RADAR BANYUWANGI – Pedro Acosta membutuhkan waktu 56 Grand Prix untuk akhirnya merasakan kemenangan di kelas utama MotoGP.
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menjuarai MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (20/9), kurang dari 24 jam setelah membuang peluang kemenangan Sprint akibat kesalahannya sendiri.
Acosta menyelesaikan 28 lap dalam 42 menit 16,996 detik. Jorge Martin finis kedua, terpaut 1,017 detik. Marco Bezzecchi melengkapi podium dengan selisih 1,209 detik, sedangkan Ai Ogura membawa Aprilia ketiga ke P4.
Marc Marquez menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi kelima, 7,339 detik dari Acosta.
Dari Kesalahan Sprint Menuju Kemenangan
Sehari sebelumnya, Acosta berada di jalur kemenangan Sprint.
Dia memimpin dengan keunggulan hampir tiga detik ketika kehilangan konsentrasi saat melihat informasi di dashboard. Acosta terlambat menentukan titik pengereman dan terjatuh di Tikungan 2 ketika tersisa tiga lap. Martin kemudian mengambil kemenangan.
Acosta tidak mencari alasan.
“Saya kehilangan titik pengereman. Itu kesalahan saya,” ujarnya setelah Sprint.
Dia bahkan membuat janji sederhana untuk balapan utama.
“Besok, jika berada di situasi yang sama, saya pasti tidak akan mengendur,” kata Acosta.
Minggu, dia membuktikannya.
Acosta Bangkit setelah Sempat Turun Posisi
Martin memulai Grand Prix dari pole setelah mencatat 1 menit 27,917 detik. Marc Marquez berada di P2, hanya terpaut 0,015 detik, sedangkan Acosta start ketiga dengan selisih 0,071 detik dari Martin.
Martin mengambil holeshot. Bezzecchi dan Ogura juga melakukan start bagus sehingga Aprilia sempat menguasai tiga posisi terdepan.
Acosta justru sempat turun ke P5. Namun, situasi itu tidak berlangsung lama.
Dia melewati Marc pada lap pembuka, kemudian menyingkirkan Ogura dan Bezzecchi pada fase awal lap kedua. Target berikutnya tinggal Martin.
Acosta beberapa kali mencoba menyerang sebelum akhirnya merebut pimpinan pada lap kesembilan.
Setelah berada di depan, dia tidak mengulangi pendekatan Sprint dengan berusaha membangun jarak beberapa detik. Acosta menjaga Martin sekitar delapan persepuluh detik pada fase tengah, kemudian memperbesar gap menjadi sekitar satu detik ketika tersisa delapan lap.
Reuters juga mencatat Acosta mengambil posisi pertama dari Martin pada lap kesembilan dan tidak lagi kehilangan pimpinan hingga finis.
Fastest Lap Tegaskan Pace Acosta
Catatan waktu memperlihatkan kecepatan Acosta bukan sekadar keuntungan posisi trek.
Dia membukukan fastest lap race 1 menit 29,533 detik pada lap keempat.
Martin berada di urutan kedua daftar fastest lap dengan 1 menit 29,664 detik. Brad Binder mencatat 1 menit 29,778 detik, disusul Marc Marquez 1 menit 29,798 detik dan Bezzecchi 1 menit 29,879 detik.
Bagnaia, sebagai perbandingan, mencatat putaran terbaik 1 menit 30,146 detik.
Pada hari ketika Aprilia menempatkan tiga motor dalam empat besar, Acosta menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mengalahkan seluruh RS-GP.
Aprilia Tetap Tampil Sangat Kuat
Kalah dari Acosta tidak membuat akhir pekan Aprilia dapat disebut buruk.
Martin meraih pole dan memenangi Sprint. Bezzecchi finis P3 dalam Sprint, sedangkan Ogura berada di P4. Pole Martin juga menjadi pole keempat beruntun Aprilia pada musim 2026.
Pada Grand Prix, Martin-Bezzecchi-Ogura kembali menempati P2-P3-P4.
Itu berarti hanya Acosta yang mencegah Aprilia menyapu tiga tempat podium pada Minggu.
Marc Marquez Kehilangan Poin Penting
Marc mengalami balapan yang lebih sulit.
Setelah kehilangan posisi pada awal lomba, dia melebar di Tikungan 1 pada lap kesembilan dan sempat turun hingga P7. Marc kemudian bangkit ke P5, tetapi tidak mampu mengejar kelompok podium.
Situasi tersebut berdampak langsung pada perebutan gelar.
Martin dan Marc datang ke Austria sama-sama membawa 274 poin. Kemenangan Sprint membuat Martin unggul tiga angka, 286 berbanding 283.
P2 pada Grand Prix memberi Martin tambahan 20 poin, sedangkan Marc mendapat 11 poin dari P5.
Martin kini mengoleksi 306 poin. Marc berada di posisi kedua dengan 294 poin. Keunggulan Martin pun melebar menjadi 12 angka.
Bezzecchi mengoleksi 264 poin di P3. Acosta naik ke P4 dengan 234 poin setelah mendapat tambahan maksimal 25 angka, diikuti Fabio Di Giannantonio 230 dan Ogura 222.
KTM Menang, Yamaha Tanpa Poin
Brad Binder ikut memperkuat hasil KTM dengan bangkit dari grid P11 menuju P6.
Sebaliknya, Yamaha gagal mendapatkan poin. Fabio Quartararo finis P17, Alex Rins P19, Toprak Razgatlioglu P20, dan Jack Miller P21.
Austria akhirnya menghasilkan dua pemenang berbeda.
Acosta membawa pulang trofi Grand Prix untuk kali pertama dalam karier MotoGP sekaligus memberikan kemenangan pertama KTM sejak GP Thailand 2022.
Martin tidak memenangkan balapan utama, tetapi mengumpulkan 32 poin sepanjang akhir pekan dan meninggalkan Spielberg dengan posisi lebih kuat dalam persaingan gelar.
Bagi Acosta, maknanya lebih personal. Sabtu dia kehilangan kemenangan karena satu kesalahan. Minggu dia kembali mendapat kesempatan berada di depan, dan kali ini tidak melepaskannya.
Editor : Lugas Rumpakaadi