RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama memang harus puas berada di posisi ke-20 pada sesi Practice Moto3 Aragon 2026 dan gagal mendapatkan tiket langsung ke Q2. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan pembalap Honda Team Asia itu karena data sektor menunjukkan Veda memiliki potensi waktu hingga 1 menit 58,281 detik, hanya sekitar 0,081 detik dari catatan pembalap yang menempati batas zona Q2.
Sesi Practice Moto3 Aragon 2026 berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol, Jumat (28/8/2026). Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 58,660 detik, terpaut 1,187 detik dari David Almansa yang menjadi pembalap tercepat.
Hasil tersebut menempatkan Veda di urutan ke-20. Posisi itu membuat pembalap Indonesia tersebut harus menjalani jalur yang lebih berat untuk mengejar tiket menuju Q2.
Namun, ada detail penting di balik angka P20 tersebut.
Jika hanya melihat klasifikasi akhir, performa Veda memang terlihat kurang menjanjikan. Akan tetapi, ketika catatan sektor terbaik sepanjang sesi digabungkan, muncul gambaran bahwa kecepatan Veda sebenarnya cukup kompetitif.
Selisih Veda dengan Zona Q2 Tidak Terlalu Jauh
Batas terakhir pembalap yang memperoleh tiket langsung menuju Q2 ditempati Hakim Danish. Pembalap tersebut mencatat waktu 1 menit 58,362 detik.
Artinya, Veda hanya terpaut 0,298 detik dari posisi ke-14.
Selisih tersebut memang tetap harus dikejar. Terlebih, Practice bukan sekadar sesi pemanasan karena hasilnya menentukan siapa yang berhak langsung melangkah ke Q2.
Namun, data sektor memberikan alasan bagi Veda dan Honda Team Asia untuk tidak hanya terpaku pada posisi ke-20.
Catatan sektor terbaik Veda sepanjang sesi adalah 34,107 detik di T1, 34,156 detik di T2, 20,136 detik di T3, dan 29,882 detik di T4.
Jika seluruh sektor terbaik tersebut dijumlahkan, muncul potensi waktu 1 menit 58,281 detik.
Angka itu tentu bukan catatan lap aktual karena masing-masing sektor terbaik tersebut terjadi pada lap yang berbeda. Meski demikian, data tersebut menunjukkan bahwa Veda memiliki kecepatan yang cukup untuk memangkas jarak dengan persaingan menuju Q2.
Ritme Veda Terus Membaik
Perjalanan Veda dalam sesi Practice juga menarik untuk dicermati.
Ia membuka sesi dengan waktu 2 menit 03,727 detik pada lap pertama. Catatannya kemudian meningkat drastis menjadi 1:59,355 pada lap kedua dan 1:58,815 pada lap ketiga.
Pada lap keempat, Veda kembali memangkas waktu menjadi 1:58,672.
Setelah melewati satu lap yang lebih lambat, Veda kembali menemukan ritmenya. Lap ketujuh menghasilkan catatan 1:58,813, sebelum akhirnya ia mencatat waktu terbaik 1:58,660 pada lap kedelapan.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa Veda membutuhkan beberapa putaran untuk menemukan ritme terbaik di MotorLand Aragon.
Masalahnya, setelah mencatat waktu terbaik tersebut, Veda belum mampu mengulang atau memperbaiki catatan itu.
Dua Sektor Terbaik Veda Muncul Bersamaan
Petunjuk paling menarik datang pada lap ke-12.
Veda mencatat T1 terbaik 34,107 detik sekaligus T2 terbaik 34,156 detik. Dua sektor awal tersebut memperlihatkan bahwa kecepatan untuk membangun lap cepat sebenarnya sudah dimiliki.
Namun, momentum itu tidak berlanjut hingga garis finis.
Pada lap yang sama, Veda mencatat T3 dalam 23,397 detik. Catatan tersebut masih jauh dari sektor terbaiknya di T3, yakni 20,136 detik.
Perbedaan itulah yang membuat potensi waktu 1:58,281 belum berhasil diwujudkan dalam satu putaran.
Dengan kata lain, persoalan Veda di Aragon bukan semata-mata soal tidak memiliki kecepatan. Tantangan utamanya adalah menyatukan sektor-sektor cepat tersebut dalam satu lap yang bersih.
Top Speed Veda Juga Tidak Buruk
Gambaran serupa terlihat dari data top speed.
Veda mencatat kecepatan maksimum 242,9 kilometer per jam. Angka tersebut memang belum menjadi yang tertinggi karena Eddie O'Shea mencapai 247,4 km/jam.
Namun, top speed Veda masih cukup kompetitif dan bahkan berada pada angka yang sama dengan sejumlah pembalap yang finis lebih tinggi dalam klasifikasi.
Data tersebut membuat hasil P20 Veda sulit jika hanya dijelaskan sebagai persoalan kecepatan di trek lurus.
Justru, catatan sektor dan top speed memperlihatkan pekerjaan rumah yang lebih spesifik: bagaimana mempertahankan kecepatan dari satu sektor ke sektor berikutnya hingga menghasilkan satu lap terbaik.
P20 Belum Menggambarkan Batas Veda
Hasil Practice memang membuat Veda Ega Pratama gagal mengamankan tiket langsung ke Q2 Moto3 Aragon 2026. Itu menjadi pekerjaan rumah penting bagi pembalap Honda Team Asia tersebut pada sesi berikutnya.
Namun, ada sisi positif yang tidak terlihat dari klasifikasi.
Selisih Veda dengan batas Q2 hanya 0,298 detik, sementara perhitungan dari sektor-sektor terbaik menunjukkan potensi waktu 1:58,281.
Artinya, Veda tidak harus menemukan kecepatan yang sepenuhnya baru. Pekerjaan terbesarnya adalah menggabungkan kecepatan yang sudah muncul di T1, T2, T3, dan T4 ke dalam satu putaran.
Jika mampu melakukannya, posisi P20 pada Practice tidak serta-merta menjadi cerminan batas kemampuan Veda di MotorLand Aragon.
Bagi pembalap Indonesia itu, tantangan berikutnya sederhana tetapi krusial: membuat satu lap cepat benar-benar utuh. (*)
Editor : Ali Sodiqin