonesia tersebut juga masih terlibat dalam perebutan Rookie of the Year Moto3 2026.
Dalam klasemen rookie, Brian Uriarte berada di posisi pertama dengan 174 poin. Hakim Danish menyusul di posisi kedua dengan 101 poin, sedangkan Veda berada di urutan ketiga dengan 100 poin.
Artinya, Veda hanya membutuhkan tambahan dua poin untuk melewati Hakim Danish dalam klasemen rookie.
Namun, jarak menuju Uriarte masih mencapai 74 poin.
Karena itu, GP Jepang menjadi kesempatan bagi Veda untuk menjaga dua target sekaligus: memperbaiki posisi di klasemen umum dan memperkecil jarak dalam persaingan rookie.
Quiles Unggul Jauh
Jika papan tengah masih berlangsung ketat, situasinya berbeda di posisi teratas.
Maximo Quiles memimpin klasemen dengan 306 poin.
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut unggul 131 poin atas Alvaro Carpe yang berada di posisi kedua dengan 175 poin.
David Almansa dan Brian Uriarte sama-sama mengoleksi 174 poin. Almansa berada di posisi ketiga, sedangkan Uriarte menempati peringkat keempat.
Marco Morelli berada di posisi kelima dengan 146 poin.
Valentin Perrone menyusul dengan 118 poin.
Setelah Hakim Danish dan Veda Ega Pratama, Matteo Bertelle berada di peringkat kesembilan dengan 86 poin. Adrian Cruces melengkapi 10 besar dengan 73 poin.
Sementara Guido Pini dan Rico Salmela sama-sama mengoleksi 70 poin.
GP Jepang Bisa Mengubah Papan Tengah
Grand Prix Jepang menjadi seri berikutnya dalam kalender Moto3 2026.
Balapan di Mobility Resort Motegi berlangsung pada 2-4 Oktober. Bagi Veda, seri tersebut menawarkan kesempatan untuk memperbaiki hasil setelah finis ke-13 di Austria.
Selisih satu poin dengan Hakim Danish membuat setiap tambahan angka menjadi penting.
Jika Veda mampu finis di posisi yang menghasilkan poin lebih banyak daripada Hakim, posisi keduanya di klasemen bisa berubah.
Namun, Veda juga harus memperhatikan pembalap di belakangnya.
Matteo Bertelle yang berada di posisi kesembilan mengoleksi 86 poin. Artinya, persaingan di sekitar Veda belum sepenuhnya aman.
Dengan demikian, GP Jepang bukan hanya soal mengejar Hakim Danish.
Veda juga perlu menjaga jarak dari para pembalap di belakangnya sembari membangun momentum menuju seri-seri berikutnya.
Klasemen Moto3 2026 menjelang GP Jepang memperlihatkan dua cerita berbeda: Maximo Quiles masih memimpin jauh, sedangkan persaingan papan tengah sangat rapat. Di tengahnya, Veda hanya membutuhkan satu hasil bagus untuk mengubah posisi ketujuh dan kedelapan.
Klasemen Moto3 2026
| Posisi | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | 306 |
| 2 | Alvaro Carpe | 175 |
| 3 | David Almansa | 174 |
| 4 | Brian Uriarte | 174 |
| 5 | Marco Morelli | 146 |
| 6 | Valentin Perrone | 118 |
| 7 | Hakim Danish | 101 |
| 8 | Veda Ega Pratama | 100 |
| 9 | Matteo Bertelle | 86 |
| 10 | Adrian Cruces | 73 |
| 11 | Guido Pini | 70 |
| 12 | Rico Salmela | 70 |
Editor : Ali Sodiqin