RADAR BANYUWANGI – Maximo Quiles semakin dekat dengan gelar juara dunia Moto3 2026. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu memenangi Grand Prix Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (20/9).
Di balik kemenangan kesembilan Quiles musim ini, Veda Ega Pratama menghadirkan balapan penuh drama. Rookie Honda Team Asia tersebut melesat dari grid ke-19 hingga bertarung memperebutkan posisi keempat, tetapi dua kali menjalani Long Lap Penalty (LLP) sebelum akhirnya finis P13.
Quiles mengalahkan Brian Uriarte dengan selisih 2,334 detik. Alvaro Carpe melengkapi podium di posisi ketiga, 7,394 detik di belakang pemenang.
Kemenangan tersebut menjadi yang kesembilan bagi Quiles pada musim 2026 dan kemenangan ke-12 sepanjang kariernya di Moto3. Koleksinya kini mencapai 306 poin di puncak klasemen.
Almansa Jatuh saat Memimpin
Uriarte sebenarnya memulai balapan dari pole setelah mencetak waktu 1 menit 39,544 detik pada kualifikasi. Catatan itu sekaligus menjadi rekor lap sepanjang masa Moto3 di Red Bull Ring.
David Almansa start kedua, Carpe ketiga, sedangkan Quiles berada di grid keempat. Veda harus berangkat jauh dari posisi ke-19 setelah gagal menembus Q2.
Begitu lampu start padam, Almansa mengambil alih pimpinan. Quiles kemudian naik ke posisi kedua dan keduanya mulai meninggalkan kelompok pengejar.
Balapan berubah pada lap kedelapan. Almansa, yang saat itu memimpin dengan jarak sekitar 0,6 detik, kehilangan kendali di Tikungan 2B dan terjatuh. Quiles otomatis mengambil posisi terdepan.
Uriarte sempat memangkas jarak, tetapi Quiles kembali meningkatkan tempo pada lap-lap terakhir. Pembalap bernomor 28 tersebut akhirnya mengunci kemenangan dengan keunggulan lebih dari dua detik.
Veda dari P19 Ikut Berebut P4
Perhatian masyarakat Indonesia tertuju pada Veda.
Berangkat dari baris ketujuh di P19, pembalap 17 tahun itu melakukan comeback dan bergabung dalam rombongan besar yang memperebutkan posisi keempat.
Kecepatan Veda sebenarnya sudah dia antisipasi sebelum balapan. Dia menilai karakter Red Bull Ring dengan trek lurus panjang membuka banyak kesempatan untuk menyalip.
“Saya menyukai Red Bull Ring dan saya pikir lintasan ini memberi kami peluang bagus untuk bertarung karena trek lurus yang panjang dan peluang menyalip,” kata Veda sebelum GP Austria, dikutip dari keterangan Honda Team Asia.
Prediksinya terbukti. Dari P19, Veda mampu merangsek ke depan dan ikut bertarung bersama David Muñoz, Eddie O'Shea, Guido Pini, Casey O'Gorman, dan sejumlah pembalap lain untuk posisi keempat.
Namun, peluang meraih hasil besar berubah pada lima lap terakhir.
Veda menyalip Muñoz menuju Tikungan 4. Muñoz melebar hingga gravel lalu terjatuh. Stewards kemudian menjatuhkan Long Lap Penalty kepada Veda.
Drama belum selesai.
Veda menjalani LLP tersebut, tetapi eksekusinya dianggap gagal karena melewati garis putih pada jalur penalti. Dia pun harus mengulang Long Lap Penalty untuk kedua kalinya.
Dua penalti tersebut membuat Veda terlempar dari rombongan perebutan P4. Dia akhirnya finis ke-13 dengan selisih 26,821 detik dari Quiles.
Hasil itu memberikan tiga poin tambahan. Veda kini mengoleksi 100 poin di Kejuaraan Dunia Moto3 2026.
Quiles Bisa Kunci Gelar di Jepang
Kemenangan Austria membawa Quiles semakin dekat dengan gelar dunia.
Dia kini mengoleksi 306 poin. Carpe naik ke posisi kedua dengan 175 poin, sementara Almansa dan Uriarte sama-sama mengoleksi 174 poin. Keunggulan Quiles atas pesaing terdekatnya mencapai 131 angka.
Dengan situasi tersebut, Motegi menjadi kesempatan pertama Quiles untuk memastikan gelar Moto3 2026. Dia harus meninggalkan Grand Prix Jepang dengan keunggulan setidaknya 150 poin agar titel dapat dikunci secara matematis.
GP Jepang digelar di Mobility Resort Motegi pada 2–4 Oktober. Sepekan setelahnya, Moto3 menuju Indonesia untuk berlomba di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober.
Austria juga menghasilkan gelar lain bagi KTM. Hasil di Spielberg memastikan pabrikan asal Austria tersebut mengunci gelar konstruktor Moto3 2026.
Sementara itu, bagi Veda, posisi ke-13 memang tidak mencerminkan puncak performanya selama balapan. Kecepatan untuk bangkit 15 posisi dan ikut memperebutkan P4 terlihat jelas. Namun, insiden dengan Muñoz dan dua Long Lap Penalty mengubah potensi hasil besar tersebut menjadi tiga poin.
Veda akan menuju rangkaian Asia dengan 100 poin dan kesempatan memperbaiki hasil di Jepang sebelum tampil di hadapan publik sendiri di Mandalika.
Editor : Lugas Rumpakaadi