Veda Terpuruk di Aragon, Hakim Danish Panen Poin dan Makin Nyaman di KTM

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:00 WIB
Pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli, bersama mentornya, Zulfahmi Khairuddin, menjelang balapan Moto3 Thailand 2026. (INSTAGRAM.COM/MSIRACINGTEAM_MOTOGP)
Pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli, bersama mentornya, Zulfahmi Khairuddin, menjelang balapan Moto3 Thailand 2026. (INSTAGRAM.COM/MSIRACINGTEAM_MOTOGP)

RADAR BANYUWANGI – Hakim Danish mulai menemukan kenyamanan bersama motornya. Pembalap Malaysia itu memang belum kembali naik podium, tetapi finis ke-12 di Moto3 Aragon 2026 menjadi sinyal positif sekaligus membawa keuntungan dalam persaingan dengan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama.

Danish mengamankan empat poin setelah menyelesaikan balapan di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026). Sebaliknya, Veda harus puas finis di posisi ke-20 sehingga gagal menambah poin.

Hasil tersebut membuat Danish memangkas jarak dari Veda. Lebih dari sekadar tambahan poin, finis ke-12 menjadi modal penting bagi pembalap Aeon Credit-MT Helmets-MSI untuk menghadapi seri berikutnya.

Danish Mulai Menemukan Ritme

Perjalanan Danish di Aragon belum sempurna. Dia masih belum mampu mengulangi pencapaian podium seperti yang diraihnya di Republik Ceko.

Namun, hasil balapan kali ini memberikan indikasi bahwa adaptasi Danish terhadap motornya mulai berkembang.

Pembalap Malaysia tersebut merasa semakin memahami karakter motor yang ditungganginya. Kenyamanan itu menjadi salah satu modal penting karena persaingan di Moto3 sangat ketat dan perbedaan performa antarpembalap sering kali hanya dipisahkan beberapa detik.

Finis ke-12 memang belum sesuai target. Tetapi dibandingkan hasil sebelumnya, Danish memiliki alasan untuk membawa pulang optimisme dari Aragon.

Dia masih melihat sejumlah aspek pada motor yang perlu dibenahi.

Artinya, empat poin yang diraih bukan akhir dari proses. Justru hasil tersebut menjadi pijakan untuk mengejar performa yang lebih baik pada seri berikutnya.

Berbalik dari Veda Pratama

Di Aragon, perhatian juga tertuju pada duel posisi antara Danish dan Veda Ega Pratama.

Danish berhasil finis lebih depan dengan posisi ke-12. Veda justru mengalami salah satu hasil terburuknya dengan menyelesaikan balapan di urutan ke-20.

Kontras tersebut membuat Danish memperoleh keuntungan dalam perolehan poin.

Bagi Veda, hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah. Sementara bagi Danish, empat poin memberikan tambahan kepercayaan diri setelah mampu melewati balapan dengan posisi yang lebih baik.

Persaingan keduanya pun kembali menarik perhatian karena setiap poin menjadi penting ketika musim memasuki fase-fase menentukan.

Belum Puas, Target Podium Kembali Dibidik

Danish tidak ingin berhenti di posisi ke-12.

Pembalap muda Malaysia itu masih memburu podium keduanya setelah sebelumnya mampu finis tiga besar di Republik Ceko.

Hasil Aragon justru membuat target tersebut semakin jelas. Danish ingin menjadikan seri berikutnya sebagai kesempatan untuk meningkatkan performa.

Dia menyadari masih ada beberapa bagian motor yang perlu diperbaiki sebelum kembali bertarung di barisan depan.

“Saya yakin saya mampu memberikan yang terbaik di balapan mendatang,” kata Danish seperti dikutip dari Berita Harian.

Pernyataan tersebut menunjukkan Danish tidak menganggap finis ke-12 sebagai hasil akhir dari proses adaptasinya.

Sebaliknya, balapan Aragon menjadi evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang masih harus ditingkatkan.

San Marino Jadi Ujian Berikutnya

Setelah Aragon, perhatian Danish kini beralih ke seri Moto3 San Marino.

Sirkuit berikutnya akan menjadi ujian apakah kenyamanan yang mulai dia rasakan bersama motornya bisa diterjemahkan menjadi performa yang lebih konsisten.

Jika mampu memperbaiki beberapa aspek teknis dan menjaga ritme balapan, peluang Danish untuk kembali masuk persaingan papan atas terbuka.

Empat poin dari Aragon menjadi bekal penting. Namun, target pembalap Malaysia itu jelas lebih tinggi: kembali mendekati podium.

Sementara itu, Veda harus segera bangkit setelah hanya finis ke-20.

Dengan musim yang masih berjalan, persaingan belum selesai. Tetapi Aragon telah memberikan satu gambaran penting: Danish berhasil memanfaatkan balapan untuk menambah poin sekaligus memangkas jarak dari Veda.

Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa peningkatan tersebut bukan sekadar hasil satu seri, melainkan awal dari konsistensi baru Danish di Moto3. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Veda Pratama Moto3 Aragon KTM Danish hakim danish