RADAR BANYUWANGI - Tony Arbolino menjadi yang tercepat pada Free Practice 2 (FP2) Moto2 Grand Prix Austria 2026 di Red Bull Ring, Spielberg, Sabtu (19/9). Pembalap REDS Fantic Racing itu membukukan waktu 1 menit 41,066 detik.
Arbolino unggul 0,801 detik atas Xabi Zurutuza yang menempati posisi kedua dengan catatan 1 menit 41,867 detik. Aron Canet melengkapi tiga besar setelah mencatatkan waktu 1 menit 42,741 detik.
Deniz Öncü berada di posisi keempat dengan 1 menit 43,563 detik. Daniel Muñoz menyusul di urutan kelima lewat catatan 1 menit 44,332 detik.
Marcos Ramirez, Manuel Gonzalez, Taiyo Furusato, Daniel Holgado, dan Sergio Garcia berturut-turut melengkapi posisi keenam hingga kesepuluh.
Sementara itu, pembalap Indonesia Mario Suryo Aji tidak mencatatkan waktu pada FP2. Namanya tercantum dalam klasifikasi sesi dengan keterangan no time set.
Mario bukan satu-satunya pembalap tanpa catatan waktu. Ivan Ortola, Barry Baltus, Alex Escrig, Filip Salac, Celestino Vietti, Joe Roberts, Alonso Lopez, Izan Guevara, Luca Lunetta, Ayumu Sasaki, David Alonso, Senna Agius, dan Adrian Huertas juga mengalami kondisi serupa.
Meski demikian, Mario tidak perlu khawatir dengan tiket menuju Qualifying 2 (Q2). Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu sudah mengamankan tempat langsung di Q2 berkat hasil Practice pada Jumat (18/9).
Mario Lolos Langsung ke Q2
Mario tampil kompetitif pada Practice dengan menempati posisi ke-11. Dia mencatatkan waktu 1 menit 32,969 detik atau tertinggal 0,567 detik dari Filip Salac yang menjadi pembalap tercepat.
Hasil tersebut membuat Mario masuk dalam kelompok 14 pembalap yang langsung lolos ke Q2.
Salac memimpin Practice dengan waktu 1 menit 32,402 detik. Catatan itu sekaligus menjadi rekor lap baru Moto2 di Red Bull Ring.
Ivan Ortola menempati posisi kedua dengan selisih 0,097 detik. Daniel Holgado berada di urutan ketiga, terpaut 0,198 detik dari Salac.
Arbolino juga sudah menunjukkan kecepatan sejak Jumat. Sebelum berada di posisi keempat pada Practice, pembalap Italia itu memimpin FP1 dengan catatan 1 menit 33,074 detik.
David Alonso hanya terpaut 0,042 detik dari Arbolino. Izan Guevara berada 0,095 detik di belakangnya.
Bagi Mario, hasil Practice menunjukkan peningkatan signifikan dibanding FP1. Dia sebelumnya berada di posisi ke-20 dengan catatan 1 menit 34,348 detik.
Pada Practice, Mario memangkas waktunya menjadi 1 menit 32,969 detik. Dia pun melesat ke posisi ke-11 sekaligus mengamankan tiket Q2.
Mario Sudah Bidik Austria sejak Misano
Penampilan Mario di Red Bull Ring sejalan dengan tekad yang dia sampaikan setelah Grand Prix San Marino.
Mario menutup balapan di Misano dengan hasil yang belum sesuai harapan. Namun, dia langsung mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Austria.
“Sekarang saya ingin melakukan reset, mengambil hal-hal positif dari akhir pekan ini, dan fokus ke Austria,” kata Mario sebagaimana dikutip dari laporan Honda Racing.
Pernyataan itu kemudian diikuti peningkatan performa di Red Bull Ring. Mario bergerak dari posisi ke-20 di FP1 menuju posisi ke-11 pada Practice.
Hasil tersebut sekaligus memastikan pembalap asal Indonesia itu tidak perlu melewati Q1.
Persaingan menuju Q2 memang berlangsung ketat. Mario hanya unggul 0,194 detik atas Jose Antonio Rueda yang menempati posisi ke-14 atau batas terakhir kelolosan langsung ke Q2.
Rueda mengakui kondisi Red Bull Ring pada Jumat cukup menantang.
“Perasaan saya bagus meski kondisi lintasan dingin, terutama pada pagi hari,” ujar Rueda sebagaimana dikutip dari laporan resmi Red Bull KTM Ajo.
Menurut Rueda, karakter Red Bull Ring juga memberikan tantangan tersendiri terhadap ban karena dominasi tikungan kanan.
FP2 Tak Ubah Status Mario
Tidak adanya catatan waktu Mario pada FP2 tidak mengubah posisinya menuju kualifikasi.
Tiket langsung ke Q2 sudah ditentukan melalui hasil Practice Jumat. Dengan demikian, FP2 bukan lagi sesi penentu kelolosan menuju Q2.
Mario masuk Q2 bersama Salac, Ortola, Holgado, Arbolino, Guevara, Alonso, Alex Escrig, Manuel Gonzalez, Celestino Vietti, Alonso Lopez, Senna Agius, Daniel Muñoz, dan Rueda.
Catatan waktu FP2 juga menunjukkan situasi yang berbeda jauh dibandingkan Practice.
Waktu terbaik Arbolino pada FP2, yakni 1 menit 41,066 detik, lebih lambat 8,664 detik dibandingkan rekor 1 menit 32,402 detik milik Salac pada Practice.
Selain itu, 14 dari 27 pembalap yang tercantum dalam klasifikasi FP2 tidak memiliki catatan waktu.
Kondisi tersebut membuat hasil FP2 tidak bisa digunakan sendirian untuk membaca peta kekuatan menjelang kualifikasi.
Bagi Mario, perhatian kini beralih ke Q2. Kesempatan tersebut menjadi modal penting untuk memburu posisi start yang lebih baik pada balapan Moto2 GP Austria.
Hasil FP2 Moto2 GP Austria 2026:
- Tony Arbolino — 1 menit 41,066 detik
- Xabi Zurutuza — 1 menit 41,867 detik.
- Aron Canet — 1 menit 42,741 detik
- Deniz Öncü — 1 menit 43,563 detik
- Daniel Muñoz — 1 menit 44,332 detik
- Marcos Ramirez — 1 menit 44,663 detik
- Manuel Gonzalez — 1 menit 46,323 detik
- Taiyo Furusato — 1 menit 46,724 detik
- Daniel Holgado — 1 menit 46,963 detik
- Sergio Garcia — 1 menit 47,635 detik
- Zonta van den Goorbergh — 1 menit 48,320 detik
- Jose Antonio Rueda — 1 menit 48,900 detik
- Alberto Ferrandez — 1 menit 58,763 detik
Ivan Ortola, Barry Baltus, Alex Escrig, Filip Salac, Celestino Vietti, Joe Roberts, Alonso Lopez, Izan Guevara, Luca Lunetta, Mario Aji, Ayumu Sasaki, David Alonso, Senna Agius, dan Adrian Huertas tercatat tanpa waktu pada FP2.
Editor : Lugas Rumpakaadi