RADAR BANYUWANGI - Pedro Acosta langsung memberi sinyal kuat di kandang KTM.
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menyapu dua sesi hari pertama MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring, Jumat (18/9).
Acosta tercepat pada Free Practice 1 (FP1).
Dia kemudian kembali memimpin Practice dengan catatan 1 menit 28,381 detik.
Fermín Aldeguer menjadi pengejar terdekat dengan selisih 0,127 detik.
Ai Ogura berada di posisi ketiga, disusul Marc Marquez dan Jorge Martin.
Lima pembalap teratas hanya terpaut 0,222 detik.
Hasil itu memunculkan pertanyaan besar menjelang kualifikasi dan Sprint, Sabtu (19/9), apakah Red Bull Ring akhirnya menjadi tempat Acosta merebut kemenangan Grand Prix pertamanya di kelas MotoGP?
Acosta memang sudah pernah memenangi Sprint.
Namun, sejak naik ke kelas utama pada 2024, dia belum pernah memenangi balapan utama pada Minggu.
Meski tampil dominan pada Jumat, Acosta enggan terburu-buru membicarakan kemenangan.
“Ini masih hari Jumat, kawan! Masih hari Jumat!” ujar Acosta.
Dia sadar Ducati dan Aprilia masih bisa berkembang pada Sabtu.
Namun, data hari pertama menunjukkan KTM dan pembalap bernomor 37 itu punya alasan untuk percaya diri.
Bukan Cepat Sesaat
Acosta sudah menunjukkan kecepatannya sejak FP1.
Dalam kondisi lintasan yang relatif dingin, dia membukukan 1 menit 29,851 detik dan menjadi satu-satunya pembalap yang masuk kisaran 1 menit 29 detik.
KTM bahkan mengawali akhir pekan kandangnya dengan posisi 1-2.
Pol Espargaro berada di urutan kedua, tertinggal 0,233 detik.
Kecepatan Acosta tidak hilang ketika kondisi lintasan berubah pada sore hari.
Pada Practice, dia mempertajam waktunya menjadi 1:28,381.
Aldeguer mencatat 1:28,508, Ogura 1:28,568, Marquez 1:28,585, dan Martin 1:28,603.
Persaingan sangat rapat.
Selisih dua persepuluh detik bisa berarti beberapa posisi saat kualifikasi.
Acosta pun tahu pekerjaan belum selesai.
“Mari kita jalani kualifikasi dengan benar,” katanya setelah memimpin Practice.
Posisi start akan sangat penting.
Di Red Bull Ring, kesalahan kecil pada satu putaran cepat bisa membuat pembalap kehilangan baris depan dan harus bekerja lebih keras saat Sprint.
Masih Punya Cadangan Kecepatan
Catatan 1:28,381 juga tidak terlihat seperti satu lap yang datang secara kebetulan.
Acosta tidak membutuhkan ban belakang kompon lunak baru untuk mempertahankan posisi teratas.
Pada percobaan lain, dia juga sempat mencatat sektor tercepat sebelum membatalkan lap.
Ada indikasi bahwa Acosta masih memiliki cadangan kecepatan.
Meski begitu, satu lap cepat belum menjamin kemenangan.
Sprint dan Grand Prix menuntut konsistensi, pengelolaan ban, serta kemampuan menjaga ritme ketika grip mulai menurun.
Acosta sendiri belum menganggap motornya sempurna.
“Saya puas. Semuanya bekerja dengan cukup baik,” ujarnya seusai Practice.
Dia masih melihat beberapa area yang bisa ditingkatkan, terutama pada bagian lintasan dengan tikungan panjang.
Justru di situlah sisi menariknya.
Acosta sudah menjadi yang tercepat ketika dia sendiri merasa KTM RC16 masih bisa diperbaiki.
Red Bull Ring Cocok untuk KTM
Karakter Red Bull Ring ikut memperbesar peluang KTM.
Sirkuit di Spielberg itu memiliki beberapa lintasan lurus yang berakhir dengan zona pengereman keras.
Karakter stop-and-go tersebut menuntut akselerasi kuat dan kestabilan saat mengerem.
Dua aspek itu cocok dengan karakter KTM RC16 dan gaya balap Acosta yang agresif ketika mengerem.
Ada pula faktor ban.
Michelin membawa konstruksi ban belakang yang diperkuat untuk menghadapi beban tinggi di Red Bull Ring.
Brad Binder merasakan langsung perbedaannya.
“Dengan ban belakang yang berbeda ini, bagian depan motor tidak terlalu terdorong,” kata Binder.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat beban pada ban depan lebih mudah dikendalikan.
Binder juga langsung lolos ke Q2 dengan menempati posisi ketujuh.
Artinya, performa KTM pada Jumat tidak hanya datang dari Acosta.
Pol Espargaro Sudah Memberi Isyarat
Sebelum sesi pertama dimulai, Pol Espargaro sudah melihat Red Bull Ring sebagai salah satu tempat terbaik bagi Acosta untuk memburu kemenangan.
“Jika ada tempat untuk melakukannya, di sinilah tempatnya,” ujar Espargaro.
Pembalap penguji KTM itu menilai zona pengereman keras Red Bull Ring cocok dengan salah satu kekuatan terbesar Acosta.
Namun, kemenangan jelas belum bisa dianggap aman.
Aldeguer hanya tertinggal 0,127 detik.
Ogura berjarak 0,187 detik.
Marquez dan Martin juga masih dalam jangkauan.
Itulah yang membuat Sabtu menjadi penentu.
Kesempatan Terakhir Menang di Kandang KTM
MotoGP Austria tahun ini juga punya arti khusus bagi Acosta.
Ini menjadi penampilan terakhirnya di Red Bull Ring sebagai pembalap KTM sebelum pindah ke tim pabrikan Ducati pada 2027.
Hubungan Acosta dan KTM sudah terjalin sejak dia masih muda.
Karena itu, kemenangan di kandang pabrikan Austria akan memiliki nilai emosional tersendiri.
“Itu akan menjadi cara terbaik untuk menuntaskan sebuah perjalanan,” kata Acosta.
Sebelum akhir pekan dimulai, dia masih menempatkan Ducati dan Aprilia sebagai acuan.
Editor : Lugas Rumpakaadi