RADAR BANYUWANGI – Sirkuit MotorLand Aragon bukan lintasan asing bagi Veda Ega Pratama. Sebelum turun sebagai rookie Moto3 2026 akhir pekan ini, pembalap Indonesia tersebut sudah enam kali balapan di Aragon dalam dua tahun terakhir. Rekornya cukup menjanjikan: dua kali finis keempat, dua kali finis keenam hingga kedelapan, serta pernah merebut pole position. Namun, ada satu yang masih hilang dari catatan itu: podium.
Veda kembali menyambangi Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada rangkaian Moto3 Aragon 2026 yang dimulai Jumat (28/8). Pengalaman enam balapan sebelumnya menjadi modal penting bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk menghadapi tantangan di lintasan yang sudah cukup dikenalnya.
Enam penampilan itu terbagi dalam dua ajang. Empat balapan dijalani Veda bersama Red Bull MotoGP Rookies Cup, sedangkan dua lainnya berlangsung di FIM JuniorGP World Championship.
Awalnya P7 dan P11
Pertemuan pertama Veda dengan Aragon terjadi pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024. Saat itu, Aragon menjadi seri keenam kompetisi.
Veda mengawali akhir pekan dengan finis ketujuh pada Race 1. Hasil tersebut memberinya sembilan poin. Pada Race 2, performanya menurun dan ia harus puas berada di posisi ke-11.
Dua hasil tersebut memang belum menunjukkan kekuatan Veda di Aragon. Namun, pengalaman itu menjadi bagian dari proses adaptasinya terhadap lintasan Eropa yang memiliki karakter teknis sekaligus sejumlah trek lurus panjang.
2025, Veda Mulai Mengancam Podium
Setahun berselang, cerita Veda di Aragon berubah.
Pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, ia datang dengan performa yang jauh lebih matang. Bahkan, Veda mampu merebut pole position untuk Race 1.
Start terdepan tersebut sempat dikonversinya menjadi posisi terdepan dalam balapan. Veda memimpin hingga lap ketujuh sebelum kehilangan posisi dan akhirnya menyelesaikan Race 1 di P4.
Jaraknya dengan pemenang, Brian Uriarte, hanya 0,137 detik. Balapan berlangsung ketat hingga lima pembalap masih berpeluang menang menjelang lap terakhir.
Race 2 kembali memberikan cerita serupa. Veda lagi-lagi start dari posisi terdepan dan kembali finis keempat.
Artinya, dua kali pole position di Aragon 2025 berakhir dengan dua kali finis P4.
Bagi Veda, hasil itu menjadi pencapaian yang sekaligus menyisakan rasa penasaran. Ia sudah mampu menguasai kualifikasi dan bersaing di depan, tetapi belum berhasil menyelesaikan pekerjaan hingga podium.
Catatan resmi Red Bull juga menempatkan Veda sebagai P4 pada kedua balapan Aragon 2025.
JuniorGP: P6 dan P8
Belum selesai dengan Rookies Cup, Veda kembali menghadapi Aragon pada musim 2025. Kali ini level persaingannya naik melalui FIM JuniorGP World Championship.
Hasilnya cukup solid.
Dalam Race 1, Veda finis keenam sekaligus mencatatkan salah satu hasil terbaiknya di JuniorGP musim tersebut. Ia menyelesaikan 13 lap dengan selisih 3,284 detik dari pemenang Leonardo Zanni.
Pada Race 2, Veda kembali tampil kompetitif. Ia sempat berada di kelompok depan dan akhirnya finis kedelapan. Honda Racing mencatat Veda kembali bertarung di barisan depan sebelum melewati garis finis di posisi tersebut.
Dengan demikian, enam balapan Veda di Aragon menghasilkan catatan:
| Tahun | Ajang | Race 1 | Race 2 |
|---|---|---|---|
| 2024 | Red Bull Rookies Cup | P7 | P11 |
| 2025 | Red Bull Rookies Cup | P4 | P4 |
| 2025 | FIM JuniorGP | P6 | P8 |
Dari enam balapan tersebut, Veda belum pernah naik podium. Namun, progresnya terlihat jelas: dari P7 dan P11 pada 2024 menjadi dua kali P4 pada 2025 di Rookies Cup.
Kini Tantangannya Berbeda
Aragon 2026 akan menjadi ujian dengan level yang berbeda.
Veda kini berstatus rookie Moto3. Ia tidak lagi berhadapan dengan pembalap Rookies Cup atau JuniorGP, tetapi dengan para rider Moto3 dalam persaingan Kejuaraan Dunia.
Modalnya pun berbeda dibanding dua tahun lalu.
Pada musim debut Moto3 2026, Veda sudah menunjukkan kemampuan bersaing di barisan depan dengan mengoleksi dua podium, yakni P3 di Moto3 Brasil dan P3 di Moto3 Prancis. Berdasarkan data yang diberikan, ia datang ke Aragon dengan 97 poin dari 12 balapan dan berada di posisi keenam klasemen.
Itu membuat Aragon memiliki arti khusus.
Veda bukan sekadar datang ke sirkuit yang pernah dilaluinya. Ia kembali ke lintasan yang sudah memberinya pengalaman memimpin balapan, merebut pole, dan dua kali nyaris naik podium.
Saatnya Memutus Rekor P4
Jika melihat enam penampilan sebelumnya, Aragon memang belum menjadi tempat terbaik Veda untuk merayakan podium. Namun, lintasan ini juga memperlihatkan grafik perkembangan yang menarik.
Pada 2024, Veda masih finis P7 dan P11.
Pada 2025, ia meningkat menjadi dua kali P4 di Rookies Cup, kemudian P6 dan P8 di JuniorGP.
Kini, pada Moto3 2026, levelnya jauh lebih tinggi—tetapi pengalaman Veda terhadap Aragon juga semakin matang.
Tantangan terbesar Veda kali ini bukan lagi mengenal Aragon, melainkan mengubah pengalaman menjadi hasil. Setelah enam balapan tanpa podium, Sirkuit MotorLand Aragon memberi kesempatan untuk memutus catatan tersebut.
Jika mampu menjaga konsistensi, menghindari kesalahan di lap-lap akhir, dan kembali berada dalam rombongan terdepan, peluang Veda untuk memburu podium Moto3 pertamanya di Aragon tentu terbuka.
Dan menariknya, dua kali P4 pada 2025 menunjukkan bahwa podium itu sebenarnya hanya berjarak satu langkah. (*)
Editor : Ali Sodiqin