RADAR BANYUWANGI - Perebutan gelar MotoGP 2026 mulai menunjukkan pola baru. Jorge Martin dan Marc Marquez kini hanya dipisahkan 12 poin di dua posisi teratas, sementara jarak menuju para pengejar mulai terbuka.
Selepas GP Austria di Red Bull Ring, Martin memimpin klasemen dengan 306 poin. Marquez membuntuti dengan 294 poin, sedangkan Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 264 poin.
Pedro Acosta naik ke peringkat keempat dengan 234 poin. Fabio Di Giannantonio melengkapi lima besar dengan 230 poin.
Situasinya berubah jauh dibandingkan pertengahan musim.
Setelah 11 Grand Prix, lima pembalap teratas hanya dipisahkan 24 poin. MotoGP menyebutnya sebagai persaingan lima besar terketat pada era modern setelah 11 seri.
Saat itu, Martin memimpin di depan Ai Ogura, Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio. Kini, selepas ronde ke-15 di Austria, jarak Martin dengan posisi kelima sudah melebar menjadi 76 poin.
Duel terdekat pun kini berada di antara Martin dan Marquez.
Keduanya tiba di Red Bull Ring dengan jumlah poin sama. Martin kemudian mendapatkan akhir pekan yang lebih produktif.
Pembalap Aprilia itu memenangkan Sprint setelah bangkit dari posisi kedelapan. Dia kemudian finis kedua pada balapan utama di belakang Pedro Acosta.
Total 32 poin dibawa pulang Martin dari Austria. Hasil tersebut membuatnya meninggalkan Red Bull Ring dengan keunggulan 12 poin.
“Saya rasa kami mendapatkan hasil maksimal dari akhir pekan ini,” kata Martin setelah balapan.
Marquez mengalami situasi berbeda.
Juara dunia bertahan itu finis kedua pada Sprint, tetapi hanya mampu menempati posisi kelima pada Grand Prix. Dia mengumpulkan 20 poin sepanjang akhir pekan.
Masalah rem depan menjadi salah satu penyebabnya.
“Tuas rem depan tidak konsisten; setiap titik pengereman berbeda,” ujar Marquez.
Dia bahkan sempat merasa tidak dapat melanjutkan balapan sebelum fungsi rem kembali membaik. Namun, kesempatan untuk mengejar barisan depan telanjur hilang.
Di belakang Martin dan Marquez, Bezzecchi masih menempati posisi ketiga. Podium di Austria membuat pembalap Aprilia tersebut mengoleksi 264 poin.
Namun, jaraknya dengan Martin kini mencapai 42 poin. Bezzecchi juga tertinggal 30 poin dari Marquez.
Posisi itu menunjukkan bahwa persaingan memang mulai membentuk jarak. Meski demikian, musim belum selesai. Austria baru menjadi ronde ke-15 dari total 22 Grand Prix pada kalender 2026.
Pedro Acosta menjadi bukti bahwa pembalap di luar tiga besar tetap dapat mengubah distribusi poin.
Rider KTM itu merebut kemenangan Grand Prix pertamanya di kelas MotoGP setelah menyalip Martin dan kemudian mempertahankan posisi terdepan hingga finis.
Kemenangan tersebut juga membawanya melonjak ke posisi keempat klasemen dengan 234 poin.
Acosta datang ke balapan Minggu dengan beban tersendiri. Sehari sebelumnya, dia kehilangan peluang kemenangan Sprint setelah terjatuh ketika sedang memimpin.
Kali ini, dia tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Saya hampir buang air besar di celana!” ujar Acosta seusai akhirnya meraih kemenangan pertamanya di MotoGP.
Di balik ekspresi tersebut, kemenangan Acosta memiliki efek langsung terhadap persaingan gelar. Martin kehilangan lima poin yang tersedia untuk pemenang Grand Prix, sementara Marquez hanya finis kelima.
Artinya, pembalap yang secara klasemen berada di luar kelompok teratas tetap bisa memengaruhi jumlah poin yang direbut kandidat juara.
Acosta sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak melihat posisi saat ini sebagai tekanan perebutan gelar. Seusai Austria, dia menyebut dirinya sebagai pembalap yang tidak memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan karena tidak sedang berfokus pada kejuaraan.
Persaingan kini bergerak menuju rangkaian balapan flyaway. Grand Prix Jepang pada 2–4 Oktober menjadi ronde ke-16.
Martin membawa keunggulan. Marquez hanya terpaut 12 poin. Bezzecchi berada 42 poin dari puncak.
Belum cukup untuk menyatakan perebutan gelar sudah menjadi duel dua pembalap. Namun, dibandingkan situasi selepas 11 Grand Prix ketika lima rider hanya terpisah 24 poin, peta persaingan MotoGP 2026 jelas mulai berubah.
Editor : Lugas Rumpakaadi