Pernah Dua Kali Juara, Veda Ega Pratama Kembali ke Motegi Bawa Rekor Bersejarah Indonesia

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:54 WIB
Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Punya Kans Besar Kembali Naik Podium. (Foto: Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama kembali ke Motegi dengan modal dua kemenangan dan rekor sebagai pebalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix. (Foto: Instagram/@veda_54)

RADAR BANYUWANGI — Veda Ega Pratama kembali ke Sirkuit Motegi dengan cerita yang jauh lebih besar dibanding tiga tahun lalu. Pernah dua kali menang di trek Jepang tersebut saat masih berlaga di IATC, kini pebalap Honda Team Asia itu datang sebagai pemegang rekor penting: pebalap Indonesia pertama yang mampu naik podium dalam balapan Grand Prix.

Rekor itu tercipta pada Moto3 Brasil 2026. Dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3, Veda berhasil finis ketiga dan menorehkan sejarah baru bagi Indonesia di panggung Grand Prix.

Kini, Veda mendapat kesempatan untuk kembali mencetak cerita di Jepang.

Moto3 Jepang 2026 menjadi seri ke-16 musim ini dan dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Motegi pada 2–4 Oktober. Trek tersebut bukan sekadar salah satu seri dalam kalender balap dunia bagi Veda.

Motegi pernah menjadi panggung dominasinya.

Dua Kali Indonesia Raya Berkibarlah di Motegi

Sebelum naik ke kelas Moto3, Veda sudah mengenal karakter Motegi melalui Idemitsu Asia Talent Cup (IATC).

Pada putaran kedua IATC 2023, yang berlangsung 30 September–1 Oktober di Twin Ring Motegi, Veda menyapu bersih dua kemenangan dari dua race.

Pada race pertama, Veda sebenarnya hanya memulai balapan dari posisi keenam. Namun, ia mampu segera merangsek ke grup terdepan dan terlibat persaingan ketat dengan pebalap tuan rumah.

Kesempatan datang ketika Veda menemukan momentum untuk melakukan overtake.

Ia pun mengakhiri balapan di posisi pertama.

Cerita serupa kembali terjadi pada race kedua. Veda menjaga ritme sejak awal hingga akhirnya mampu menciptakan jarak dengan para rival menjelang garis finis.

Kemenangan kedua membuat lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di Motegi.

Dua race, dua kemenangan.

Saat itu, Veda juga memimpin klasemen sementara IATC 2023 dengan 95 poin. Pada akhir musim, ia berhasil merebut gelar juara IATC 2023.

Kini Veda Membawa Rekor dari Indonesia

Tiga tahun setelah dua kemenangan tersebut, Veda kembali ke Motegi dengan status yang berbeda.

Ia kini menjadi bagian dari Honda Team Asia di Kejuaraan Dunia Moto3. Persaingannya pun bukan lagi sekadar dengan pebalap muda Asia, tetapi dengan rider-rider dari berbagai negara di level Grand Prix.

Meski demikian, Veda sudah membuktikan dirinya mampu menembus persaingan tersebut.

Podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 menjadi tonggak penting. Veda tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix.

Rekor itu memberi warna berbeda dalam perjalanan Veda menuju Jepang.

Motegi yang pernah menjadi tempatnya dua kali meraih kemenangan kini menjadi bagian dari panggung yang lebih besar.

Sudah Kumpulkan 100 Poin

Performa Veda sepanjang Moto3 2026 juga membuat posisinya cukup kuat di klasemen.

Setelah seri Austria, ia telah mengumpulkan 100 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen sementara.

Hasil di Austria sebenarnya tidak menggambarkan sepenuhnya kecepatan Veda sepanjang balapan.

Memulai dari posisi ke-19, pebalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu mampu melesat hingga posisi keempat.

Namun, insiden dengan David Muñoz dan hukuman Long Lap Penalty membuat posisi akhirnya berubah. Veda harus puas finis ke-13.

Kini, Motegi menjadi kesempatan berikutnya untuk kembali mengumpulkan poin.

Motegi, Memori Lama dengan Target Baru

Ada satu modal yang tidak dimiliki semua pebalap: Veda sudah pernah merasakan bagaimana rasanya menang di Motegi.

Namun, pengalaman itu tidak otomatis membuat balapan kali ini menjadi mudah.

Motor yang digunakan berbeda. Kelasnya berbeda. Lawan dan tingkat persaingannya juga berbeda.

Yang tetap sama adalah lintasannya dan memori Veda tentang dua kemenangan pada 2023.

Kini, Veda datang bukan hanya sebagai mantan juara IATC di Motegi. Ia datang sebagai bagian dari generasi baru pebalap Indonesia yang sedang membuat sejarah di Kejuaraan Dunia Moto3.

Moto3 Jepang 2026 pada 2–4 Oktober akan menjadi ujian berikutnya.

Bagi Veda, Motegi menawarkan dua hal sekaligus: tempat untuk menghidupkan kembali memori kemenangan dan panggung untuk melanjutkan rekor bersejarah Indonesia di Grand Prix. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Moto3 Jepang Rekor Veda veda ega pratama sirkuit motegi