Mario Aji Finis ke-24 di FP1 Moto2 Misano, Ada Dua Masalah yang Harus Dibenahi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:59 WIB
Mario Suryo Aji mengakhiri FP1 Moto2 GP San Marino 2026 di posisi ke-24, tetapi menunjukkan ritme yang konsisten pada fase akhir sesi di Misano. (JawaPos.com)
Mario Suryo Aji mengakhiri FP1 Moto2 GP San Marino 2026 di posisi ke-24, tetapi menunjukkan ritme yang konsisten pada fase akhir sesi di Misano. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Mario Aji belum mampu menembus 20 besar pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto2 GP San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Jumat (11/9). Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu finis di posisi ke-24 dengan catatan waktu 1 menit 36,581 detik.

Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya menggambarkan potensi Mario Aji. Data sesi menunjukkan pembalap Indonesia itu justru mampu membangun ritme yang cukup konsisten setelah kembali dari pit. Tiga putaran terbang terakhirnya bahkan hanya terpaut 0,013 detik.

Mario Aji mencatat 1 menit 36,781 detik pada Lap 14, kemudian 1 menit 36,791 detik pada Lap 15 dan 1 menit 36,794 detik pada Lap 16. Konsistensi tersebut menjadi salah satu catatan positif dari penampilannya di sesi pembuka.

Analisis data mencatat bahwa konsistensi Mario Aji pada run kedua menjadi salah satu aspek paling menonjol dari performanya di FP1.

Mario Aji terus memangkas waktu

Mario Aji tidak langsung mencatat waktu terbaiknya sejak awal sesi. Pada Lap 2, ia membukukan 1 menit 40,095 detik. Catatan itu kemudian dipangkas menjadi 1 menit 38,868 detik pada Lap 3 dan 1 menit 37,093 detik pada Lap 5.

Perbaikan berlanjut hingga Lap 8 ketika Aji menembus kisaran 1 menit 36 detik dengan catatan 1 menit 36,848 detik. Satu lap berikutnya menjadi puncak performanya pada sesi pertama setelah ia mencatat 1 menit 36,581 detik.

Setelah menyelesaikan Lap 10, Mario Aji masuk ke pit lane untuk evaluasi teknis. Ia kemudian kembali ke lintasan dan mampu mempertahankan ritme yang relatif stabil sampai akhir sesi.

Catatan Lap 14 hingga Lap 16 menunjukkan bahwa kecepatannya tidak mengalami penurunan besar. Sebaliknya, ketiga lap tersebut berada dalam rentang waktu yang sangat rapat.

Bagi tim, kondisi tersebut menjadi modal penting. Konsistensi menunjukkan bahwa Mario Aji memiliki dasar ritme yang cukup baik, meski masih terdapat selisih waktu yang harus dikejar untuk mendekati papan atas.

Dua masalah yang masih menahan Mario Aji

Di balik konsistensi tersebut, analisis telemetri menunjukkan dua area utama yang masih menjadi pekerjaan rumah Mario Aji dan timnya.

Masalah pertama berada pada kecepatan puncak. Analisis data menyebut kecepatan maksimal Mario Aji menjadi yang terendah di antara 20 pembalap pengguna sasis Kalex pada sesi tersebut. Defisit di lintasan lurus ini berpotensi mengurangi kemampuan motor ketika melakukan akselerasi menuju sektor berikutnya.

Masalah kedua muncul di Sektor 3. Di sektor yang mencakup rangkaian tikungan cepat Curvone tersebut, Mario Aji berada di peringkat ke-28 secara sektoral.

Kondisi itu kontras dengan sektor lainnya. Mario Aji berada di peringkat ke-20 pada Sektor 1, ke-17 di Sektor 2, dan ke-21 di Sektor 4. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa masih ada waktu yang dapat dipangkas ketika motor memasuki bagian lintasan berkecepatan tinggi.

Dengan kata lain, persoalan Mario Aji pada FP1 bukan sekadar kurang konsisten. Ia justru membutuhkan tambahan kecepatan dan performa yang lebih baik pada bagian tertentu untuk mengubah ritme stabil menjadi catatan waktu yang kompetitif.

Waktu ideal Mario Aji memberi sinyal positif

Ada satu angka yang memberikan gambaran lebih optimistis. Jika sektor-sektor terbaik Mario Aji digabungkan, perhitungan Ideal Lap Time menghasilkan waktu 1 menit 36,397 detik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang perbaikan apabila Mario Aji mampu menyatukan performa terbaik dari setiap sektor dalam satu putaran.

Potensi tersebut tentu belum otomatis berarti Mario Aji akan mencatat waktu sesuai perhitungan ideal. Eksekusi satu putaran, kondisi lintasan, lalu lintas pembalap, serta kemampuan motor tetap menjadi faktor penentu.

Namun, data itu memperlihatkan bahwa catatan 1 menit 36,581 detik bukan batas absolut dari kemampuan Mario Aji pada sesi tersebut.

Gonzalez tercepat, persaingan sangat rapat

Di posisi teratas, Manuel Gonzalez menjadi pembalap tercepat FP1 dengan catatan 1 menit 35,031 detik. Rekan setimnya di LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP, Senna Agius, berada hanya 0,035 detik di belakang dengan waktu 1 menit 35,066 detik.

Izan Guevara menempati posisi ketiga dengan 1 menit 35,121 detik. David Alonso dan Daniel Holgado kemudian melengkapi lima besar.

Ketatnya persaingan terlihat dari selisih waktu Gonzalez dengan Guevara yang hanya 0,090 detik. Bahkan hingga posisi ke-15, jarak dari pembalap tercepat masih kurang dari satu detik.

Hasil tersebut membuat persaingan menuju sesi berikutnya masih terbuka. Gonzalez dan Agius memang menunjukkan paket yang kuat, tetapi performa Guevara di Sektor 3 serta potensi waktu ideal sejumlah pembalap menunjukkan bahwa posisi teratas masih dapat berubah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Moto2 2026 FP1 Moto2 GP San Marino 2026 misano Mario Aji