RADAR BANYUWANGI - Veda Ega Pratama harus bekerja lebih keras menjelang kualifikasi Moto3 Grand Prix Austria 2026. Pembalap Honda Team Asia itu menuntaskan Free Practice 2 (FP2) di posisi ke-16 di Red Bull Ring, Spielberg, Sabtu (19/9).
Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 51,151 detik. Sesi berlangsung dalam kondisi lintasan basah.
Brian Uriarte menjadi yang tercepat dengan catatan 1 menit 47,740 detik. Pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut unggul 0,270 detik atas Joel Esteban yang menempati posisi kedua.
Leo Rammerstorfer melengkapi tiga besar. Pembalap tuan rumah itu membukukan waktu 1 menit 48,298 detik dengan Honda.
Kondisi trek menjadi faktor penting dalam FP2. Lintasan sudah basah sejak awal sesi dan tidak sepenuhnya mengering hingga bendera finis dikibarkan.
Situasi tersebut membuat catatan waktu para pembalap terpaut cukup lebar. Bahkan, tujuh pembalap tidak mencatatkan waktu, termasuk David Almansa dan pemimpin klasemen Maximo Quiles.
Karena itu, posisi ke-16 Veda tidak bisa serta-merta dijadikan ukuran kecepatan sebenarnya menjelang kualifikasi.
Selisih Tipis di Grup Tengah
Veda memang tertinggal 3,411 detik dari Uriarte. Namun, persaingan di kelompok tengah berlangsung sangat rapat.
Rico Salmela yang berada tepat di depan Veda mencatat 1 menit 51,104 detik. Selisih keduanya hanya 0,047 detik.
Di belakang Veda, Jesus Rios membukukan waktu 1 menit 51,193 detik. Veda unggul tipis 0,042 detik.
Sementara itu, Ryusei Yamanaka yang menempati posisi ke-10 mencatat 1 menit 50,306 detik. Artinya, Veda terpaut 0,845 detik dari batas 10 besar dalam FP2.
Meski begitu, perbandingan tersebut tetap harus dibaca dengan mempertimbangkan kondisi lintasan. Grip berubah sepanjang sesi sehingga catatan waktu tidak sepenuhnya menggambarkan performa pada trek kering.
Veda Suka Karakter Red Bull Ring
Red Bull Ring bukan lintasan asing bagi Veda. Menjelang GP Austria, pembalap Indonesia itu menyatakan menyukai karakter sirkuit sepanjang 4,35 kilometer tersebut.
“Saya suka Red Bull Ring dan saya pikir trek tersebut memberikan kami kesempatan yang bagus untuk bertarung karena ada trek lurus yang panjang,” ujar Veda dalam pernyataan Honda Team Asia.
Karakter Red Bull Ring memang membuka banyak peluang untuk bertarung. Trek lurus, pengereman keras, serta perubahan elevasi membuat slipstream dan keberanian saat melakukan pengereman menjadi faktor penting.
Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama juga meminta tim segera mengalihkan fokus setelah hasil kurang maksimal pada seri sebelumnya di Misano.
“Kami harus meninggalkan itu dan mencoba memperbaiki diri di balapan berikutnya,” kata Aoyama.
Menurut Aoyama, karakter Red Bull Ring memungkinkan perubahan posisi terjadi dengan cepat. Sektor berkecepatan tinggi dan sejumlah titik pengereman membuka banyak peluang menyalip.
Bagi Veda, GP Austria menjadi kesempatan untuk kembali meraih hasil positif setelah finis ke-18 di Moto3 San Marino.
Sempat P8, tetapi Harus Lewat Q1
Veda sebenarnya memulai akhir pekan di Austria dengan hasil cukup menjanjikan.
Pada Free Practice 1, Jumat (18/9/2026), pembalap bernomor 9 itu menempati posisi kedelapan dengan waktu 1 menit 41,779 detik.
David Almansa menjadi yang tercepat pada sesi tersebut dengan catatan 1 menit 40,595 detik. Veda terpaut 1,184 detik.
Veda kemudian mempertajam waktunya pada sesi Practice. Dia membukukan 1 menit 40,773 detik atau lebih cepat sekitar satu detik dibandingkan FP1.
Namun, peningkatan para rival membuat posisi Veda turun ke urutan ke-18.
Almansa kembali menjadi yang tercepat dengan 1 menit 39,668 detik. Maximo Quiles berada di posisi kedua dengan 1 menit 39,863 detik.
Yang menarik, Veda hanya terpaut 0,242 detik dari Adrian Fernandez di posisi ke-14. Posisi tersebut merupakan batas terakhir untuk lolos langsung ke Q2.
Karena menempati posisi ke-18 dalam Practice, Veda harus memulai kualifikasi dari Q1.
Hasil FP2 tidak mengubah situasi tersebut. Penentuan pembalap yang lolos langsung ke Q2 sudah ditentukan melalui sesi Practice pada Jumat.
FP2 Basah Jadi Tambahan Referensi
Perubahan kondisi lintasan terlihat jelas dari catatan waktu.
Pada Practice di trek kering, Veda mampu mencatat 1 menit 40,773 detik. Ketika FP2 berlangsung di lintasan basah, waktu terbaiknya menjadi 1 menit 51,151 detik.
Selisihnya mencapai lebih dari 10 detik.
Hal serupa dialami Uriarte. Pembalap Spanyol tersebut memimpin FP2 dengan 1 menit 47,740 detik, jauh lebih lambat dibandingkan catatannya pada Practice yang mencapai 1 menit 40,278 detik.
Dengan kondisi tersebut, FP2 lebih berguna sebagai kesempatan untuk mengumpulkan data jika hujan kembali turun saat kualifikasi atau balapan.
Veda dan Honda Team Asia setidaknya memiliki tambahan referensi mengenai perilaku motor ketika grip rendah.
Musim Debut yang Sudah Cetak Sejarah
GP Austria merupakan bagian dari musim debut Veda di Kejuaraan Dunia Moto3.
Honda Team Asia mempromosikannya setelah Veda meniti jalur pembinaan melalui Idemitsu Asia Talent Cup, Red Bull MotoGP Rookies Cup, dan FIM JuniorGP.
Sebelum naik ke Moto3, Veda menjadi juara Asia Talent Cup 2023. Dia juga menjadi salah satu pembalap muda Asia yang konsisten menunjukkan kecepatan di level internasional.
Musim debutnya di Moto3 bahkan sudah menghasilkan catatan bersejarah.
Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium dalam balapan Grand Prix setelah finis ketiga pada Moto3 GP Brasil 2026.
“Saya sangat bangga dengan hasil di Brasil, pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda saat mengenang podium tersebut.
Dia juga pernah menunjukkan kemampuan melakukan comeback pada GP Ceko di Brno. Start dari posisi ke-20, Veda mampu menembus lima besar dan finis di posisi kelima.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa posisi start memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu hasil balapan.
Fokus Tembus Empat Besar Q1
Fokus Veda kini beralih ke Q1 Moto3 Austria.
Targetnya, ia harus finis di empat besar Q1 untuk mendapatkan tiket ke Q2 dan melanjutkan perebutan posisi start terbaik.
Kualifikasi Moto3 GP Austria dijadwalkan berlangsung Sabtu mulai pukul 17.45 WIB. Balapan utama akan digelar Minggu (20/9) pukul 16.00 WIB.
Posisi ke-16 pada FP2 memang belum ideal. Namun, kondisi lintasan basah membuat hasil sesi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi Veda.
Acuan yang lebih relevan menuju kualifikasi tetap berada pada hasil Practice di trek kering. Saat itu, Veda hanya berjarak 0,242 detik dari batas kelolosan langsung ke Q2.
Tugasnya tinggal menembus empat besar Q1.
Hasil 10 Besar FP2 Moto3 Austria 2026
- Brian Uriarte — 1:47.740
- Joel Esteban — 1:48.010
- Leo Rammerstorfer — 1:48.298
- Hakim Danish — 1:48.584
- Marcos Uriarte — 1:48.778
- Guido Pini — 1:48.844
- Matteo Bertelle — 1:48.914
- Adrian Fernandez — 1:49.177
- Marco Morelli — 1:49.945
- Ryusei Yamanaka — 1:50.306
Veda Ega Pratama berada di posisi ke-16 dengan catatan 1 menit 51,151 detik.
Editor : Lugas Rumpakaadi