RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama hanya membutuhkan tiga poin untuk menembus angka 100 saat menghadapi Grand Prix Aragon 2026.
Di kelas Moto2, Mario Suryo Aji membawa misi berbeda untuk membangun kembali ritme balap setelah sempat absen akibat cedera.
Keduanya akan menjadi wakil Indonesia pada seri ke-13 Kejuaraan Dunia Balap Motor FIM yang berlangsung di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcañiz, Spanyol, 28–30 Agustus 2026.
Seri ini menjadi salah satu persinggahan penting sebelum kejuaraan memasuki rangkaian Asia-Pasifik, termasuk balapan kandang di Mandalika pada Oktober.
Veda Tinggal Butuh Tiga Poin
Veda datang ke Aragon dengan posisi yang cukup menjanjikan.
Pembalap Honda Team Asia bernomor 9 tersebut berada di peringkat keenam klasemen sementara Moto3 dengan 97 poin.
Tambahan tiga angka sudah cukup untuk membawanya melewati batas 100 poin pada musim debutnya.
Pencapaian itu akan menjadi kelanjutan dari musim debut yang sejauh ini sudah mencatat sejumlah hasil penting.
Veda mengawali musim dengan finis kelima di Thailand, kemudian meraih podium ketiga di Brasil.
Hasil di Brasil menjadi catatan sejarah karena Veda tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam Kejuaraan Dunia Grand Prix.
Performa tersebut bukan satu-satunya sinyal positif.
Veda juga mampu finis empat besar di Prancis, menjadi yang tercepat pada Practice di Sachsenring, mencatat lap tercepat di Ceko, serta menutup GP Inggris dengan finis kesembilan setelah memulai balapan dari posisi ke-16.
Rangkaian hasil itu turut menopang posisinya sebagai pembalap Honda terbaik dalam klasemen sementara Moto3.
Aragon Memberi Veda Modal Tambahan
Veda memiliki pengalaman positif di MotorLand Aragon.
Pada 2025, ketika berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia dua kali mengakhiri balapan di posisi keempat.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena Aragon bukan lintasan yang mudah untuk ditaklukkan.
Sirkuit sepanjang 5,077 kilometer itu memiliki 17 tikungan, dengan dominasi 10 tikungan kiri dan tujuh tikungan kanan.
Trek lurus terpanjang mencapai 1,721 kilometer, sehingga strategi slipstream dapat memainkan peran penting dalam pertarungan Moto3.
Karakter tersebut membuat kualifikasi menjadi salah satu titik penting bagi Veda.
Start dari barisan depan dapat mengurangi risiko kehilangan posisi dalam rombongan dan memberi peluang lebih baik untuk memanfaatkan kecepatan pada lintasan lurus.
Selain mengejar 100 poin, Veda juga memiliki kepentingan dalam persaingan Rookie of the Year.
Ia saat ini berada di posisi kedua klasemen rookie dengan 97 poin, tertinggal 30 angka dari Brian Uriarte dan unggul 11 poin atas Hakim Danish.
Dengan kombinasi pengalaman di Aragon, performa sepanjang musim, dan posisi klasemen tersebut, target finis lima besar hingga perebutan podium menjadi proyeksi yang masuk akal berdasarkan data yang tersedia.
Mario Aji Memburu Ritme Balap
Di Moto2, perhatian tertuju pada Mario Suryo Aji.
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia bernomor 64 itu menjalani musim ketiganya di kelas Moto2, tetapi perjalanannya tahun ini sempat terganggu cedera fraktur servikal yang membuatnya absen dalam lima seri.
Mario kemudian kembali setelah dinyatakan fit menjelang GP Jerman.
Pada kualifikasi di Sachsenring, ia langsung mampu mengamankan posisi start ke-10.
Di GP Inggris, Mario kembali menunjukkan perkembangan dengan lolos langsung ke Q2, meski akhirnya finis ke-22 setelah sempat mengalami kecelakaan ketika kualifikasi.
Aragon menjadi ujian berikutnya karena karakter lintasannya memberikan tuntutan fisik yang cukup besar.
Dominasi tikungan kiri serta arah lintasan yang berlawanan dengan jarum jam meningkatkan beban pada area bahu dan leher, sehingga pengelolaan fisik menjadi bagian penting dari usaha Mario membangun kembali konsistensinya.
Mario sendiri memiliki pengalaman panjang di Aragon sejak era FIM CEV Repsol Moto3 Junior World Championship hingga Moto3 dan Moto2.
Tim juga memusatkan perhatian pada pengereman di penghujung trek lurus serta pengaturan distribusi bobot sasis Kalex.
Dalam kondisi tersebut, target yang realistis adalah membawa Mario kembali ke zona poin.
Mario diprediksi bisa meraih posisi kualifikasi 15 besar dan finis di 15 besar sebagai sasaran untuk membangun kepercayaan diri menjelang seri kandang.
Editor : Lugas Rumpakaadi