RADAR BANYUWANGI - Persaingan Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 memasuki fase penting ketika seri ke-13 akan digelar di MotorLand Aragón, Spanyol, pada akhir Agustus.
Setelah 12 putaran, persaingan menuju gelar juara dunia semakin terbuka, terutama dengan munculnya dominasi Aprilia yang mulai menekan kekuatan Ducati.
Jorge Martín saat ini memimpin klasemen sementara dengan 240 poin.
Pembalap Aprilia Racing tersebut baru mengantongi satu kemenangan Grand Prix, tetapi konsistensi enam podium serta perolehan poin dari sesi Tissot Sprint membuatnya mampu menjaga posisi teratas.
Tekanan terbesar datang dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Pembalap Italia itu mengoleksi 209 poin dan memiliki empat kemenangan Grand Prix, terbanyak di antara para peserta musim 2026.
Di belakang keduanya, rookie Ai Ogura juga menunjukkan performa kompetitif dengan 203 poin bersama Trackhouse MotoGP Team.
Sementara itu, Marc Márquez menjadi ancaman serius bagi barisan depan.
Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut berada di peringkat keempat dengan 200 poin dan telah mencatat tiga kemenangan Grand Prix.
Karakter MotorLand Aragón yang banyak memiliki tikungan kiri dinilai sesuai dengan kekuatan Márquez.
Sebaliknya, Francesco Bagnaia masih menghadapi situasi yang lebih sulit.
Ia berada di posisi kedelapan dengan 143 poin dan belum meraih kemenangan Grand Prix hingga seri Silverstone.
Kondisi itu membuat Aragón menjadi momentum penting bagi Ducati untuk memperkecil jarak sebelum kompetisi berlanjut ke rangkaian seri Asia-Pasifik.
MotorLand Aragón sendiri memiliki panjang 5,08 kilometer dengan 17 tikungan, terdiri dari 10 tikungan kiri dan tujuh tikungan kanan.
Sirkuit ini juga memiliki lintasan lurus sepanjang 968 meter yang berakhir pada area pengereman keras di Tikungan 16.
Karakter tersebut membuat manajemen ban dan kestabilan motor menjadi faktor penting.
Permukaan aspal yang abrasif serta perubahan temperatur sepanjang akhir pekan dapat meningkatkan beban pada ban belakang.
Pembalap juga dituntut memiliki kepercayaan diri pada bagian depan motor ketika melewati rangkaian tikungan berkecepatan tinggi.
Marc Márquez ditempatkan sebagai salah satu kandidat utama untuk kemenangan.
Rekor lap di Aragón dan performanya di sejumlah sirkuit dengan karakter tikungan kiri menjadi alasan utama.
Namun, Aprilia tetap memiliki peluang besar melalui Martín dan Bezzecchi, khususnya berkat kemampuan RS-GP menjaga kecepatan di sektor tengah yang mengalir.
Pedro Acosta dari KTM juga berpotensi mengganggu persaingan di depan.
Gaya pengereman agresifnya dinilai sesuai dengan karakter Aragón, meskipun persoalan daya tahan ban belakang pada fase akhir balapan dapat menjadi tantangan.
Dari sisi Indonesia, perhatian publik tertuju pada Veda Ega Pratama di Moto3 dan Mario Suryo Aji di Moto2.
Veda menjalani musim debutnya di Moto3 bersama Honda Team Asia dengan hasil yang menjanjikan.
Hingga ronde ke-12, pembalap berusia 17 tahun itu berada di posisi keenam klasemen dengan 97 poin.
Pencapaian paling menonjol datang pada Grand Prix Brasil di Goiânia ketika Veda finis di posisi ketiga, sekaligus menjadi podium yang disebut sebagai catatan historis bagi pembalap Indonesia di kelas Grand Prix.
Catatan Veda tidak berhenti di podium Brasil.
Ia juga finis kelima pada debut di Thailand, menempati posisi keempat dalam balapan basah di Le Mans, serta mencatat waktu tercepat dalam sesi latihan di Sachsenring.
Karakter sirkuit Aragón yang membutuhkan perubahan arah secara cepat dinilai cukup sesuai dengan pengalaman Veda di ajang pembinaan sebelumnya.
Peluangnya untuk kembali bersaing di rombongan depan pun terbuka.
Veda memiliki peluang untuk mengejar posisi lima besar hingga podium dengan dukungan performa Honda NSF250RW di sektor teknis menengah.
Situasi berbeda dialami Mario Suryo Aji di Moto2.
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut masih berada di peringkat ke-27 dengan tiga poin.
Setelah menghadapi proses pemulihan fisik dan adaptasi terhadap ban Pirelli, Mario disebut membutuhkan peningkatan terutama dalam kualifikasi.
Posisi start akan menjadi faktor penting di Aragón karena pembalap yang berada di barisan tengah menghadapi kepadatan lalu lintas sejak awal balapan.
Dengan kualifikasi yang lebih baik dan setelan bagian depan motor yang stabil saat pengereman, Mario dinilai masih memiliki peluang realistis untuk masuk 15 besar dan membawa pulang poin.
Seri Aragón dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Agustus 2026.
Tissot Sprint berlangsung Sabtu, 29 Agustus pukul 20.00 WIB, sedangkan balapan utama digelar Minggu, 30 Agustus pukul 19.00 WIB.
Bagi Indonesia, hasil Veda akan menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk dipantau.
Performanya di Aragón berpotensi memperkuat posisi dalam persaingan Moto3 sekaligus menjadi bekal menuju rangkaian seri berikutnya, termasuk agenda balapan di Indonesia pada Oktober 2026.
Editor : Lugas Rumpakaadi