RADAR BANYUWANGI — Pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama memasuki balapan ke-13 Moto3 2026 dengan posisi yang masih menjanjikan di papan atas klasemen. Bersama Honda Team Asia, Veda akan tampil pada GP Aragon di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcañiz, Spanyol, Minggu (30/8/2026), dengan bekal 97 poin dan posisi keenam klasemen sementara.
GP Aragon menjadi kesempatan Veda untuk kembali mendekati kelompok terdepan setelah finis kesembilan pada Moto3 Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026). Meski belum kembali naik podium sejak Prancis, performa rookie asal Indonesia tersebut sepanjang musim menunjukkan satu hal: Veda bukan sekadar numpang lewat di Kejuaraan Dunia Moto3.
Musim 2026 merupakan debut penuh Veda di kelas Moto3. Dalam 12 balapan yang telah dijalani, ia sudah dua kali merasakan podium, beberapa kali finis lima besar, dan bahkan sempat memimpin sesi Practice Moto3 Jerman.
Debut Langsung Bikin Perhatian
Veda membuka musim 2026 dengan cara yang menjanjikan.
Pada Moto3 Thailand, ia mengawali balapan dari posisi kelima. Start dari barisan depan tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik hingga Veda menyentuh garis finis di posisi kelima.
Hasil itu memberinya 11 poin.
Penampilan tersebut kemudian mendapat perhatian karena Veda mampu menunjukkan daya saing sejak balapan Grand Prix pertamanya. Momentum tersebut berlanjut di seri kedua, Moto3 Brasil.
Di Brasil, Veda mengamankan posisi ketiga. Ia start dari posisi keempat dan tetap berada dalam rombongan depan setelah restart.
Podium itu menjadi tonggak penting bagi balap Indonesia. Veda tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix.
Ia membawa pulang 16 poin dari Brasil.
Sempat Jatuh, Veda Langsung Bangkit
Momentum positif Veda sempat terputus di Moto3 Amerika Serikat. Ia mengalami kecelakaan pada lap kelima dan gagal finis.
Itu menjadi satu-satunya balapan pada paruh awal musim ketika Veda tidak mendapatkan poin.
Namun, responsnya cukup cepat.
Pada Moto3 Spanyol di Sirkuit Jerez, Veda kembali masuk enam besar dengan finis keenam. Hasil tersebut memperkuat indikasi bahwa performa di Brasil bukan sekadar kejutan sesaat.
Dalam empat seri pertama, Veda sudah dua kali finis lima besar dan sekali naik podium.
Di Moto3 Prancis, performanya kembali menguat. Balapan di Sirkuit Le Mans berlangsung dalam kondisi basah, tetapi Veda mampu finis keempat.
Wet race tersebut menjadi pengalaman penting bagi Veda pada musim debutnya.
Dari Start ke-20, Veda Bisa Merangsek
Salah satu karakter yang menonjol dari Veda sepanjang musim adalah kemampuannya memperbaiki posisi ketika memulai balapan dari grid yang kurang ideal.
Contoh paling jelas terlihat di Catalunya.
Veda harus memulai balapan dari posisi ke-20. Namun, ia mampu melakukan penetrasi sepanjang lomba dan mengakhiri balapan di posisi kedelapan.
Setelah Catalunya, perjalanan berlanjut ke Italia dan Hungaria.
Di Mugello, Veda finis kedelapan dan mendapatkan delapan poin. Namun, di Balaton Park, ia mengalami salah satu hasil terburuk musim ini dengan finis ke-16 sehingga tidak memperoleh poin.
Konsistensi pada seri-seri sebelumnya membuat posisi Veda di klasemen tetap kompetitif.
Brno hingga Silverstone, Tetap di Enam Besar
Moto3 Ceko di Brno menjadi salah satu penampilan terbaik Veda.
Ia finis kelima dan mencetak 11 poin. Tidak hanya itu, Veda juga berhasil mencatat fastest lap dalam balapan.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kecepatan Veda bukan hanya muncul ketika berada dalam situasi balapan yang ideal. Ia juga mampu menemukan ritme untuk mencatat waktu tercepat di tengah persaingan.
Sayangnya, momentum itu kembali terganggu di Moto3 Belanda. Veda gagal finis di Sirkuit Assen sehingga kembali kehilangan peluang menambah poin.
Ia kemudian bangkit di Jerman.
Menjelang Moto3 Jerman di Sachsenring, Veda menjadi pebalap tercepat pada sesi Practice dengan catatan waktu 1 menit 25,848 detik.
Itu menjadi momen penting dalam musim debutnya karena untuk pertama kalinya Veda memimpin sebuah sesi dalam Kejuaraan Dunia Moto3.
Pada balapan, ia finis kedelapan dan memperoleh delapan poin.
Koleksi poinnya mencapai 90 dan Veda menempati posisi keenam klasemen sementara. Saat itu, ia juga menjadi satu-satunya pebalap Honda yang berada di 10 besar klasemen.
Silverstone: Start ke-16, Finis Kesembilan
Pada Moto3 Inggris, tantangan kembali datang sejak kualifikasi.
Veda harus memulai balapan dari posisi ke-16. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk kembali melakukan pemulihan posisi.
Sepanjang balapan di Silverstone, Veda mampu memperbaiki posisi hingga akhirnya finis kesembilan.
Tambahan tujuh poin membuat koleksinya menjadi 97 poin sekaligus mempertahankan posisi keenam klasemen Moto3 2026.
Kini, Aragon menjadi panggung berikutnya.
12 Balapan, 97 Poin
Berikut catatan Veda Ega Pratama dalam 12 balapan Moto3 2026 hingga GP Inggris:
| Seri | Hasil | Poin |
|---|---|---|
| Thailand | P5 | 11 |
| Brasil | P3 | 16 |
| Amerika Serikat | DNF | 0 |
| Spanyol | P6 | 10 |
| Prancis | P3* | 16 |
| Catalunya | P7 | 9 |
| Italia | P8 | 8 |
| Hungaria | P16 | 0 |
| Ceko | P5 | 11 |
| Belanda | DNF | 0 |
| Jerman | P8 | 8 |
| Inggris | P9 | 7 |
| Total | — | 97 |
*Hasil Le Mans tercatat sebagai podium setelah perubahan klasifikasi akibat penalti pebalap di depan. Laporan paruh musim MotoGP juga mencatat Veda memiliki dua podium pada paruh musim.
Aragon dan Peluang Veda Menjaga Posisi
GP Aragon akan menjadi balapan ke-13 Veda pada Moto3 musim 2026. Balapan berlangsung di MotorLand Aragon, Alcañiz, Spanyol, Minggu (30/8/2026).
Dengan 97 poin, Veda masih berada di posisi keenam klasemen. Target terdekatnya tentu bukan sekadar finis, melainkan kembali mengamankan poin besar untuk menjaga posisinya di kelompok atas.
Musim debut memang belum selalu berjalan mulus. Dua kali gagal finis dan hasil tanpa poin di Hungaria menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Namun, dua podium, fastest lap di Brno, posisi keenam klasemen, serta kemampuan bangkit dari posisi start yang kurang ideal menunjukkan konsistensi yang patut diperhitungkan.
Aragon kini menjadi ujian berikutnya: apakah Veda mampu mengubah konsistensi tersebut menjadi podium ketiganya musim ini? (*)
Editor : Ali Sodiqin