RADAR BANYUWANGI - Veda Ega Pratama membuka peluang tampil lebih kompetitif pada Moto3 Grand Prix San Marino 2026. Pembalap Honda Team Asia itu mengakhiri sesi Practice di posisi ke-13 sekaligus memastikan tiket langsung menuju Kualifikasi 2 (Q2).
Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 41,770 detik. Hasil tersebut menempatkannya hanya 0,122 detik di depan batas terakhir untuk lolos langsung ke Q2. Posisi ke-14 ditempati Adrian Fernandez dengan catatan 1 menit 41,892 detik.
Persaingan di sekitar batas Q2 berlangsung sangat ketat. Adrian Cruces yang berada di posisi ke-15 mencatat 1 menit 41,915 detik, hanya terpaut 0,023 detik dari Fernandez. Karena itu, posisi ke-13 Veda menjadi hasil penting, bukan hanya dari sisi klasifikasi, tetapi juga karena ia terhindar dari babak Q1.
Dalam format Practice Moto3, pembalap yang menempati posisi pertama hingga ke-14 berhak langsung tampil di Q2. Sementara pembalap di posisi ke-15 hingga ke-26 harus lebih dulu melewati Q1.
Veda Lolos Q2 dengan Margin Tipis
Veda membangun kecepatannya secara bertahap sepanjang sesi. Pada run pertama, fokusnya lebih banyak diarahkan untuk mendapatkan ritme dan mengevaluasi kondisi ban. Catatan waktunya masih berada di kisaran 1 menit 42 detik hingga 1 menit 43 detik.
Performa kemudian meningkat pada run kedua. Dengan ban lunak, Veda mulai mendekati batas kompetitif. Ia mencatat 1 menit 42,015 detik pada putaran ke-11, kemudian 1 menit 41,934 detik pada putaran ke-13.
Puncaknya terjadi pada putaran ke-15 ketika Veda membukukan 1 menit 41,770 detik. Ia masih mampu mencatat 1 menit 41,820 detik pada putaran ke-17 sebelum mengakhiri sesi. Secara keseluruhan, Veda menyelesaikan 17 putaran.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan Veda terus meningkat ketika sesi memasuki fase akhir. Namun, yang lebih menarik adalah data sektor yang menunjukkan masih ada waktu yang belum berhasil ia kumpulkan dalam satu putaran.
Data Sektor Menunjukkan Veda Bisa Lebih Cepat
Sektor 2 menjadi salah satu kekuatan Veda di Misano. Ia mencatat waktu 23,854 detik dan menempati peringkat kelima tercepat pada sektor tersebut.
Veda juga tampil kuat di Sektor 4 dengan catatan 22,441 detik yang menempatkannya di posisi keenam. Dua sektor tersebut menjadi modal penting karena menunjukkan bahwa kecepatannya sudah mampu bersaing dengan pembalap papan atas pada bagian tertentu lintasan.
Sebaliknya, Sektor 1 masih menjadi area yang dapat diperbaiki. Catatan terbaik Veda sebesar 27,030 detik menempatkannya di posisi ke-14. Sektor 3 juga masih menyisakan ruang untuk peningkatan, terutama dalam mendapatkan traksi yang lebih baik saat keluar tikungan.
Jika seluruh catatan sektor terbaik tersebut dapat digabungkan dalam satu putaran, Veda secara teoritis memiliki kemampuan mencatat waktu 1 menit 41,496 detik.
Angka itu 0,274 detik lebih cepat daripada catatan aktualnya di 1 menit 41,770 detik. Berdasarkan perhitungan ideal tersebut, potensi waktu Veda berada di sekitar posisi ke-11 dalam klasifikasi Practice.
Dengan demikian, posisi ke-13 belum sepenuhnya menggambarkan potensi Veda. Tantangan pada Q2 adalah menyatukan sektor-sektor terbaik tersebut dalam satu putaran yang bersih.
Top Speed Veda Masuk Lima Besar
Kecepatan puncak juga menjadi salah satu modal Veda. Ia mencatat top speed 211,7 km/jam dan menempati peringkat kelima dalam daftar kecepatan maksimum sesi. Rata-rata top speed dari lima catatan terbaiknya mencapai 209,8 km/jam.
Menariknya, pembalap tercepat Practice justru tidak memiliki top speed tertinggi. David Almansa hanya berada di peringkat ke-22 dalam daftar top speed dengan catatan 208,8 km/jam.
Fakta tersebut memperlihatkan bahwa performa di Misano tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan di trek lurus. Kemampuan menjaga momentum, mengerem secara efektif, dan mendapatkan kecepatan keluar tikungan juga berperan besar dalam menghasilkan waktu lap yang kompetitif.
Almansa Tercepat di Practice
Sementara itu, David Almansa menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice. Rider Liqui Moly Dynavolt Intact GP tersebut mencatat waktu 1 menit 40,767 detik pada putaran ke-15.
Almansa unggul 0,402 detik atas Joel Kelso yang berada di posisi kedua. Maximo Quiles menempati posisi ketiga dengan 1 menit 41,325 detik, sedangkan Marco Morelli berada di posisi keempat dengan 1 menit 41,398 detik.
Almansa juga menunjukkan peningkatan kecepatan sepanjang sesi. Setelah mencatat 1 menit 42,050 detik pada fase awal, ia kemudian menembus 1 menit 41 detik dan terus mempertajam waktunya hingga mencapai 1 menit 40,912 detik sebelum akhirnya mencatat 1 menit 40,767 detik.
Kondisi lintasan yang kering dan terus mengalami peningkatan grip seiring bertambahnya karet di permukaan turut memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk memperbaiki catatan waktu pada fase akhir Practice. Saat sesi berlangsung, temperatur udara tercatat 24 derajat Celsius dengan temperatur lintasan sekitar 34 derajat Celsius.
Q2 Jadi Kesempatan Veda
Bagi Veda, tiket langsung ke Q2 menjadi modal penting untuk melanjutkan akhir pekan di Misano. Ia sudah memiliki kecepatan yang cukup untuk masuk 14 besar, sementara data sektor menunjukkan masih terdapat potensi yang belum sepenuhnya keluar.
Fokus berikutnya adalah memangkas waktu di Sektor 1, meningkatkan traksi di Sektor 3, dan menggabungkan performa kuat di Sektor 2 serta Sektor 4 dalam satu lap.
Jika mampu mendekati catatan ideal 1 menit 41,496 detik, Veda berpeluang memperbaiki posisi start secara signifikan dibandingkan hasil Practice.
Dengan posisi ke-13 sudah diamankan, Veda tidak perlu memulai perjuangan dari Q1. Kesempatan berikutnya terbuka langsung di Q2, tempat satu putaran cepat dan bersih akan sangat menentukan posisi startnya pada Grand Prix San Marino.
Editor : Lugas Rumpakaadi