MotoGP Ubah Aturan Latihan Start, Pit Lane Tak Lagi Boleh Digunakan

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:27 WIB
Pembalap MotoGP menjalani latihan start di area yang telah ditentukan. Grand Prix Commission melarang latihan start dari pintu keluar pit lane di seluruh sirkuit setelah zona khusus tersedia di kalender MotoGP. (Instagra/MotoGP)
Pembalap MotoGP menjalani latihan start di area yang telah ditentukan. Grand Prix Commission melarang latihan start dari pintu keluar pit lane di seluruh sirkuit setelah zona khusus tersedia di kalender MotoGP. (Instagram/MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - MotoGP mengubah aturan latihan start. Grand Prix Commission memutuskan melarang pembalap melakukan practice start atau latihan start dari pintu keluar pit lane di seluruh sirkuit.

Keputusan itu diumumkan pada 23 September 2026. Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan regulasi menuju musim MotoGP 2027.

Sebelumnya, latihan start dari pintu keluar pit lane masih diperbolehkan di sedikit lebih dari 30 persen sirkuit dalam kalender. Di trek lain, Race Direction sudah melarang praktik tersebut dan mengarahkan pembalap ke zona latihan start yang telah ditentukan.

Kini, aturannya dibuat seragam.

Seluruh sirkuit dalam kalender MotoGP sudah memiliki zona khusus latihan start. Selain itu, kelas MotoGP memiliki sesi khusus untuk melakukan latihan start pada setiap akhir pekan Grand Prix.

“Latihan start dari pintu keluar pit lane dilarang di semua sirkuit mulai 2027,” demikian kutipan MotoGP dalam keterangan resminya.

Keberadaan fasilitas khusus itu menjadi dasar Grand Prix Commission menghapus penggunaan pintu keluar pit lane sebagai lokasi latihan start.

Latihan Start Tetap Ada

Perubahan aturan bukan berarti pembalap tidak boleh lagi melakukan latihan start.

Yang berubah hanya lokasinya.

Pembalap tetap bisa mencoba prosedur peluncuran motor dari posisi diam. Namun, mereka harus memanfaatkan zona khusus atau sesi latihan start yang telah disediakan.

FIM menegaskan hal itu dalam keputusan Grand Prix Commission.

“Latihan start dari pit lane kini dilarang di semua sirkuit dan berlaku efektif segera,” tulis FIM.

Sebelum aturan tersebut diterbitkan, regulasi FIM MotoGP 2026 masih memberikan ruang bagi pembalap untuk melakukan latihan start di ujung pit lane sebelum memasuki lintasan. Syaratnya, kondisi harus aman dan tidak ada larangan khusus dari Race Direction.

Pembalap juga diperbolehkan melakukan latihan start setelah melewati bendera finis pada akhir sesi latihan atau warm-up. Namun, latihan itu hanya boleh dilakukan di zona yang sudah ditentukan.

Dengan perubahan terbaru, pilihan melakukan latihan start dari pintu keluar pit lane dihapus.

Zona Khusus Sudah Tersedia

Grand Prix Commission tidak menyebut insiden tertentu sebagai alasan perubahan aturan.

FIM justru menekankan kesiapan fasilitas di seluruh sirkuit. Zona khusus latihan start kini sudah tersedia di seluruh kalender.

MotoGP juga telah memasukkan sesi latihan start dalam rangkaian aktivitas pembalap pada sejumlah agenda lintasan.

Pada tes pramusim Sepang dan Buriram, misalnya, sesi latihan start dijadwalkan secara khusus. Pembalap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba prosedur peluncuran motor sebelum kompetisi dimulai.

Praktik serupa juga terlihat pada sejumlah akhir pekan Grand Prix. Artinya, latihan start tetap menjadi bagian penting dalam persiapan pembalap.

Perubahan terbaru hanya memindahkan aktivitas itu dari area keluar pit lane ke lokasi yang memang disiapkan khusus.

Berlaku Sekarang atau Mulai 2027?

Ada satu hal yang menarik dalam pengumuman resmi Grand Prix Commission: waktu penerapan aturan ditulis dengan dua redaksi berbeda.

Pada bagian judul keputusan, FIM menyebut larangan latihan start dari pintu keluar pit lane berlaku efektif pada musim 2027.

MotoGP juga menyampaikan perubahan tersebut sebagai aturan yang berlaku di seluruh sirkuit mulai 2027.

Namun, pada bagian penjelasan keputusan yang sama, FIM menyebut aturan itu “berlaku efektif segera”.

Perbedaan redaksi tersebut membuat waktu penerapannya perlu dibaca secara hati-hati.

Motorsport.com menafsirkan keputusan itu sebagai aturan yang mulai diterapkan pada Grand Prix Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi. Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026, tidak lama setelah keputusan Grand Prix Commission diumumkan.

Dengan demikian, larangan latihan start dari pintu keluar pit lane dipastikan menjadi aturan menyeluruh pada musim 2027. Sementara itu, redaksi keputusan FIM mengindikasikan penerapannya sudah dimulai sejak akhir musim 2026.

Bukan Satu-satunya Perubahan

Larangan latihan start dari pit lane bukan satu-satunya keputusan yang diumumkan Grand Prix Commission.

Untuk kelas MotoGP, batas putaran mesin 20.000 rpm yang telah diterapkan melalui perangkat lunak ECU akan dicantumkan secara eksplisit dalam regulasi.

FIM menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas ketentuan yang sebelumnya sudah diterapkan secara teknis melalui ECU.

Perubahan juga menyentuh kelas Moto2.

Sistem konsesi Moto2 akan disesuaikan pada 2027 seiring hadirnya spesifikasi mesin baru dari Triumph. Seluruh tim akan memulai musim tanpa konsesi, sebelum status tersebut dievaluasi kembali pada pertengahan musim.

Sementara itu, penggunaan bahan bakar 100 persen nonfosil untuk Moto2 dan Moto3 dijadwalkan mulai musim 2028.

Bagi pembalap MotoGP, perubahan aturan latihan start jauh lebih sederhana. Mereka tetap bisa menguji prosedur start, tetapi tidak lagi dari pintu keluar pit lane.

Zona khusus yang tersedia di setiap sirkuit kini menjadi tempat utama untuk melakukan latihan tersebut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotoGP 2027 aturan MotoGP practice start MotoGP Grand Prix Commission pit lane MotoGP