Veda Ega Pratama Start ke-22 di Moto3 GP Aragon, Peluang Kejar Poin Masih Terbuka

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:39 WIB
Veda Ega Pratama akan memulai Moto3 GP Aragon 2026 dari posisi ke-22 dan berupaya melakukan recovery drive untuk mengejar zona poin. (Instagram/veda_54)
Veda Ega Pratama akan memulai Moto3 GP Aragon 2026 dari posisi ke-22 dan berupaya melakukan recovery drive untuk mengejar zona poin. (Instagram/veda_54)

RADAR BANYUWANGI - Veda Ega Pratama menghadapi pekerjaan berat pada main race Moto3 Grand Prix Aragon 2026, yang akan digelar Minggu (30/8). 

Pembalap Honda Team Asia asal Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu akan memulai balapan dari posisi ke-22 setelah harus melewati sesi Q1.

Meski berada di barisan belakang, peluang Veda untuk mengejar poin belum tertutup.

Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 58,041 detik pada Q1 dan menempati posisi kedelapan dalam sesi tersebut.

Hasil itu membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-22 di grid.

Sebelumnya, Veda juga tidak berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2 setelah hanya berada di posisi ke-20 pada sesi Practice terakhir.

Situasi tersebut kontras dengan penampilannya di klasemen sementara.

Veda saat ini berada di peringkat keenam kejuaraan dunia Moto3 dengan koleksi 97 poin.

Artinya, perjuangan dari barisan belakang di Aragon menjadi kesempatan penting untuk kembali menambah jumlah poin.

Almansa kuasai pole position

David Almansa akan memimpin rombongan pembalap dari pole position.

Rider Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu mencatat waktu 1 menit 56,347 detik pada Q2.

Posisi kedua ditempati Marco Morelli dari CFMOTO Gaviota Aspar Team dengan waktu 1 menit 56,380 detik, sedangkan rekan setimnya, Máximo Quiles, berada di posisi ketiga dengan 1 menit 56,390 detik.

Selisih ketiga pembalap tersebut sangat tipis.

Morelli hanya terpaut 0,033 detik dari Almansa, sementara Quiles berjarak 0,043 detik dari pemegang pole.

Persaingan dari posisi depan diperkirakan tidak akan sederhana.

Barisan kedua juga diisi pembalap dengan kecepatan kompetitif, termasuk Matteo Bertelle, Adrián Cruces, Brian Uriarte, dan Álvaro Carpe.

Trek lurus 968 meter bisa mengubah posisi

Salah satu faktor yang membuat Moto3 GP Aragon sulit ditebak adalah karakter MotorLand Aragón.

Sirkuit tersebut memiliki panjang 5,077 kilometer dengan 17 tikungan, terdiri atas 10 tikungan kiri dan tujuh tikungan kanan.

Di dalamnya terdapat trek lurus belakang sepanjang 968 meter yang menjadi lokasi penting untuk memanfaatkan slipstream.

Slipstream memberi keuntungan kepada pembalap yang mengikuti motor di depannya karena hambatan angin yang diterima lebih kecil.

Keuntungan kecepatan di trek lurus tersebut diperkirakan dapat mencapai 8 hingga 12 kilometer per jam.

Kondisi itu membuat posisi terdepan tidak selalu aman hingga garis finis.

Pembalap yang berada di posisi kedua atau ketiga masih dapat memanfaatkan aliran udara untuk melakukan serangan menjelang finis.

Karakter tersebut menjadi salah satu peluang Veda untuk memperbaiki posisi. 

Memulai dari P22 memang menyulitkan, tetapi MotorLand Aragón memiliki lebar lintasan hingga 15 meter sehingga menyediakan beberapa pilihan jalur ketika pembalap melakukan manuver menyalip.

Strategi Veda: jangan terburu-buru

Veda diperkirakan perlu menjalani balapan dalam beberapa tahap.

Pada lap-lap awal, menjaga kondisi ban menjadi prioritas.

Berada di tengah rombongan setelah start dari P22 membuat Veda harus menghindari pertarungan yang terlalu menguras ban dan ritme balap.

Kesalahan pembalap lain di Tikungan 1 dapat menjadi salah satu kesempatan untuk mendapatkan posisi tanpa harus mengambil risiko berlebihan.

Pada pertengahan balapan, peluang terbesar dapat datang dari slipstream train.

Jika mampu menempatkan motornya dengan tepat di belakang rombongan, Veda diperkirakan dapat memangkas beberapa posisi di lintasan lurus.

Diperkirakan, dua hingga tiga pembalap dapat dilewati dalam satu putaran apabila momentum dan posisi di dalam kelompok tepat.

Memasuki fase akhir, kondisi ban belakang akan menjadi pembeda.

Pembalap yang terlalu agresif sejak awal berisiko kehilangan grip ketika balapan memasuki lap-lap terakhir.

Veda justru memiliki peluang memanfaatkan situasi tersebut apabila mampu menjaga traksi motornya.

Berdasarkan analisis tersebut, Veda diproyeksikan mampu mengejar posisi 10 hingga 13.

Target itu akan menjadi hasil penting mengingat ia harus memulai balapan dari posisi ke-22.

Quiles punya posisi strategis dalam perebutan gelar

Selain perebutan kemenangan, GP Aragon juga penting bagi persaingan klasemen.

Máximo Quiles datang sebagai pemuncak klasemen dengan 231 poin.

Ia unggul 85 poin atas Álvaro Carpe yang mengoleksi 146 poin. David Almansa berada di posisi ketiga dengan 134 poin, disusul Brian Uriarte dengan 127 poin dan Marco Morelli dengan 115 poin.

Keunggulan Quiles membuatnya tidak harus mengambil risiko besar dalam setiap duel.

Dalam analisis, pendekatan yang lebih kalkulatif dinilai dapat menjadi pilihan bagi Quiles untuk menjaga keunggulan klasemen.

Sementara itu, Morelli berpotensi tampil lebih agresif untuk menekan Almansa.

Dua pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team yang start dari posisi kedua dan ketiga juga memberi keuntungan taktis bagi tim.

Keduanya dapat saling memanfaatkan slipstream untuk mempertahankan posisi di kelompok depan.

Cuaca panas ikut menguji pembalap

Balapan Aragon juga akan berlangsung dalam kondisi yang cukup panas.

Suhu udara diperkirakan dapat mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 41 persen.

Suhu permukaan aspal diperkirakan bahkan dapat melewati 45 derajat Celsius.

Temperatur tinggi berpotensi meningkatkan degradasi ban, khususnya ban belakang.

MotorLand Aragón yang memiliki lebih banyak tikungan ke kiri juga membuat beban pada sisi kiri ban menjadi tidak seimbang.

Situasi itu semakin memperbesar pentingnya pengelolaan ban.

Pembalap yang mampu mempertahankan grip hingga fase akhir memiliki peluang lebih baik ketika lawan mulai kehilangan traksi.

Prediksi sepuluh besar dan peluang Veda

Berdasarkan kombinasi hasil kualifikasi, ritme balap, karakter motor, aerodinamika, dan perkiraan degradasi ban, David Almansa diprediksi sebagai pemenang Moto3 GP Aragon 2026.

Marco Morelli diprediksi finis kedua, disusul Máximo Quiles di posisi ketiga. Brian Uriarte, Matteo Bertelle, Álvaro Carpe, Adrián Cruces, Adrián Fernández, Valentín Perrone, dan Jesús Ríos melengkapi prediksi sepuluh besar.

Veda berada di luar sepuluh besar dalam prediksi tersebut, tetapi masih ditempatkan pada rentang posisi 11 hingga 13.

Proyeksi itu didasarkan pada peluang melakukan recovery drive dari P22 dengan memanfaatkan slipstream dan menjaga performa ban belakang hingga akhir balapan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotorLand Aragon Moto3 GP Aragon 2026 moto3 Honda Team Asia veda ega pratama