Moto2 GP Aragon 2026: Manuel González Diunggulkan, Mario Aji Start ke-26

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Pembalap Moto2 bersiap menghadapi persaingan GP Aragón 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, dengan kondisi lintasan panas yang diprediksi menjadi tantangan bagi manajemen ban. (MotoGP)
Pembalap Moto2 bersiap menghadapi persaingan GP Aragón 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, dengan kondisi lintasan panas yang diprediksi menjadi tantangan bagi manajemen ban. (MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - Manuel González menjadi salah satu pembalap yang paling diunggulkan untuk memenangi Moto2 GP Aragon 2026 meski akan memulai balapan dari posisi keempat.

Di sisi lain, pembalap Indonesia Mario Aji menghadapi tantangan berat setelah harus start dari urutan ke-26.

Moto2 GP Aragón 2026 akan berlangsung di MotorLand Aragón, Alcañiz, Spanyol, Minggu (30/8).

Balapan dijadwalkan berlangsung selama 19 putaran dengan kondisi lintasan yang diperkirakan cukup panas.

Sirkuit MotorLand Aragón memiliki panjang 5,077 kilometer dan 17 tikungan, terdiri atas 10 tikungan kiri serta tujuh tikungan kanan.

Salah satu bagian penting lintasan adalah trek lurus belakang sepanjang 968 meter yang dapat menjadi lokasi krusial untuk melakukan manuver menyalip.

Kondisi cuaca diperkirakan ikut menentukan jalannya balapan.

Suhu udara diprediksi mencapai 33 derajat Celsius, sedangkan temperatur permukaan aspal dapat menembus lebih dari 45 derajat Celsius.

Dalam kondisi tersebut, keausan ban belakang diperkirakan menjadi salah satu faktor utama pada paruh kedua perlombaan.

Alonso López Start dari Pole Position

Alonso López akan memimpin rombongan pembalap dari posisi terdepan.

Pembalap ITALJET Gresini Moto2 itu merebut pole position dengan catatan waktu 1 menit 49,405 detik sekaligus mencatatkan rekor lap baru di Aragón.

Izan Guevara menempati posisi kedua dengan waktu 1 menit 49,584 detik, sedangkan Daniel Holgado berada di urutan ketiga dengan catatan 1 menit 49,634 detik.

Holgado tetap mampu mengamankan baris terdepan setelah mengalami kecelakaan berat pada FP2.

Manuel González akan start dari posisi keempat.

Posisi tersebut terbilang strategis karena ia tidak harus mengambil risiko besar sejak lap pertama, sementara peluang untuk menyerang tetap terbuka menjelang akhir balapan.

González saat ini memimpin klasemen sementara dengan 197,5 poin.

Ia unggul 42,5 poin atas Guevara sehingga memiliki ruang lebih besar untuk mengutamakan konsistensi dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan perolehan poin.

Mario Aji Menghadapi Tantangan dari Posisi ke-26

Perhatian penggemar Indonesia akan tertuju kepada Mario Aji. 

Pembalap asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur tersebut gagal melewati Q1 dan harus memulai balapan dari posisi ke-26 dengan catatan waktu 1 menit 50,967 detik.

Posisi start tersebut membuat tugas Mario tidak mudah.

Ia harus melewati rombongan pembalap di barisan belakang dan tengah sejak lap-lap awal, sementara kondisi ban tetap harus dijaga agar memiliki daya cengkeram yang cukup untuk fase akhir balapan.

Mario diperkirakan finis di kisaran posisi ke-20 hingga ke-22.

Dengan posisi awal ke-26, skenario tersebut berarti ia berpeluang melakukan beberapa kali perbaikan posisi, tetapi diprediksi belum cukup untuk menembus zona poin.

Meski demikian, hasil aktual tentu baru dapat diketahui setelah balapan berlangsung.

Prediksi posisi finis tidak dapat diperlakukan sebagai hasil resmi.

Strategi Ban Bisa Menentukan Pemenang

MotorLand Aragón diperkirakan tidak hanya menguji kecepatan pembalap, tetapi juga kemampuan menjaga kondisi ban.

Temperatur aspal yang tinggi berpotensi mempercepat penurunan daya cengkeram, terutama setelah balapan melewati separuh jarak.

Situasi tersebut dapat menguntungkan González yang diproyeksikan memiliki pendekatan berkendara lebih halus dalam mengatur tenaga motor.

Ia diperkirakan mampu menjaga temperatur ban dalam kondisi yang lebih stabil sekaligus memanfaatkan aliran udara dari pembalap di depannya pada trek lurus.

Dengan demikian, posisi keempat bukan berarti González berada dalam situasi yang buruk.

Justru, ia diprediksi dapat menghemat ban pada fase awal sebelum meningkatkan tekanan pada bagian akhir balapan.

Sebaliknya, López menghadapi risiko berbeda.

Gaya berkendaranya yang agresif menjadi salah satu kekuatannya dalam satu lap, tetapi dapat mempercepat penurunan performa ban apabila dipertahankan sepanjang 19 putaran.

Analisis tersebut memproyeksikan López mulai kesulitan mempertahankan kecepatan pada lima lap terakhir.

Guevara Bisa Menjadi Pesaing Utama González

Izan Guevara memiliki modal kuat karena akan start dari posisi kedua.

Sasis Boscoscuro yang digunakannya diproyeksikan memiliki keunggulan dalam perubahan arah di sektor teknis MotorLand Aragón.

Guevara diperkirakan dapat memberikan tekanan kepada López pada sektor tengah lintasan.

Namun, ia harus berhati-hati terhadap kecepatan motor Kalex di trek lurus.

Bagian lurus sepanjang 968 meter dapat menjadi keuntungan bagi González dan pembalap lain yang memiliki akselerasi lebih baik.

Karena itu, duel González dan Guevara diperkirakan baru benar-benar menentukan pada fase akhir.

Guevara membutuhkan keunggulan waktu yang cukup sebelum memasuki trek lurus, sementara González dapat menunggu kesempatan untuk melakukan serangan.

Ortolá Berpeluang Jadi Pembalap yang Paling Banyak Naik Posisi

Selain pertarungan di barisan depan, Ivan Ortolá menjadi salah satu pembalap yang layak diperhatikan.

Ia harus memulai balapan dari posisi ke-15 setelah lap cepatnya dibatalkan akibat bendera kuning yang muncul menyusul kecelakaan Ayumu Sasaki.

Posisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kecepatannya.

Dalam sesi latihan bebas, Ortolá menunjukkan pace yang kuat dan bahkan sempat mencatat waktu terbaik.

Tantangan utamanya adalah melewati kepadatan rombongan tengah tanpa menghabiskan ban terlalu cepat.

Ortolá diproyeksikan mampu mengamankan posisi keenam pada akhir balapan.

Jika skenario tersebut terwujud, ia menjadi salah satu pembalap dengan peningkatan posisi paling signifikan dibandingkan dengan starting grid.

Duel Penentu Diprediksi Terjadi pada Lap-Lap Akhir

Lima lap pertama diperkirakan menjadi fase perebutan posisi di barisan depan. López diproyeksikan mempertahankan posisi pertama, dengan Guevara dan Holgado membuntuti.

González diprediksi memilih pendekatan lebih aman dengan menjaga posisi empat besar.

Memasuki lap 6 hingga 13, persaingan diperkirakan mengerucut menjadi lima pembalap, yakni López, Guevara, Holgado, González, dan David Alonso.

Pada fase tersebut, Guevara diprediksi meningkatkan tekanan di sektor teknis, sementara González menjaga kondisi ban belakang.

Titik balik diperkirakan muncul pada lap 14 hingga 19 ketika daya cengkeram ban mulai menurun secara signifikan.

Jika López mengalami penurunan performa sesuai proyeksi, Guevara dan González memiliki peluang untuk mengambil alih posisi terdepan.

Trek lurus sepanjang 968 meter menuju Tikungan 16 diprediksi menjadi salah satu titik paling menentukan.

Di bagian tersebut, González berpeluang memanfaatkan akselerasi motor untuk melancarkan serangan terakhir.

González Diprediksi Menang, Mario Aji Berjuang dari Belakang

Berdasarkan kombinasi ritme balap, pengelolaan ban, karakter sasis, dan strategi, Manuel González diprediksi menjadi pemenang Moto2 GP Aragon 2026.

Guevara diproyeksikan finis kedua, sedangkan Holgado menempati posisi ketiga.

David Alonso diprediksi finis keempat dan Alonso López kelima setelah diperkirakan mengalami penurunan performa pada fase akhir akibat degradasi ban.

Sementara itu, Mario Aji diprediksi mengakhiri balapan di posisi 20 hingga 22.

Posisi tersebut masih merupakan proyeksi dan bukan hasil resmi balapan.

Jika González mampu memenangi balapan, keunggulannya di puncak klasemen Moto2 2026 akan semakin kuat.

Namun, segala prediksi dapat berubah ketika balapan berlangsung karena insiden, kondisi ban, serta keputusan strategi setiap tim menjadi faktor yang sulit sepenuhnya dipastikan sebelum start.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Moto2 2026 MotorLand Aragon Moto2 GP Aragon 2026 Manuel González Mario Aji