RADAR BANYUWANGI - Persaingan Marc Marquez dan Jorge Martin makin rapat. Bahkan, nyaris tanpa celah.
Keduanya datang ke Grand Prix Austria dengan koleksi sama, 274 poin. Saat turun pada sesi Practice di Red Bull Ring, Jumat (18/9), jaraknya kembali tipis.
Marquez mencatat 1 menit 28,585 detik bersama Ducati. Martin membukukan 1 menit 28,603 detik dengan Aprilia.
Selisihnya hanya 0,018 detik.
Berdasarkan hasil resmi MotoGP, Pedro Acosta memang menjadi yang tercepat dengan KTM lewat catatan 1 menit 28,381 detik. Namun, posisi Marquez di urutan keempat dan Martin di posisi kelima memperlihatkan dua kandidat utama juara MotoGP 2026 kini benar-benar sulit dipisahkan.
Situasinya juga sama ketat di level konstruktor. Seusai Misano, Ducati mengoleksi 412 poin, sedangkan Aprilia 410 poin.
Austria pun menjadi lebih dari sekadar putaran ke-15. Red Bull Ring menjadi pintu masuk menuju fase penting Asia-Pasifik yang bisa menguji siapa yang lebih kuat, Ducati dengan Marquez atau Aprilia bersama Martin.
Defisit 102 Poin Habis
Situasi Marquez saat ini sulit dibayangkan beberapa bulan lalu.
MotoGP mencatat pembalap Ducati itu sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Namun, dalam tujuh putaran, defisit tersebut habis. Kemenangan di Misano membuat Marquez menyamai perolehan poin Martin.
Keduanya kini sama-sama memiliki 274 poin. Marquez berada di posisi teratas karena unggul jumlah kemenangan Grand Prix.
Reuters mencatat Marquez sudah meraih lima kemenangan Grand Prix musim ini. Martin baru sekali menang. Marco Bezzecchi masih berada di posisi ketiga dengan 241 poin.
Marquez tetap berusaha tenang.
“Sama saja apakah saya memimpin atau tertinggal beberapa poin,” ujar Marquez dalam sesi media menjelang GP Austria, seperti dilansir MotoGP.
Martin melihat situasi itu dari sudut berbeda.
“Gila rasanya bisa memiliki poin yang sama dengan Marc pada tahap musim seperti ini,” kata Martin sebagaimana dilaporkan ANSA.
Marquez datang dengan momentum besar. Martin berusaha mempertahankan konsistensi. Jumat di Austria lalu membuat jarak keduanya makin sulit dilihat.
Hanya 18 Seperseribu Detik
Hasil Practice menunjukkan Acosta P1, Fermin Aldeguer P2, dan Ai Ogura P3. Setelah itu, muncul Marquez dan Martin.
Marquez tertinggal 0,204 detik dari Acosta. Martin tertinggal 0,222 detik.
Artinya, keduanya hanya terpisah 18 seperseribu detik.
Marquez mengakui Ducati belum langsung nyaman sejak awal sesi.
“Feeling di FP1 bukan yang terbaik, tetapi kami membaik pada setiap run selama Practice,” kata Marquez dalam keterangan resmi Ducati Lenovo Team.
Ducati masih harus menyesuaikan karakter Desmosedici dengan Red Bull Ring serta konstruksi ban belakang yang digunakan di Austria.
Hasil Francesco Bagnaia semakin menunjukkan bahwa Ducati tidak otomatis dominan. Ketika Marquez P4, Bagnaia hanya berada di posisi ke-18 dan harus melewati Q1.
Artinya, hasil Marquez tidak bisa semata-mata dianggap sebagai buah keunggulan motor.
Aprilia Makin Serius Mengancam
Aprilia datang dengan modal berbeda.
Martin memang hanya P5 pada Practice, tetapi secara keseluruhan RS-GP26 tampil kuat. Berdasarkan laporan resmi Aprilia Racing, Ogura berada di P3, Martin P5, dan Bezzecchi P9.
Tiga Aprilia langsung lolos ke Q2.
Itu menunjukkan kecepatan Aprilia tidak hanya bergantung pada Martin.
Kondisi fisik Martin juga menjadi perhatian setelah sebelumnya mengalami masalah arm pump. Namun, seusai Practice, kabarnya cukup positif.
“Lengan saya lebih baik daripada yang saya kira. Saya merasa nyaman,” ujar Martin dalam keterangan resmi Aprilia Racing.
Perkembangan RS-GP26 sendiri sudah terlihat sejak awal musim. Aprilia menyebut hampir seluruh area utama motor mendapat pengembangan, mulai aerodinamika, sasis, elektronik, hingga mesin V4.
Martin merasakan perubahan itu sejak Tes Jerez.
“Paketnya jelas telah meningkat secara signifikan. Pengereman dan menikung terasa lebih baik, dan cengkeraman saat akselerasi juga sedikit meningkat,” ujar Martin sebagaimana dikutip MotoGP.
Kini, hasilnya terlihat. Martin bersaing untuk gelar, Bezzecchi berada di tiga besar klasemen, dan Ogura mampu membawa RS-GP26 ke tiga besar Practice Austria.
Ducati Punya Sejarah, Aprilia Punya Kedalaman
Red Bull Ring selama ini menjadi salah satu sirkuit yang bersahabat dengan Ducati. Pabrikan Borgo Panigale sudah berulang kali menang di Austria sejak Andrea Iannone berjaya pada 2016. Marquez juga menang di sana pada 2025.
Namun, sejarah tidak otomatis menghasilkan poin.
Practice Jumat menjadi buktinya.
Aldeguer P2 dan Marquez P4, tetapi Aprilia menyelipkan Ogura di P3 serta Martin di P5. Ducati memang menempatkan empat motor di sepuluh besar, tetapi Aprilia juga memasukkan tiga RS-GP26 ke Q2.
Persaingan kini bukan lagi soal satu pembalap melawan satu pembalap.
Kedua pabrikan memiliki cukup banyak motor untuk memengaruhi perebutan poin Marquez dan Martin.
Hal itu penting karena ketika dua kandidat juara memiliki poin sama, pembalap ketiga bisa menjadi pembeda.
Acosta sudah memberikan contoh di Austria. Dia unggul lebih dari dua persepuluh detik atas Marquez dan Martin.
Marquez tidak harus kalah langsung dari Martin untuk kehilangan poin. Acosta, Aldeguer, Bezzecchi, Ogura, atau pembalap lain bisa menyelip di antara mereka.
Asia-Pasifik Bisa Jadi Penentu
Selepas Austria, MotoGP bergerak ke Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia.
Empat sirkuit itu memiliki karakter berbeda. Motegi menuntut pengereman keras. Mandalika mengandalkan stabilitas dan kecepatan menikung. Phillip Island cepat dan mengalir. Sepang menuntut paket komplet dalam temperatur tinggi.
Karena itu, keunggulan satu motor di satu sirkuit belum tentu berlaku pada seri berikutnya.
Musim 2025 memberi gambaran. Ducati menang di Motegi melalui Bagnaia. Di Mandalika, Aldeguer menang untuk Ducati, sementara Bezzecchi membawa Aprilia menjuarai Sprint. Phillip Island kemudian dimenangkan Aprilia melalui Raul Fernandez. Sepang kembali menjadi milik Ducati lewat Alex Marquez.
Tidak ada dominasi tunggal.
Itulah yang membuat fase Asia-Pasifik berpotensi menjadi penentu.
Marquez sedang dalam momentum tinggi. Martin masih memiliki jumlah poin yang sama. Ducati hanya unggul dua poin atas Aprilia di klasemen konstruktor.
Editor : Lugas Rumpakaadi