RADAR BANYUWANGI - Jorge Martin menghadirkan drama besar dalam Sprint MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring, Sabtu (19/9).
Start dari pole position, pembalap Aprilia Racing itu justru sempat terlempar ke posisi kedelapan pada lap pertama. Martin kemudian bangkit, menembus barisan depan, hingga akhirnya memenangi Sprint setelah Pedro Acosta terjatuh saat memimpin.
Martin menuntaskan balapan 14 lap dengan catatan waktu 20 menit 57,387 detik.
Marc Marquez finis kedua bersama Ducati Lenovo Team dengan selisih 1,026 detik. Marco Bezzecchi melengkapi podium setelah tertinggal 1,675 detik dari Martin.
Hasil tersebut sekaligus membawa Martin kembali ke puncak klasemen MotoGP 2026.
Sebelum Sprint Austria, Martin dan Marquez sama-sama mengoleksi 274 poin. Marquez berada di posisi teratas berkat keunggulan jumlah kemenangan Grand Prix.
Tambahan 12 poin dari kemenangan Sprint membuat Martin kini mengumpulkan 286 poin. Marquez, yang mendapat sembilan poin dari posisi kedua, berada tiga angka di belakangnya.
Kondisi Lengan Martin Sempat Jadi Sorotan
Kemenangan di Austria terasa penting bagi Martin. Sebab, kondisi fisiknya sempat menjadi tanda tanya sebelum balapan.
Masalah arm pump mengganggunya pada Grand Prix San Marino di Misano sepekan sebelumnya. Martin bahkan menyebut seri Austria bakal menjadi ujian penting untuk menentukan langkah medis berikutnya.
“Ini akan menjadi tes untuk melihat apakah saya perlu operasi pada Senin,” kata Martin dalam Media Day MotoGP.
Kondisinya ternyata membaik setelah menjalani sesi latihan Jumat.
“Lengan saya lebih baik daripada yang saya kira,” ujar Martin dalam pernyataan resmi Aprilia.
Performa di lintasan kemudian menguatkan pernyataan tersebut.
Martin tampil cepat sepanjang Sabtu. Dia merebut pole position dengan catatan 1 menit 27,917 detik.
Margin atas Marquez sangat tipis. Hanya 0,015 detik.
Acosta berada di posisi ketiga, terpaut 0,071 detik dari Martin. Artinya, tiga pembalap di baris terdepan hanya dipisahkan kurang dari sepersepuluh detik.
“Saya memacu sekuat tenaga. Semuanya terkendali, tetapi jelas sudah di batas,” kata Martin seusai kualifikasi.
Dari Pole Malah Terlempar ke P8
Pole position ternyata tidak membuat awal Sprint berjalan mulus.
Martin memang memimpin ketika memasuki Tikungan 1. Namun, dia melebar saat keluar dari tikungan.
Marquez langsung memanfaatkan celah. Duel keduanya berlanjut menuju kompleks Tikungan 2.
Martin kemudian kehilangan banyak posisi. Dalam waktu singkat, pembalap bernomor 89 itu merosot hingga urutan kedelapan.
Marquez sempat mengambil alih pimpinan. Namun, posisinya juga tidak bertahan lama.
Kesalahan saat mengerem di Tikungan 3 membuka jalan bagi Acosta. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu langsung mengambil posisi terdepan.
Acosta kemudian mulai menjauh.
Kecepatan pembalap Spanyol tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak Jumat. Dia menjadi yang tercepat dalam dua sesi hari pertama sebelum mengamankan posisi ketiga pada kualifikasi.
“Saya sangat senang. Biasanya kami kesulitan di kualifikasi, jadi berada di baris depan pada GP kandang terasa sangat menyenangkan,” ujar Acosta.
Sprint kemudian menunjukkan bahwa kepercayaan dirinya bukan tanpa alasan.
Acosta Menjauh, Martin Mulai Mengejar
Saat Acosta nyaman memimpin, Martin harus bekerja keras memperbaiki posisi.
Satu per satu pembalap di depannya dilewati.
Martin terus mendekati kelompok podium. Pada lap ketujuh, dia menyalip Bezzecchi untuk mengambil posisi ketiga.
Satu lap berselang, giliran Marquez yang menjadi sasaran.
Martin menyerang di Tikungan 1 dan merebut posisi kedua.
Dalam delapan lap, Martin berubah dari pembalap yang tercecer di posisi kedelapan menjadi penantang utama Acosta.
Namun, jarak dengan pemimpin balapan masih cukup lebar.
Acosta sudah memiliki keunggulan sekitar 2,5 detik. Dengan jumlah putaran yang semakin sedikit, kemenangan tampak berada dalam genggaman pembalap KTM tersebut.
Lalu, drama terjadi.
Acosta Jatuh saat Memimpin
Acosta kehilangan bagian depan KTM RC16 saat memasuki kompleks Tikungan 2 dengan tiga lap tersisa.
Dia terjatuh ketika sedang memimpin.
Acosta sempat kembali melanjutkan balapan, tetapi akhirnya masuk pit dan gagal menyelesaikan Sprint.
Situasi itu langsung mengubah arah balapan.
Martin, yang sebelumnya berada di posisi kedua, naik ke posisi terdepan.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan.
Martin menjaga ritme hingga garis finis dan menang dengan keunggulan 1,026 detik atas Marquez.
Bezzecchi ikut mendapat keuntungan dari kegagalan Acosta. Pembalap Aprilia itu naik ke posisi ketiga.
Bagi KTM, hasil tersebut menjadi pukulan telak. Acosta sebelumnya memiliki peluang besar memenangi Sprint di kandang pabrikan Austria tersebut.
Sebaliknya, bagi Martin, balapan yang semula hanya terlihat sebagai upaya pemulihan berubah menjadi kemenangan penting.
Tiga Aprilia Tembus Empat Besar
Aprilia juga mendapat hasil kuat secara keseluruhan.
Tiga motor RS-GP finis di empat besar.
Martin menang bersama tim pabrikan. Bezzecchi finis ketiga. Sementara itu, Ai Ogura membawa Trackhouse Aprilia ke posisi keempat dengan selisih 3,495 detik.
Hanya Ducati milik Marquez yang memisahkan tiga pembalap Aprilia tersebut.
Alex Marquez finis kelima, disusul Francesco Bagnaia di posisi keenam.
Johann Zarco mengakhiri Sprint di posisi ketujuh. Fermin Aldeguer berada di urutan kedelapan, sedangkan Brad Binder menempati posisi kesembilan.
Binder sekaligus menjadi pembalap KTM terbaik setelah Acosta gagal finis.
Fabio Di Giannantonio melengkapi sepuluh besar. Namun, poin Sprint MotoGP hanya diberikan hingga posisi kesembilan.
Martin Kembali ke Puncak Klasemen
Kemenangan di Austria membuat perebutan gelar MotoGP 2026 semakin ketat.
Martin dan Marquez datang ke Red Bull Ring dengan poin sama, yakni 274.
Marquez ketika itu berada di puncak klasemen karena unggul dalam jumlah kemenangan Grand Prix.
Namun, hasil Sprint kembali mengubah keadaan.
Martin kini memiliki 286 poin. Marquez mengoleksi 283 poin.
Selisihnya hanya tiga angka.
Marquez sendiri sudah menegaskan sebelum balapan bahwa posisi di klasemen tidak mengubah pendekatannya.
“Sama saja apakah saya memimpin atau tertinggal beberapa poin,” ujar Marquez dalam Media Day MotoGP.
Sprint Austria membuktikan betapa tipisnya margin dalam perebutan gelar musim ini.
Satu balapan pendek sudah cukup untuk membuat posisi puncak kembali berpindah tangan.
Hasil Sprint MotoGP Austria 2026
- Jorge Martin — Aprilia Racing — 20:57.387
- Marc Marquez — Ducati Lenovo — +1.026
- Marco Bezzecchi — Aprilia Racing — +1.675
- Ai Ogura — Trackhouse Aprilia — +3.495
- Alex Marquez — Gresini Ducati — +4.447
- Francesco Bagnaia — Ducati Lenovo — +5.142
- Johann Zarco — LCR Honda — +5.895
- Fermin Aldeguer — Gresini Ducati — +6.810
- Brad Binder — Red Bull KTM — +7.233
- Fabio Di Giannantonio — VR46 Ducati — +9.228
- Enea Bastianini — Tech3 KTM — +11.580
- Fabio Quartararo — Monster Yamaha — +13.050
- Luca Marini — Honda HRC — +15.076
- Pol Espargaro — Tech3 KTM — +18.373
- Takaaki Nakagami — Honda — +19.201
- Diogo Moreira — LCR Honda — +20.503
- Toprak Razgatlioglu — Pramac Yamaha — +20.964
- Alex Rins — Monster Yamaha — +21.054
- Raul Fernandez — Trackhouse Aprilia — +22.646
- Jack Miller — Pramac Yamaha — +26.053
Tidak finis: Pedro Acosta dan Franco Morbidelli.
Editor : Lugas Rumpakaadi