RADAR BANYUWANGI - Sehari setelah Grand Prix Austria, deru mesin MotoGP belum berhenti di Red Bull Ring. Senin (21/9), sirkuit di Spielberg itu kembali dipenuhi aktivitas untuk pengujian ban Pirelli menuju MotoGP 2027.
Sebanyak 18 pembalap dari lima pabrikan turun dalam sesi tertutup tersebut. Nama-nama besar seperti Marc Márquez, Pedro Acosta, Marco Bezzecchi, Brad Binder, hingga Toprak Razgatlıoğlu ambil bagian.
Tes itu menjadi salah satu tahapan penting menjelang perubahan besar MotoGP musim depan. Selain Pirelli menggantikan Michelin sebagai pemasok ban, kapasitas mesin akan turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc.
Karena tidak semua pabrikan memiliki jumlah prototipe 850 cc yang cukup, pengujian dilakukan menggunakan dua jenis motor. Sebagian pembalap mengendarai prototipe 850 cc, sedangkan lainnya memakai motor 1.000 cc generasi sekarang yang telah dimodifikasi untuk mendekati konfigurasi teknis 2027.
Pirelli menyediakan tiga pilihan kompon slick, yakni soft, medium, dan hard, untuk roda depan maupun belakang. Kondisi cuaca relatif stabil dan cerah dengan temperatur aspal berkisar 19 hingga 38 derajat Celsius.
Red Bull Ring menawarkan karakter berbeda bagi proses pengembangan tersebut. Layout MotoGP memiliki panjang 4,348 kilometer dengan perpaduan lintasan lurus cepat dan tikungan menantang.
Perbedaan elevasi antara titik tertinggi dan terendah mencapai 65 meter. Tanjakan maksimalnya mencapai 12 persen, sedangkan bagian menurun mencapai 9,3 persen. Karakter itu membuat lintasan di Austria menjadi tempat menarik untuk mengevaluasi grip, stabilitas, pengereman, dan respons motor.
Direktur Pirelli Motorcycle Racing Giorgio Barbier mengatakan pengujian di Austria menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan ban musim depan.
“Dengan tes hari ini, kami kembali membuat langkah maju dalam pengembangan rangkaian 2027,” kata Barbier.
Menurut dia, tanggapan yang diperoleh Pirelli secara umum positif.
“Umpan balik secara keseluruhan positif, terutama terkait grip dan stabilitas,” ujarnya.
Barbier menilai kehadiran sejumlah rookie juga memberi manfaat karena mereka membawa pendekatan dan perspektif berkendara berbeda.
Tes Austria diikuti Johann Zarco, Diogo Moreira, dan Takaaki Nakagami untuk Honda. Yamaha menurunkan Toprak Razgatlıoğlu, Jack Miller, Izan Guevara, dan Augusto Fernández.
Ducati membawa Marc Márquez, Franco Morbidelli, serta Fermín Aldeguer. Aprilia diperkuat Marco Bezzecchi, Raúl Fernández, dan Lorenzo Savadori. Sementara KTM menurunkan Pedro Acosta, Brad Binder, Pol Espargaró, Maverick Viñales, serta Senna Agius.
Bagi Pol Espargaró, pengujian di Red Bull Ring juga menjadi kesempatan untuk melihat perilaku prototipe 850 cc KTM di lintasan berbeda.
Test rider KTM tersebut sebelumnya mengatakan perubahan sirkuit dan temperatur dapat membuat karakter motor ikut berubah.
“Ada banyak pekerjaan. Pertama-tama, kami ingin melihat bagaimana motor bereaksi di sirkuit lain,” ujar Espargaró menjelang tes.
Espargaró bukan hanya menjalankan tugas pengembangan pada akhir pekan tersebut. Dia juga turun dalam GP Austria untuk menggantikan Maverick Viñales di Red Bull KTM Tech3.
Sesi di Red Bull Ring menjadi tes in-season kedua dan terakhir pada 2026 yang membuka kesempatan bagi pembalap reguler untuk mencoba ban Pirelli sebelum era baru dimulai. Tes serupa sebelumnya berlangsung di Brno pada 22 Juni.
Setelah Austria, pengembangan tetap berlanjut melalui tes privat. Seluruh pembalap yang akan berlaga pada MotoGP 2027 dijadwalkan mendapatkan kesempatan bersama dalam tes Valencia pada 1 Desember.
Sesi tersebut akan menjadi agenda berikutnya. Sebab, seluruh grid 2027 untuk kali pertama akan menggunakan ban Pirelli dalam tes dengan pencatatan waktu resmi.
Tes Austria sendiri berlangsung tertutup tanpa publikasi catatan waktu resmi. Karena itu, fokus utamanya bukan menentukan siapa yang tercepat, melainkan mengumpulkan data untuk mematangkan ban yang akan digunakan ketika regulasi 850 cc resmi berlaku.
MotoGP 2027 memang membawa perubahan besar. Kapasitas mesin turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc, aerodinamika dibatasi, perangkat pengatur ketinggian motor dihapus, dan Pirelli mengambil alih posisi Michelin sebagai pemasok ban kelas utama.
Editor : Lugas Rumpakaadi