Tiga Bulan Menepi, Johann Zarco Kembali dan Langsung Raih Dua Poin di MotoGP Aragon

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:33 WIB
Johann Zarco kembali berlaga di MotoGP pada GP Aragon setelah sekitar tiga bulan menjalani pemulihan cedera. Pebalap Castrol Honda LCR itu langsung mengamankan dua poin dari Sprint dan balapan utama. (Instagram/johannzarco)
Johann Zarco kembali berlaga di MotoGP pada GP Aragon setelah sekitar tiga bulan menjalani pemulihan cedera. Pebalap Castrol Honda LCR itu langsung mengamankan dua poin dari Sprint dan balapan utama. (Instagram/johannzarco)

RADAR BANYUWANGI - Tiga bulan setelah mengalami kecelakaan di Barcelona, Johann Zarco akhirnya kembali ke lintasan MotoGP. Pebalap Castrol Honda LCR itu tidak sekadar menyelesaikan GP Aragon, tetapi langsung mengamankan dua poin dan menunjukkan bahwa kecepatannya masih terjaga.

Comeback tersebut menjadi salah satu cerita menarik dari akhir pekan MotoGP Aragon. Zarco sebelumnya harus menjalani masa pemulihan setelah mengalami cedera pada kaki dan ligamen akibat kecelakaan di Tikungan 1 Barcelona pada Mei.

Insiden itu membuat Zarco mengalami retak kecil di bagian bawah tulang fibula serta cedera ligamen. Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, ia kembali ke Prancis untuk menjalani pemulihan.

Alih-alih menjalani operasi, Zarco mengikuti saran medis untuk meneruskan proses rehabilitasi dan latihan. Ia bekerja bersama spesialis lutut sembari menjaga kebugarannya sebelum kembali mengendarai motor.

Awalnya, September ditetapkan sebagai target comeback. Namun, perkembangan pemulihan membuat rencana tersebut maju. Aragon kemudian dipilih sebagai panggung kembalinya pebalap nomor 5 itu.

Mendapat lampu hijau di Aragon

Zarco kembali berada di paddock Aragon pada Kamis (27/8). Ia baru mendapat izin untuk kembali mengendarai motor pada Jumat pagi setelah menjalani pemeriksaan medis.

Penampilan pertamanya langsung memberikan tanda positif. Dalam FP1, Zarco mencatat posisi ke-11. Setelah sesi tersebut, pemeriksaan lanjutan dilakukan dan ia dinyatakan dapat meneruskan aktivitas balap sepanjang akhir pekan.

Kecepatannya bukan sekadar efek comeback. Zarco mampu mengakhiri sesi Jumat (28/8) di posisi ke-10. Hasil tersebut membuatnya mendapatkan tiket langsung menuju Q2.

Bagi tim Castrol Honda LCR, performa tersebut menjadi momen penting. Setelah berbulan-bulan melihat pebalapnya menjalani pemulihan, Zarco justru langsung menunjukkan kemampuan bersaing ketika kembali ke motor MotoGP.

Zarco sendiri mengaku lega karena tubuhnya dapat kembali beradaptasi dengan karakter motor berkecepatan tinggi.

“Sejak beberapa lap pertama pagi itu, saya sangat senang melihat catatan waktu saya dan sudah berada di dalam 10 besar. Rasanya luar biasa karena saya tidak terkejut dengan kecepatan motor,” ungkapnya.

Aragon dikenal sebagai salah satu lintasan cepat dalam kalender MotoGP. Zarco bahkan mencatat kecepatan sekitar 340 km/jam dalam sesi pertamanya.

Namun, kecepatan tinggi tersebut tidak menjadi persoalan besar bagi Zarco.

“Aragon adalah lintasan cepat, dan saya rasa saya mencapai 340 km/jam pagi itu, tetapi semuanya terasa normal,” ujarnya.

Menurut Zarco, keputusan untuk tidak menjalani operasi menjadi salah satu faktor yang membantu mempercepat proses kembalinya ke lintasan. Ia tetap dapat menjalani latihan selama masa pemulihan sehingga kehilangan waktu tidak terlalu banyak.

“Saya tidak memaksakan diri untuk kembali terlalu cepat, tetapi beruntung kami bisa berada di posisi ini,” kata Zarco.

Sprint langsung menghasilkan poin

Performa Zarco berlanjut pada Sabtu (29/8). Ia mengamankan posisi start kesembilan atau berada di baris ketiga. Jaraknya dari pole position hanya 0,821 detik.

Memulai Sprint dari posisi tersebut, Zarco memilih tidak mengambil risiko berlebihan di Tikungan 1. Posisi start di sisi kiri lintasan membuatnya menilai pengereman agresif bukan pilihan ideal.

Setelah melewati fase awal, Zarco mampu menjaga ritme dan terlibat dalam persaingan di kelompok 10 besar. Ia bahkan beberapa kali terlibat dalam pertarungan posisi sebelum akhirnya menyentuh garis finis di urutan kesembilan.

Hasil tersebut memberinya satu poin.

Zarco hanya terpaut 1,546 detik dari Fermin Aldeguer yang menyelesaikan Sprint di posisi keenam. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia mampu kembali ke ritme kompetitif meski baru menjalani balapan pertamanya setelah cedera.

“Saya bisa mengontrol kecepatan, melakukan overtake, dan mencetak beberapa poin. Saya sangat senang dengan hasilnya,” kata Zarco.

Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan di Barcelona tidak membuatnya terlalu takut ketika kembali menghadapi persaingan.

“Saya sangat senang bisa merasa nyaman di atas motor dan mampu mengendalikan Sprint saya. Satu poin sudah bagus,” ujarnya.

Balapan utama lebih berat

Tantangan sebenarnya datang pada Minggu (30/8). Zarco harus menyelesaikan balapan sepanjang 23 lap sekaligus menjalani dua Long Lap Penalty sebagai konsekuensi dari insiden di Barcelona.

Situasi tersebut membuat tugasnya lebih berat. Meski demikian, Zarco tetap mampu menyelesaikan balapan utama dan kembali mendapatkan satu poin setelah finis di posisi ke-15.

Dua poin yang dikumpulkan dari Sprint dan balapan utama menjadi hasil yang cukup berarti dalam comeback-nya. Lebih dari sekadar angka di klasemen, akhir pekan di Aragon memberikan kesempatan bagi Zarco untuk kembali merasakan ritme balap sekaligus mengumpulkan data penting mengenai kondisi fisiknya dan performa motor.

Zarco mengakui bahwa menjalani dua Long Lap Penalty memang menjadi salah satu tujuan kedatangannya ke Aragon.

“Saya datang ke sini untuk menjalani dua Long Lap Penalty dan mendapatkan kembali perasaan di atas motor. Itulah tujuannya. Saya mendapat satu poin kemarin dan satu poin hari ini, dan itu luar biasa,” ungkapnya.

Bagi Zarco, keberhasilan menyelesaikan akhir pekan tanpa kendala besar juga menjadi hal yang penting setelah masa panjang di luar lintasan.

Ia bahkan menyoroti kembali hubungannya dengan tim yang sempat terputus selama masa pemulihan.

“Saya sangat menikmati akhir pekan bersama tim. Saya merindukan mereka,” katanya.

Selain hasil balapan, Zarco membawa pulang informasi teknis yang dinilai berharga. Ia merasa mampu memberikan umpan balik secara konsisten kepada kru setelah kembali mengendarai motor dalam kondisi kompetitif.

“Salah satu hal terpenting adalah saya mendapatkan perasaan yang menarik di atas motor dan mampu memberikan umpan balik yang konsisten serta solid kepada kru,” pungkasnya.

Misano menjadi ujian berikutnya

GP Aragon menjadi langkah awal bagi Zarco untuk kembali membangun momentum setelah cedera. Dua poin yang diperoleh memang bukan hasil besar jika hanya dilihat dari klasemen, tetapi memiliki arti berbeda jika ditempatkan dalam konteks perjalanan comeback-nya.

Ia berhasil melewati akhir pekan dengan kecepatan yang kompetitif, menyelesaikan Sprint, menuntaskan 23 lap balapan utama, serta menjalani dua Long Lap Penalty yang menjadi bagian dari hukuman atas insiden Barcelona.

Perhatian Zarco beralih ke seri berikutnya di Misano, San Marino. Balapan tersebut akan menjadi kesempatan untuk mengumpulkan lebih banyak data, meningkatkan kebugaran, dan secara bertahap membangun kembali ritme setelah tiga bulan menepi.

Bagi pebalap nomor 5 itu, Aragon bukanlah akhir dari perjalanan comeback. Justru dari sinilah proses untuk kembali konsisten di MotoGP dimulai.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : MotoGP
MotoGP Aragon Castrol Honda LCR comeback Johann Zarco johann zarco MotoGP 2026