RADAR BANYUWANGI – MotoGP Austria 2026 memasuki hari penentuan di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (20/9). Jorge Martin berada dalam posisi kuat setelah merebut pole dan memenangi Sprint, tetapi balapan utama 28 lap berpotensi menghadirkan cerita berbeda.
Marc Marquez tetap berada dekat dengannya. Pedro Acosta memperlihatkan kecepatan luar biasa sepanjang akhir pekan, meski dua kecelakaan beruntun menjadi tanda tanya. Marco Bezzecchi pun memberi peringatan dengan menjadi pembalap tercepat pada Warm Up Minggu pagi.
Dengan data tersebut, Martin layak menjadi pilihan tipis untuk kemenangan. Namun, Acosta bisa menjadi ancaman terbesar jika mampu menjalankan balapan tanpa kesalahan.
Red Bull Ring akan menggelar race sepanjang 28 lap atau 121,74 kilometer. Trek 4,35 kilometer tersebut memiliki delapan tikungan kanan, tiga tikungan kiri, dan lintasan lurus terpanjang 810 meter.
Martin Punya Paket Paling Lengkap
Martin merebut pole dengan catatan 1 menit 27,917 detik. Marquez hanya tertinggal 0,015 detik, sedangkan Acosta 0,071 detik. Tiga pembalap baris terdepan dipisahkan kurang dari sepersepuluh detik.
Nilai lebih Martin terlihat dalam Sprint.
Setelah memimpin menuju Tikungan 1, pembalap Aprilia Racing itu terlempar hingga P8 akibat duel pada lap pembuka. Martin kemudian melewati Brad Binder, Francesco Bagnaia, Ai Ogura, Alex Marquez, Bezzecchi, hingga akhirnya Marc Marquez.
Peluang kemenangan terbuka ketika Acosta, yang sudah unggul sekitar dua detik, terjatuh di Tikungan 2A dengan tiga lap tersisa. Martin pun membawa pulang kemenangan dan kembali memimpin klasemen dengan 286 poin, tiga angka di depan Marquez.
Martin sendiri tidak menganggap Sprint sebagai bukti bahwa race bakal mudah.
“Pedro sangat kuat dan saya pikir besok dia akan berusaha habis-habisan untuk meraih kemenangan pertamanya. Saya akan mencoba tampil cepat dan konsisten,” kata Martin setelah Sprint.
Masalah arm pump masih menjadi variabel, tetapi penampilannya pada Sabtu memberikan sinyal positif. Sebelum akhir pekan Austria, Martin bahkan mengatakan balapan tersebut akan menentukan apakah dia memerlukan operasi.
Marquez Tetap Berbahaya
Marquez start dari P2 dan kembali memperlihatkan konsistensi dengan berada di posisi kedua pada Warm Up.
Juara dunia bertahan itu juga memiliki rekam race utama yang lebih kuat pada musim ini. Sebelum GP Austria, Marquez sudah memenangi empat Grand Prix, sedangkan Martin satu.
Namun, Marquez mengakui Martin dan Acosta saat ini sangat cepat.
“Besok akan menjadi balapan yang lebih panjang dan membutuhkan pengelolaan yang lebih strategis. Saya akan mencoba memberikan seratus persen,” ujar Marquez.
Dengan hanya tiga poin memisahkan Martin dan Marquez, duel keduanya juga membawa konsekuensi besar terhadap perebutan gelar.
Acosta: Sangat Cepat, tetapi Jangan Jatuh Lagi
Jika hanya melihat kecepatan, Pedro Acosta memiliki alasan kuat untuk percaya diri.
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menguasai Jumat dan memimpin sebagian besar Sprint. Setelah mengambil alih posisi pertama, Acosta membangun keunggulan hingga hampir tiga detik sebelum terjatuh tiga lap menjelang finis.
Acosta mengakui kesalahannya berasal dari hilangnya konsentrasi ketika mulai mengendurkan kecepatan.
“Besok, jika saya berada di posisi yang sama, saya pasti tidak akan mengendur,” katanya.
Acosta juga menilai manajemen ban dan konsumsi bahan bakar akan memainkan peran besar pada race.
Peringatan kembali muncul Minggu pagi. Acosta mencatat waktu tercepat ketiga dalam Warm Up, tetapi terjatuh di Tikungan 9 pada lap terakhir. Dia tidak mengalami cedera.
Itulah paradoks Acosta menjelang race. KTM mempunyai kecepatan untuk menang, tetapi pembalap berusia 22 tahun tersebut harus terlebih dahulu menghindari kesalahan.
Bezzecchi Bisa Mengacaukan Trio Depan
Marco Bezzecchi start dari P4, finis ketiga pada Sprint, kemudian menjadi yang tercepat pada Warm Up.
Pembalap Aprilia tersebut mengakui masih kehilangan sedikit kecepatan dibanding Martin, Marquez, dan Acosta pada Sprint. Namun, dia berencana memanfaatkan data rekan setimnya.
“Jorge sudah lebih banyak bekerja untuk race pace dan sangat cepat. Jadi, saya bisa melihat datanya dan memahami di mana saya bisa berkembang,” kata Bezzecchi.
Warm Up menunjukkan proses tersebut setidaknya menghasilkan sinyal positif. Bezzecchi mencatat 1 menit 29,337 detik, unggul 0,157 detik atas Marquez.
Prediksi Race MotoGP Austria 2026
Dengan seluruh data sampai Warm Up, Martin menjadi kandidat tipis untuk menang. Pole, kemenangan Sprint, kemampuan menyalip, dan pace Aprilia menjadi modal utamanya.
Prediksi podium:
- Jorge Martin – Aprilia Racing
- Marc Marquez – Ducati Lenovo Team
- Pedro Acosta – Red Bull KTM Factory Racing
Namun, Acosta adalah variabel terbesar. Jika mampu mempertahankan kecepatan seperti pada Sprint tanpa kembali melakukan kesalahan, peluang kemenangan Grand Prix MotoGP pertamanya terbuka lebar.
Bezzecchi menjadi kandidat paling kuat untuk menggagalkan susunan tiga besar tersebut.
Race MotoGP Austria dijadwalkan mulai Minggu pukul 19.00 WIB.
Editor : Lugas Rumpakaadi