RADAR BANYUWANGI - Hakim Danish memangkas jarak dengan Veda Ega Pratama dalam persaingan klasemen rookie Moto3 2026. Namun, hasil Moto3 Aragon 2026 justru menunjukkan pekerjaan pembalap MT Helmets-MSI itu belum selesai. Finis ke-12 di MotorLand Aragon, Spanyol, belum cukup untuk membuat langkahnya menuju posisi rookie terbaik terlihat meyakinkan.
Moto3 Aragon 2026 menjadi seri ke-13 dalam kalender musim ini. Balapan berlangsung sepanjang akhir pekan lalu di MotorLand Aragon dan menjadi ujian tersendiri bagi Danish yang menjalani musim pertamanya sebagai rookie.
Andalan MT Helmets-MSI tersebut mengawali akhir pekan dengan hasil kualifikasi yang belum ideal. Danish hanya mampu mengamankan posisi start ke-13.
Situasi itu membuat pembalap asal Terengganu, Malaysia, tersebut harus bekerja ekstra keras dalam balapan yang berlangsung selama 17 lap.
Danish sempat mengalami pasang surut dalam upayanya menembus posisi 10 besar. Namun, hingga bendera finis dikibarkan, dia hanya mampu mengamankan posisi ke-12.
Hasil tersebut memberinya tambahan empat poin.
Secara matematis, tambahan poin itu tetap penting dalam persaingan klasemen rookie Moto3 2026. Koleksi poin Danish kini mencapai 90.
Lebih menarik lagi, hasil di Aragon membuat Danish memangkas jarak dengan Veda Ega Pratama yang berada di posisi kedua klasemen rookie.
Veda, pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul, Yogyakarta, gagal menambah poin setelah hanya finis di posisi ke-20 pada GP Aragon.
Alhasil, jarak antara Danish dan Veda kini tinggal tujuh poin.
Danish masih berada di posisi ketiga klasemen rookie. Sementara itu, Veda bertahan di posisi kedua dengan keunggulan tipis atas rivalnya dari Malaysia tersebut.
Selisih dengan Pemuncak Masih Jauh
Meski persaingan dengan Veda semakin ketat, Danish masih memiliki pekerjaan lebih besar jika ingin mengejar pemuncak klasemen rookie.
Posisi teratas masih ditempati Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo.
Jarak Danish dengan Uriarte mencapai 41 poin.
Artinya, tambahan empat poin dari Aragon memang membantu Danish memperbaiki posisi relatif terhadap Veda, tetapi belum cukup untuk mengubah peta persaingan di papan atas klasemen rookie secara signifikan.
Kondisi tersebut membuat setiap seri berikutnya menjadi semakin penting bagi Danish.
Terlebih, performanya di Aragon masih menyisakan catatan. Start dari posisi ke-13 dan finis ke-12 menunjukkan Danish belum mampu mengubah posisi awalnya menjadi hasil yang jauh lebih kompetitif.
Padahal, peluang untuk memangkas jarak dengan Veda terbuka setelah pembalap Indonesia tersebut gagal mencetak poin.
Sorotan dari Sang Mentor
Performa Danish di Aragon juga mendapat sorotan dari mentornya, Zulfahmi Khairuddin.
Mantan pembalap Malaysia tersebut menjadi salah satu figur yang mengikuti perkembangan Danish dalam menjalani musim debutnya di Moto3.
Danish memang berhasil memanfaatkan kegagalan Veda meraih poin untuk memperkecil jarak di klasemen. Namun, hasil balapan di Aragon belum sepenuhnya menggambarkan adanya lompatan performa yang signifikan.
Kini, dengan selisih hanya tujuh poin dari Veda, pertarungan memperebutkan posisi kedua klasemen rookie Moto3 2026 semakin menarik.
Bagi Danish, tantangannya bukan sekadar mengejar pembalap Indonesia tersebut. Dia juga perlu meningkatkan konsistensi sejak sesi kualifikasi agar tidak selalu memulai balapan dari posisi yang menyulitkan.
Moto3 2026 masih menyisakan seri-seri berikutnya. Dengan 90 poin di tangan dan jarak hanya tujuh poin dari Veda, peluang Danish untuk merebut posisi kedua rookie masih terbuka. Namun, jika ingin membuat kemajuan lebih besar, hasil seperti finis ke-12 di Aragon perlu segera ditingkatkan. (*)
Editor : Ali Sodiqin