Veda Ega Pratama Kejar 100 Poin di Moto3 Aragon, Modal Pole Jadi Senjata

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Veda Ega Pratama. (Tangkapan Layar SPOTV2)
Veda Ega Pratama. (Tangkapan Layar SPOTV2)

RADAR BANYUWANGI – Sirkuit Aragon, Spanyol, kembali membuka peluang bagi Veda Ega Pratama untuk mencatat sejarah di Moto3 2026. Mengantongi 97 poin dari 12 seri, pembalap Honda Team Asia itu hanya membutuhkan finis minimal posisi ke-13 pada seri ke-13 untuk menembus angka 100 poin sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu pembalap Indonesia paling sukses di ajang Grand Prix.

Moto3 Aragon akan berlangsung akhir pekan ini setelah kompetisi terhenti selama tiga pekan pasca-seri Silverstone, Inggris.

Bagi Veda, Aragon bukan lintasan yang asing. Pembalap berjuluk The Rocket Boy tersebut telah enam kali tampil di sirkuit itu dalam ajang Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi karakter lintasan Aragon yang menuntut keberanian sekaligus ketepatan membaca persaingan dalam grup.

Tinggal Satu Langkah Menuju 100 Poin

Peluang Veda menembus tiga digit poin terbuka lebar.

Setelah mengumpulkan 97 poin dari 12 seri Moto3 2026, Veda hanya membutuhkan tambahan tiga poin. Dengan sistem poin Moto3, finis di posisi ke-13 sudah cukup untuk membuat koleksinya genap menjadi 100 poin.

Namun, target tersebut bukan satu-satunya yang diburu.

Jika mampu finis lebih tinggi, Veda berpeluang memperbaiki posisi sekaligus menambah catatan penting dalam perjalanan musim perdananya di Grand Prix.

Pencapaian Veda sejauh ini juga terbilang istimewa bagi balap motor Indonesia. Sebelum dirinya tampil pada musim ini, belum ada pembalap Indonesia yang mampu mengoleksi lebih dari 10 poin dalam satu musim kompetisi Grand Prix.

Artinya, setiap tambahan poin di Aragon bukan hanya berarti bagi klasemen Veda, tetapi juga memperlebar rekor yang sedang ia bangun.

Pernah Pole, Nyaris Menang di Aragon

Kepercayaan diri Veda semakin besar karena Aragon memiliki kenangan manis baginya.

Dari enam penampilan sebelumnya di sirkuit tersebut, Veda hampir selalu mampu menembus 10 besar. Pencapaian paling mencolok terjadi tahun lalu saat ia merebut pole position di Red Bull Rookies Cup.

Veda bahkan sempat memimpin balapan. Sayangnya, ia gagal mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis dan harus puas berada di urutan keempat.

Pengalaman tersebut memberi gambaran bahwa Veda memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan Aragon.

Kini, tantangannya adalah mengubah pengalaman tersebut menjadi hasil lebih baik ketika turun di Moto3.

Tikungan 1 Jadi Titik Rawan

Salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Tikungan 1.

Karakter Sirkuit Aragon memiliki sejumlah lintasan lurus panjang yang membuat slipstream menjadi faktor penting. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju pengereman Tikungan 1 kerap berlangsung ketat.

Pembalap harus menentukan waktu pengereman dengan presisi sambil mengantisipasi manuver lawan.

Veda sudah merasakan sendiri kerasnya persaingan di titik tersebut. Pengalaman tahun lalu menjadi bahan evaluasi agar kesalahan serupa tidak kembali mengganggu ritmenya.

Dengan persaingan Moto3 yang terkenal rapat, kehilangan sedikit momentum di satu tikungan bisa membuat seorang pembalap turun beberapa posisi sekaligus.

Karena itu, kemampuan Veda menjaga posisi dalam rombongan akan menjadi salah satu kunci balapannya di Aragon.

Veda Akui Masih Punya Pekerjaan Rumah

Menjelang seri Aragon, Veda menyadari masih ada aspek yang harus diperbaiki, terutama ketika bertarung dalam kelompok.

Ia mengakui masih melakukan beberapa kesalahan ketika berada dalam persaingan ketat. Evaluasi terhadap gaya balap pun terus dilakukan agar waktu yang terbuang akibat duel di lintasan bisa diminimalkan.

Hal tersebut menjadi penting karena Moto3 bukan sekadar perlombaan kecepatan. Posisi pembalap dapat berubah drastis dalam hitungan detik ketika berada dalam grup besar.

Veda membutuhkan kombinasi kecepatan, ketenangan, serta kemampuan memilih momentum untuk melakukan serangan.

Menanti Ledakan The Rocket Boy

Aragon datang pada momentum yang menarik bagi Veda.

Di satu sisi, ia hanya berjarak tiga poin dari target 100 poin. Di sisi lain, ia memiliki rekam jejak positif di lintasan yang akan digunakan untuk seri ke-13 Moto3 2026 tersebut.

Modal pole position dan pengalaman memimpin balapan menjadi bekal berharga. Namun, Veda tetap harus menghindari kesalahan kecil yang dapat menghambat peluangnya meraih hasil maksimal.

Jika mampu tampil konsisten, mengelola pertarungan dalam grup, dan memanfaatkan karakter Aragon, bukan tidak mungkin The Rocket Boy kembali membuat kejutan di Spanyol.

Target 100 poin memang sudah di depan mata. Tetapi bagi Veda, podium tentu menjadi hadiah yang jauh lebih istimewa—terlebih jika bendera Merah Putih bisa kembali berkibar di lintasan Moto3. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Moto3 Aragon Sirkuit Aragon Honda Team Asia veda ega pratama