RADAR BANYUWANGI - Pedro Acosta mengubah salah satu kesalahan paling menyakitkan dalam kariernya menjadi kemenangan bersejarah hanya dalam waktu 24 jam.
Setelah terjatuh ketika memimpin Sprint, pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu bangkit untuk merebut kemenangan Grand Prix MotoGP pertamanya pada GP Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (20/9).
Acosta menuntaskan 28 lap dengan waktu 42 menit 16,996 detik. Jorge Martin finis kedua dengan selisih 1,017 detik, sedangkan rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, melengkapi podium dengan selisih 1,209 detik.
Hasil tersebut menjadi penebusan sempurna setelah drama Sprint sehari sebelumnya.
Acosta sebenarnya berada di jalur kemenangan pada Sprint. Ia telah memimpin hampir tiga detik ketika kehilangan kendali KTM RC16 di Tikungan 2 pada lap ke-12 dari 14 lap.
Insiden itu terjadi hanya tiga lap sebelum finis dan menyerahkan kemenangan kepada Martin.
“Kemarin sangat menyakitkan. Sulit menerima bahwa saya membuang kesempatan itu, tetapi hari ini semuanya terbayar,” kata Acosta seusai balapan, diterjemahkan dari konferensi pers pascabalapan.
Acosta bahkan menyebut kecelakaan Sprint tersebut sebagai kesalahan paling memalukan dalam kariernya.
Namun, pada Minggu ia tidak mengulanginya.
Kejar Tiga Aprilia
Acosta memulai Grand Prix dari posisi ketiga setelah Martin merebut pole dengan 1 menit 27,917 detik. Marc Marquez berada di P2 dan Acosta hanya terpaut 0,071 detik dari Martin.
Start Acosta tidak sempurna. Aprilia justru menguasai tiga posisi terdepan pada fase awal melalui Martin, Bezzecchi, dan Ai Ogura.
Namun, Acosta segera bergerak maju.
Ia melewati Marquez pada lap pembuka, kemudian menyingkirkan Ogura dan Bezzecchi sebelum mengejar Martin. Setelah beberapa lap menekan pembalap Aprilia tersebut, Acosta akhirnya mengambil alih pimpinan pada lap kesembilan.
Sejak saat itu, Acosta menjaga jarak di depan.
Martin sempat bertahan dalam jangkauan, tetapi tidak mampu mendekat untuk melakukan serangan pada fase akhir. Acosta akhirnya melintasi garis finis dengan keunggulan 1,017 detik.
“Kemenangan pertama selalu spesial, terlebih di depan begitu banyak penggemar Austria. Saya sangat bahagia untuk tim,” ujar Acosta dalam pernyataan resmi KTM.
15 Podium Akhirnya Berbuah Kemenangan
Kemenangan itu mengakhiri penantian panjang Acosta di kelas utama.
Sebelum GP Austria, pembalap berusia 22 tahun tersebut telah mengoleksi 15 podium Grand Prix MotoGP tanpa pernah berdiri di posisi tertinggi. Austria menjadi kemenangan Grand Prix pertamanya pada start ke-56 di kelas utama.
Momen tersebut terasa lebih istimewa karena terjadi di Red Bull Ring, kandang KTM.
Kemenangan Acosta juga mengakhiri paceklik kemenangan Grand Prix KTM di MotoGP yang berlangsung sejak GP Thailand 2022.
Bagi Acosta, keberhasilan di Austria sekaligus menjadi salah satu hasil paling emosional sebelum ia meninggalkan KTM untuk bergabung dengan Ducati Lenovo pada 2027.
Martin Tetap Pimpin Klasemen
Meski gagal menang, Martin meninggalkan Austria dengan keuntungan penting dalam perebutan gelar.
Tambahan 20 poin dari posisi kedua membuat pembalap Aprilia tersebut mengoleksi 306 poin.
Marc Marquez, yang hanya finis kelima, berada di posisi kedua klasemen dengan 294 poin. Artinya, Martin kini memiliki keunggulan 12 poin.
Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 264 poin, sedangkan kemenangan di Austria membawa Acosta naik ke posisi keempat dengan 234 poin.
Martin juga memberikan penghormatan kepada Acosta setelah balapan.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Pedro. Dia sudah berjuang keras selama beberapa tahun untuk mendapatkan kemenangan ini,” kata Martin kepada TNT Sports.
Editor : Lugas Rumpakaadi