Di Balik Tiga Kemenangan MotoGP, Marc Marquez Masih Berjuang dengan Kondisi Bahu Kanannya

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Marc Marquez mengandalkan adaptasi gaya membalap untuk tetap kompetitif di tengah keterbatasan fisiknya pada MotoGP 2026. (Antara)
Marc Marquez mengandalkan adaptasi gaya membalap untuk tetap kompetitif di tengah keterbatasan fisiknya pada MotoGP 2026. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Marc Marquez ternyata harus berkompromi dengan kondisi fisiknya di tengah penampilannya yang tetap kompetitif pada MotoGP 2026.

Pebalap Ducati tersebut mengungkap perjuangan menjaga bahu kanannya agar mampu terus tampil di papan atas.

Juara dunia delapan kali itu mengatakan keterbatasan fisik masih menjadi bagian dari kesehariannya.

Bukan hanya saat berada di atas motor, Marquez juga harus menyesuaikan aktivitas di luar lintasan, termasuk ketika beristirahat dan menjalani pemulihan.

Kondisi tersebut disampaikan Marquez dalam wawancara resmi di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada Rabu (26/8), menjelang gelaran GP Aragon 2026.

"Saya memiliki sejumlah keterbatasan fisik, tetapi beruntung saya bisa menyesuaikan gaya membalap agar tetap kompetitif saat ini. Performa ini memang belum sepenuhnya ideal, tapi cukup untuk membuat saya terus bersaing di posisi teratas," ungkap Marc Marquez.

Ia juga menjelaskan bahwa tantangan fisik tersebut turut memengaruhi kehidupan sehari-hari. Marquez harus mengatur posisi tidur dan lebih sering menjalani fisioterapi untuk menjaga kondisi tubuhnya.

"Dalam kehidupan harian, tidur pun harus saya atur posisinya. Saya wajib pergi ke fisioterapis jauh lebih sering dari yang saya inginkan demi bisa menjalani hidup normal dan menjaga kondisi bahu," tambahnya.

Meski harus menghadapi keterbatasan tersebut, Marquez tidak kehilangan daya saing.

Adaptasi terhadap gaya balap menjadi salah satu cara yang digunakannya untuk tetap mengoptimalkan performa Ducati.

Upaya tersebut sejauh ini menghasilkan tiga kemenangan Grand Prix pada musim 2026.

Catatan itu membuat Marquez masih berada dalam persaingan perebutan gelar dan hanya terpaut 40 poin dari puncak klasemen menjelang GP Aragon.

Perjuangan Marquez menunjukkan bahwa persaingan di MotoGP bukan semata soal kecepatan motor.

Kemampuan pebalap dalam membaca kondisi tubuh, menyesuaikan teknik, serta menjaga kebugaran di luar lintasan juga menjadi bagian penting untuk mempertahankan performa sepanjang musim.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : MotoGP
GP Aragon 2026 bahu kanan Marc Marquez marc marquez MotoGP 2026 ducati