Mario Aji Finis ke-25 di Practice Moto2 Misano, Ada Data yang Bikin Harapan Bangkit

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:19 WIB
Mario Suryo Aji saat menjalani sesi Practice Moto2 Grand Prix San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Meski finis ke-25, data menunjukkan pembalap Indonesia itu masih memiliki potensi untuk memperbaiki posisi pada kualifikasi. (MotoGP)
Mario Suryo Aji finis ke-25, data menunjukkan pembalap Indonesia itu masih memiliki potensi untuk memperbaiki posisi pada kualifikasi. (MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - Mario Suryo Aji belum mendapatkan hasil ideal pada sesi Practice Moto2 Grand Prix San Marino dan Riviera Rimini 2026. Pembalap Indonesia itu hanya menempati posisi ke-25 dari 29 peserta di Misano World Circuit Marco Simoncelli.

Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya menggambarkan potensi Mario. Data Ideal Lap Time menunjukkan pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu sebenarnya mampu mencatat waktu 1 menit 34,983 detik. Secara teoritis, catatan tersebut dapat menempatkannya di posisi ke-18, jauh lebih baik dibanding hasil aktualnya.

Catatan terbaik Mario dalam Practice adalah 1 menit 35,417 detik. Ia terpaut 1,275 detik dari Senna Agius yang menjadi pembalap tercepat dan 0,590 detik dari batas waktu posisi ke-14 yang menjadi tiket langsung menuju Q2.

Dengan demikian, pekerjaan Mario dan timnya menuju sesi kualifikasi bukan sekadar mencari kecepatan baru. Mereka perlu menggabungkan sektor-sektor terbaik yang sebenarnya sudah muncul sepanjang Practice menjadi satu putaran yang utuh.

Sektor 4 Jadi Kekuatan Mario Aji

Salah satu temuan paling menarik dari data Practice adalah performa Mario di Sektor 4.

Mario membukukan waktu 21,113 detik di sektor tersebut dan menempati posisi keenam tercepat dari seluruh pembalap. Catatan itu bahkan lebih cepat daripada milik Manuel Gonzalez dan Tony Arbolino.

Performa tersebut menunjukkan Mario memiliki kecepatan yang kompetitif pada bagian akhir lap. Sektor 4 Misano menuntut stabilitas motor di tikungan berkecepatan tinggi serta kemampuan mempertahankan momentum sebelum menuju pengereman terakhir.

Karena itu, hasil di Sektor 4 menjadi modal penting bagi Mario. Ia tidak sepenuhnya kehilangan kecepatan dari motor yang dikendarainya. Masalah utamanya justru terkonsentrasi pada sektor tertentu.

Kehilangan Waktu Terbesar Terjadi di Sektor 2 dan 3

Data menunjukkan Sektor 2 dan Sektor 3 menjadi titik yang paling banyak menghambat Mario.

Di kedua sektor tersebut, Mario berada masing-masing di posisi ke-24 dan ke-25. Akumulasi kehilangan waktunya mencapai 0,712 detik dibandingkan pembalap tercepat.

Karakter tikungan di dua sektor tersebut membutuhkan pengereman yang stabil, cengkeraman bagian depan, serta kemampuan motor mengikuti perubahan arah dengan cepat. Analisis data mengindikasikan kecenderungan understeer menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi.

Jika respons bagian depan motor dapat diperbaiki, Mario berpeluang mengurangi waktu yang hilang di dua sektor tersebut. Potensi itu semakin terlihat dari perhitungan Ideal Lap Time 1 menit 34,983 detik.

Pelanggaran Track Limits Ikut Menghambat Time Attack

Peluang Mario memperbaiki catatan waktu pada akhir sesi juga tidak berjalan sempurna.

Setelah kembali ke lintasan untuk melakukan time attack, catatan pada lap ke-13, yakni 1 menit 37,036 detik, dibatalkan karena pelanggaran batas lintasan. Lap berikutnya tidak sempat diselesaikan karena Practice berakhir.

Padahal, pada lap ke-14 yang tidak terselesaikan tersebut, Mario sempat mencatat sektor pertama terbaik pribadinya dengan waktu 25,963 detik. Hal itu menunjukkan masih ada perkembangan kecepatan ketika sesi memasuki fase akhir.

Disiplin terhadap track limits menjadi sama pentingnya dengan menemukan setelan motor. Dengan persaingan waktu yang sangat rapat, satu lap yang dibatalkan dapat mengubah posisi secara signifikan.

Senna Agius Pecahkan Rekor Misano

Di bagian terdepan klasemen, Senna Agius tampil dominan.

Pembalap LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP tersebut mencatat waktu 1 menit 34,142 detik pada lap ke-14. Catatan itu memecahkan rekor lap balap resmi Misano sebelumnya, yakni 1 menit 34,759 detik yang dibuat Manuel Gonzalez pada 2025.

Agius tidak hanya cepat dalam satu putaran. Ia sebelumnya sudah mencatat 1 menit 34,439 detik pada lap ke-11 sebelum kembali mempertajam waktunya hampir tiga persepuluh detik pada lap ke-14.

Manuel Gonzalez mengakhiri Practice di posisi kedua dengan 1 menit 34,262 detik, sedangkan David Alonso berada di posisi ketiga dengan 1 menit 34,275 detik. Selisih antara Agius dan Gonzalez hanya 0,120 detik.

Persaingan Q2 Sangat Ketat

Sebanyak 14 pembalap tercepat berhak melaju langsung ke Q2. Ketatnya persaingan terlihat dari selisih waktu posisi pertama hingga posisi ke-14 yang hanya 0,685 detik.

Alberto Ferrandez menjadi pembalap terakhir yang mendapatkan tiket otomatis ke Q2 setelah mencatat 1 menit 34,827 detik. Sementara itu, sejumlah pembalap kuat seperti Aron Canet, Ayumu Sasaki, Deniz Öncü, dan Sergio Garcia harus menghadapi tantangan Q1 setelah gagal masuk 14 besar.

Situasi tersebut membuat Q1 berpotensi berlangsung sengit. Bagi Mario, target yang realistis adalah memaksimalkan potensi motor dan memperbaiki sektor yang masih menjadi kelemahan.

Data Practice menunjukkan bahwa jarak Mario dengan zona kompetitif sebenarnya tidak sebesar yang terlihat dari posisi ke-25. Jika catatan terbaik dari masing-masing sektor dapat dirangkai dalam satu putaran, ia secara matematis memiliki potensi menembus posisi ke-18.

Perbaikan respons motor di Sektor 2 dan 3, mempertahankan keunggulan di Sektor 4, serta menghindari kesalahan track limits, masih menjadi pekerjaan rumah Honda Team Asia dan Mario.

Dengan tiga hal tersebut, Mario Aji masih memiliki ruang untuk mengubah hasil Practice yang kurang menjanjikan menjadi peluang yang lebih baik pada babak kualifikasi Misano.

Editor : Lugas Rumpakaadi
senna agius Idemitsu Honda Team Asia Grand Prix San Marino Moto2 Misano 2026 Mario Aji