Veda Ega Terjun dari P16 ke P20, Bos Honda Ungkap Biang Keroknya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:15 WIB
Veda Ega dan manajer Tim Honda Team Asia Hiroshi Aoyama. (Honda Team Asia)
Veda Ega dan manajer Tim Honda Team Asia Hiroshi Aoyama. (Honda Team Asia)

RADAR BANYUWANGI – Harapan Veda Ega Pratama mendekati zona poin di Moto3 Aragon 2026 pupus setelah persoalan menghentikan motor muncul di pertengahan balapan. Pembalap Honda Team Asia itu sempat naik dari posisi start ke-22 hingga P16, tetapi sejumlah kesalahan dan hilangnya grip membuat Veda kembali tercecer hingga finis di urutan ke-20, Minggu (30/8/2026).

Persoalan tersebut diungkap Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama seusai balapan di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol. Menurut Aoyama, Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, sama-sama menghadapi persoalan berbeda sepanjang balapan.

Pada fase awal, Veda sebenarnya mampu menunjukkan kecepatan yang cukup kompetitif. Berangkat dari posisi ke-22, pembalap bernomor 9 itu perlahan memperbaiki posisi dan sempat berada di P16.

Posisi tersebut menjadi sinyal positif. Veda hanya perlu terus menjaga ritme untuk membuka peluang masuk ke zona poin.

Namun, situasi berubah ketika balapan memasuki pertengahan.

Aoyama menyebut Veda mulai kesulitan saat harus menghentikan motor. Persoalan tersebut kemudian berujung pada sejumlah kesalahan yang membuat konsistensi balapnya terganggu.

"Pada bagian pertama balapan, mereka kompetitif, tetapi sejak pertengahan balapan Veda mulai mengalami beberapa masalah saat menghentikan motor dan melakukan beberapa kesalahan," kata Aoyama dalam rilis Honda Team Asia.

"Hal itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan konsistensi," lanjutnya.

Dari P16, Veda perlahan kehilangan posisi. Kesempatan untuk mengamankan poin pun semakin menjauh hingga akhirnya pembalap asal Indonesia tersebut menyelesaikan GP Aragon di urutan ke-20.

Grip Motor Ikut Menjadi Masalah

Persoalan Veda tidak berhenti pada kesulitan saat menghentikan motor. Aoyama juga menyoroti masalah grip yang dialami kedua pembalap Honda Team Asia sepanjang balapan.

Grip yang terus menurun membuat Veda semakin kesulitan mempertahankan pace hingga lap-lap terakhir. Situasi tersebut turut memengaruhi konsistensi yang sebelumnya menjadi modal untuk mengejar posisi lebih baik.

"Sayangnya, kedua pembalap mengalami masalah yang berbeda selama balapan. Keduanya mulai kehilangan grip seiring balapan berlangsung, dan itu tidak membantu," ujar Aoyama.

Bagi Veda, kombinasi persoalan pengereman dan grip menjadi pukulan setelah sempat memperlihatkan progres pada fase awal balapan.

Hasil di MotorLand Aragon juga membuat Veda gagal menambah poin. Ia tetap mengoleksi 97 poin di klasemen sementara Moto3 2026 dan harus turun ke posisi ketujuh.

Aoyama mengakui hasil tersebut jauh dari target Honda Team Asia. Menurut dia, tim kini memiliki pekerjaan penting untuk mengurai persoalan yang muncul sepanjang akhir pekan balap di Aragon.

"Secara keseluruhan, Aragon adalah akhir pekan yang sulit dan bukan hasil yang kami harapkan," kata Aoyama.

"Kami sekarang perlu menganalisis masalah dengan benar, memahami apa yang terjadi dan kembali dengan lebih baik pada balapan berikutnya," lanjutnya.

Veda Harus Bangkit di Misano

Kegagalan meraih poin di Aragon membuat evaluasi menjadi pekerjaan utama Veda dan Honda Team Asia sebelum memasuki seri berikutnya.

Terlebih, Veda sebelumnya juga mengakui masih kesulitan menemukan peningkatan performa selama akhir pekan GP Aragon.

Kini perhatian beralih ke GP San Marino 2026. Seri tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli pada 11–13 September.

Misano menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk menjawab hasil buruk di Aragon. Tantangannya bukan sekadar kembali ke zona poin, tetapi juga memastikan persoalan teknis dan konsistensi yang muncul di Aragon tidak kembali menghambatnya saat balapan berlangsung.

Perjalanan Veda di Moto3 2026 pun memasuki fase penting. Setelah kehilangan peluang mencetak poin di Aragon, pembalap Indonesia itu harus segera menemukan kembali ritme dan kepercayaan diri untuk mempertahankan posisinya di papan atas klasemen. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Moto3 Aragon 2026 hiroshi aoyama Honda Team Asia veda ega pratama