Veda Ega Pratama Makin Berani di Moto3, 236 Km/Jam Jadi Bukti di Silverstone

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Sirkuit Baru Tak Bikin Ciut, Veda Ega Pratama Amankan Q2 Moto3 Inggris. (Dok/Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama mencuri perhatian media Italia di Moto3 Inggris 2026. Tampil cepat di Silverstone, top speed-nya mencapai 236,3 km/jam. (Dok/Honda Team Asia)

RADAR BANYUWANGI — Bukan sekadar hasil finis, Veda Ega Pratama meninggalkan sinyal kuat di Silverstone. Debut pembalap muda Indonesia itu di Moto3 Inggris 2026 mendapat perhatian media Italia GP1 setelah kecepatannya terlihat sejak sesi latihan hingga balapan.

Veda tampil kompetitif di Sirkuit Silverstone, Inggris, yang memiliki panjang sekitar 5,9 kilometer. Dengan motor Honda, pembalap Indonesia tersebut mampu masuk barisan depan pada sesi Practice dan mencatat kecepatan puncak hingga 236,3 kilometer per jam saat balapan.

Penampilan itu menjadi salah satu indikator perkembangan Veda di Moto3 2026. Bukan hanya posisi akhir yang menjadi perhatian, tetapi juga data waktu lap dan kecepatannya ketika menghadapi lintasan cepat Silverstone.

Veda Langsung Tancap Gas Sejak Latihan

Veda menunjukkan kecepatannya sejak sesi latihan pertama Moto3 Inggris.

Pada sesi Practice 1, ia mencatat waktu 2 menit 11,085 detik dan menempati posisi keenam. Catatan tersebut menjadi modal awal menghadapi karakter Silverstone yang dikenal memiliki sejumlah sektor cepat.

Performa Veda kemudian meningkat pada sesi Practice.

Ia membukukan waktu 2 menit 09,639 detik dan menempati posisi ketiga. Jaraknya dengan pembalap tercepat, Valentin Perone, hanya 0,071 detik.

Selisih yang sangat tipis itu menjadi salah satu catatan menarik dari penampilan Veda. Ia mampu berada di barisan depan meski harus berhadapan dengan sejumlah pembalap yang mengandalkan motor KTM.

Bagi Veda, performa tersebut menunjukkan bahwa motor Honda yang dikendarainya mampu bersaing dalam kondisi lintasan cepat.

Tak mengherankan jika penampilannya kemudian mendapat sorotan dari media Italia GP1.

Top Speed Veda Tembus 236,3 Km/Jam

Ada satu angka lain yang membuat performa Veda di Silverstone semakin menarik: 236,3 km/jam.

Itulah kecepatan puncak yang dicatat Veda dalam balapan Moto3 Inggris 2026. Angka tersebut menempatkannya dalam kelompok pembalap dengan top speed tinggi di lintasan Silverstone.

Rata-rata kecepatannya juga berada di kisaran 235,6 km/jam.

Data tersebut memperlihatkan kemampuan Veda menjaga ritme cepat di lintasan yang menuntut keberanian sekaligus presisi. Silverstone bukan sekadar trek panjang, tetapi juga menghadirkan rangkaian tikungan cepat yang menguji stabilitas motor dan konsistensi pembalap.

Namun, top speed bukan satu-satunya penentu hasil balapan.

Pengelolaan ban, konsistensi waktu lap, strategi, serta kemampuan bertahan dalam rombongan tetap menjadi faktor penting. Di Moto3, perbedaan sepersekian detik dapat menentukan posisi beberapa pembalap sekaligus.

Karena itu, performa Veda di Silverstone lebih tepat dilihat sebagai paket. Kecepatan puncak menjadi salah satu indikator, sementara konsistensinya sejak latihan menunjukkan perkembangan yang lebih luas.

Veda Jadi Andalan Honda di Moto3 2026

Performa di Silverstone juga memperkuat posisi Veda sebagai salah satu pembalap Honda paling menonjol musim ini.

Setelah 12 seri, Veda disebut berada di posisi keenam klasemen Moto3 dengan koleksi 97 poin. Ia menjadi pembalap Honda dengan posisi tertinggi dalam klasemen sementara.

Honda sendiri mengumpulkan 154 poin di klasemen konstruktor. Dari jumlah tersebut, Veda menyumbang 74 poin.

Kontribusinya mencapai sekitar 48 persen dari total poin Honda.

Angka itu membuat setiap tambahan poin Veda memiliki arti penting bagi pabrikan Jepang tersebut. Honda masih mengejar KTM yang memimpin klasemen konstruktor dengan 295 poin.

Artinya, Honda tertinggal 141 poin dari KTM.

Veda memang tidak bisa bekerja sendirian untuk memangkas jarak tersebut. Honda tetap membutuhkan kontribusi pembalap lainnya. Namun, konsistensi Veda menjadi salah satu modal utama dalam upaya memperkecil ketertinggalan.

Empat Poin Lagi Menuju Catatan 100

Performa Veda di Silverstone juga datang ketika dirinya sedang memburu pencapaian baru.

Dengan koleksi 97 poin, ia hanya membutuhkan empat poin untuk menembus angka 100 pada Moto3 2026.

Target tersebut membuat seri berikutnya menjadi penting. Veda tidak harus memenangkan balapan untuk mencapai tiga digit. Finis di posisi yang menghasilkan minimal empat poin sudah cukup untuk mengantarkannya melewati angka tersebut.

Setelah 100 poin tercapai, tantangan berikutnya adalah mempertahankan posisi keenam sekaligus membuka peluang mengejar pembalap di depannya.

Persaingan di papan atas Moto3 sangat rapat. Satu hasil bagus dapat mengangkat posisi, sedangkan satu balapan tanpa poin berpotensi membuat posisi turun.

Silverstone Jadi Sinyal Positif Menuju Aragon

Penampilan Veda di Silverstone memberi alasan untuk menatap seri berikutnya dengan optimistis.

Kecepatan sejak latihan, posisi ketiga pada Practice, hingga top speed 236,3 km/jam menunjukkan bahwa Veda mampu beradaptasi dengan karakter lintasan baru.

Kini perhatian beralih ke seri berikutnya di Aragon.

Tantangannya tentu berbeda. Karena itu, performa positif di Silverstone belum menjadi jaminan hasil serupa. Veda tetap harus membangun kecepatannya sejak latihan, mengamankan posisi start yang kompetitif, dan menjaga konsistensi ketika balapan berlangsung.

Namun, satu hal sudah terlihat jelas: Veda bukan sekadar mengejar angka di klasemen.

Ia mulai menunjukkan kemampuan untuk bersaing dalam aspek kecepatan dengan pembalap-pembalap papan atas Moto3. Dan ketika performa itu mulai mendapat perhatian media Italia, sorotan terhadap pembalap Indonesia tersebut pun semakin besar.

Moto3 2026 masih menyisakan perjalanan panjang. Bagi Veda, empat poin menuju 100 menjadi target terdekat. Tetapi jika kecepatan seperti di Silverstone bisa dipertahankan, peluang untuk melangkah lebih jauh di klasemen juga semakin terbuka. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Moto3 Inggris Honda Moto3 Silverstone Moto3 veda ega pratama