RADAR BANYUWANGI - Filip Salac kembali menunjukkan kecepatannya di Red Bull Ring. Pembalap OnlyFans American Racing Team itu merebut pole position Moto2 Grand Prix Austria 2026 setelah membukukan waktu 1 menit 32,381 detik pada sesi kualifikasi, Sabtu (19/9).
Hasil tersebut sekaligus mempertajam rekor lap yang sehari sebelumnya juga dicetak Salac.
Manuel Gonzalez menjadi pembalap terdekat. Pemimpin klasemen sementara Moto2 itu mencatat waktu 1 menit 32,502 detik atau tertinggal 0,121 detik.
Alex Escrig melengkapi baris terdepan. Pembalap KLINT Racing Team tersebut menorehkan 1 menit 32,527 detik, hanya terpaut 0,146 detik dari Salac.
Sementara itu, pembalap Indonesia Mario Suryo Aji harus memulai balapan dari posisi ke-18. Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut mencatat waktu 1 menit 33,439 detik pada Q2.
Salac Dua Kali Pecahkan Rekor
Kecepatan Salac sebenarnya sudah terlihat sejak Jumat (18/9).
Dalam sesi Practice, pembalap asal Republik Ceko itu menjadi yang tercepat setelah mencatat 1 menit 32,402 detik. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor lap Moto2 di Red Bull Ring.
Rekor sebelumnya dipegang Gonzalez dengan 1 menit 32,779 detik.
Salac belum berhenti. Saat kualifikasi, dia kembali memangkas waktunya menjadi 1 menit 32,381 detik. Artinya, dia lebih cepat 0,021 detik dibandingkan catatan terbaiknya pada Practice.
Seusai Practice, Salac mengaku nyaman dengan motor dan ritmenya.
”Saya sangat menikmatinya. Saya merasa cocok pada sesi kedua ketika berhasil membuat rekor trek. Itu menunjukkan kami punya kecepatan,” kata Salac kepada Nova Sport seperti dikutip TN.cz.
Kepercayaan diri Salac memang sedang tumbuh. Dia sebelumnya meraih kemenangan perdananya di kelas Moto2 pada Grand Prix Inggris di Silverstone.
Setelah dua seri berikutnya tidak menghasilkan poin, Austria menjadi kesempatan penting untuk bangkit.
Seusai gagal finis di Misano karena masalah teknis, Salac bahkan sudah memasang target tinggi untuk Red Bull Ring.
”Saya suka di sana dan saya berjanji, kepada diri sendiri maupun kalian, bahwa saya akan naik podium,” ujarnya ketika membicarakan seri Austria.
Kini, dia punya modal terbaik untuk mewujudkan target tersebut yakni start dari posisi terdepan.
Gonzalez Menempel Ketat
Namun, Salac tidak akan sendirian di barisan depan.
Gonzalez akan start dari posisi kedua. Jarak 0,121 detik menunjukkan bahwa perebutan pole berlangsung ketat.
Posisi tersebut juga penting bagi Gonzalez dalam persaingan juara dunia Moto2. Dia datang ke Austria sebagai pemimpin klasemen setelah memenangi seri sebelumnya di Misano.
Alex Escrig berada di posisi ketiga. Dia hanya tertinggal 0,025 detik dari Gonzalez.
Ivan Ortola kemudian menempati posisi keempat dengan waktu 1 menit 32,594 detik.
Izan Guevara, salah seorang rival Gonzalez dalam perebutan gelar, berada di posisi kelima dengan 1 menit 32,669 detik.
David Alonso melengkapi baris kedua setelah mencatat 1 menit 32,754 detik.
Persaingan di kelompok depan sangat rapat. Posisi kedua hingga kesepuluh hanya dipisahkan sekitar 0,390 detik.
Mario Aji Sempat Lebih Cepat
Mario Aji belum mampu mengubah keberhasilan lolos langsung ke Q2 menjadi posisi start yang lebih baik.
Dia harus puas menempati posisi ke-18 dengan waktu 1 menit 33,439 detik. Mario tertinggal 1,058 detik dari Salac.
Padahal, catatan Mario pada Practice lebih cepat.
Pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu membukukan 1 menit 32,969 detik pada Jumat. Waktu tersebut menempatkannya di posisi ke-11 sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.
Catatan Practice Mario 0,470 detik lebih cepat daripada waktu yang dia buat ketika kualifikasi.
Dengan demikian, persoalan Mario bukan semata-mata soal kecepatan sepanjang akhir pekan. Dia justru belum bisa mengulangi lap terbaiknya ketika posisi start ditentukan.
Hasil di Austria tetap menunjukkan perkembangan dibandingkan seri sebelumnya di Misano.
Saat itu Mario finis di posisi ke-22 dan mengaku mengalami kesulitan dengan grip bagian depan motornya.
”P22 jelas bukan hasil yang kami inginkan dan kami harus memahami bagian mana yang masih bisa kami tingkatkan,” kata Mario dalam laporan resmi Honda Racing setelah balapan Misano.
Enam hari kemudian, dia sudah mampu mengamankan tiket langsung menuju Q2 di Austria.
Tugas berikutnya adalah merealisasikan kecepatan tersebut menjadi posisi yang lebih baik saat balapan.
Mengapa P19 Lebih Cepat daripada Mario?
Ada hal menarik dalam daftar hasil kualifikasi.
Alberto Ferrandez yang berada di posisi ke-19 mencatat waktu 1 menit 33,248 detik. Aron Canet di posisi ke-20 membukukan 1 menit 33,272 detik.
Secara catatan waktu, keduanya lebih cepat daripada Mario yang mencetak 1 menit 33,439 detik.
Namun, Mario tetap start dari posisi ke-18.
Hal itu terjadi karena format kualifikasi Moto2 terbagi menjadi Q1 dan Q2.
Sebanyak 14 pembalap tercepat dari Practice langsung lolos ke Q2. Empat pembalap tercepat dari Q1 kemudian menyusul sehingga Q2 diikuti 18 pembalap.
Pembalap yang gagal lolos dari Q1 menempati posisi mulai P19.
Karena itu, catatan waktu Q1 dan Q2 tidak digabung untuk menentukan seluruh posisi start.
Mario berada di antara 18 pembalap yang mengikuti Q2. Sebaliknya, Ferrandez dan Canet tidak melanjutkan ke sesi tersebut.
Itulah sebabnya keduanya tetap berada di belakang Mario meskipun mencatat waktu lap Q1 yang lebih cepat.
Hasil Kualifikasi Moto2 GP Austria 2026
- Filip Salac – 1 menit 32,381 detik
- Manuel Gonzalez – 1 menit 32,502 detik
- Alex Escrig – 1 menit 32,527 detik
- Ivan Ortola – 1 menit 32,594 detik
- Izan Guevara – 1 menit 32,669 detik
- David Alonso – 1 menit 32,754 detik
- Alonso Lopez – 1 menit 32,842 detik
- Barry Baltus – 1 menit 32,843 detik
- Jose Antonio Rueda – 1 menit 32,885 detik
- Daniel Holgado – 1 menit 32,892 detik
- Tony Arbolino – 1 menit 33,054 detik
- Deniz Öncü – 1 menit 33,106 detik
- Celestino Vietti – 1 menit 33,119 detik
- Luca Lunetta – 1 menit 33,204 detik
- Senna Agius – 1 menit 33,309 detik
- Zonta van den Goorbergh – 1 menit 33,313 detik
- Daniel Muñoz – 1 menit 33,427 detik
- Mario Aji – 1 menit 33,439 detik
- Alberto Ferrandez – 1 menit 33,248 detik
- Aron Canet – 1 menit 33,272 detik
- Taiyo Furusato – 1 menit 33,418 detik
- Sergio Garcia – 1 menit 33,461 detik
- Joe Roberts – 1 menit 33,465 detik
- Xabi Zurutuza – 1 menit 33,486 detik
- Ayumu Sasaki – 1 menit 33,548 detik
- Marcos Ramirez – 1 menit 33,824 detik
- Adrian Huertas – 1 menit 34,279 detik
Mario Hadapi Tantangan dari Baris Keenam
Balapan Moto2 Grand Prix Austria dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9). Para pembalap akan menempuh 23 lap di Red Bull Ring.
Salac berada dalam posisi ideal setelah menjadi yang tercepat sejak Practice dan kembali memecahkan rekor saat kualifikasi.
Namun, Gonzalez hanya terpaut 0,121 detik. Escrig, Ortola, Guevara, dan Alonso juga berada tidak jauh dari pembalap Ceko tersebut.
Mario menghadapi tantangan berbeda.
Start dari posisi ke-18 membuatnya harus bekerja keras sejak lap pertama. Namun, catatan 1 menit 32,969 detik yang dibuat pada Practice menjadi bukti bahwa Mario memiliki kecepatan lebih baik daripada yang terlihat dari hasil Q2.
Kuncinya adalah menemukan kembali ritme tersebut dan mempertahankannya sepanjang balapan.
Editor : Lugas Rumpakaadi