Cuma Butuh 4 Poin, Veda Ega Pratama Bidik 100 di Moto3 2026

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Veda Ega Pratama tampil impresif dengan finis keempat pada Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. (Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama tinggal empat poin menuju 100 di Moto3 2026. Posisi keenam dan kontribusi 48 persen poin Honda jadi sorotan. (Honda Team Asia)

RADAR BANYUWANGI — Empat poin lagi. Angka sederhana itu kini menjadi target terdekat Veda Ega Pratama di Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia tersebut mengoleksi 97 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara, sekaligus menjadi pembalap Honda dengan perolehan angka terbaik.

Peluang Veda untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Namun, ia tak hanya dituntut menambah poin, melainkan juga harus menjaga posisi keenam dari tekanan pembalap yang berada di belakangnya.

Catatan Veda menjadi salah satu sorotan dalam persaingan Moto3 musim ini. Kontribusinya bahkan cukup besar bagi Honda di klasemen konstruktor.

Dari total 154 poin yang dikumpulkan Honda, Veda menyumbang 74 poin. Artinya, hampir separuh atau sekitar 48 persen perolehan Honda datang dari pembalap yang memperkuat Honda Team Asia tersebut.

Tinggal Empat Poin Menuju 100

Dengan koleksi 97 poin, Veda hanya membutuhkan tambahan empat angka untuk melewati catatan 100 poin pada Moto3 2026.

Target tersebut sebenarnya cukup realistis. Veda tidak harus memenangi balapan untuk mencapainya. Finis di posisi yang memberikan sedikitnya empat poin sudah cukup membuat koleksinya menembus tiga digit.

Namun, target 100 poin hanyalah satu bagian dari pekerjaan Veda. Setelah mencapainya, tantangan berikutnya adalah mempertahankan sekaligus memperbaiki posisi di klasemen pembalap.

Persaingan Moto3 yang ketat membuat setiap tambahan poin sangat berharga. Satu hasil finis bisa mengubah posisi beberapa pembalap sekaligus.

Karena itu, konsistensi menjadi kunci bagi Veda pada seri-seri berikutnya. Hasil bagus secara beruntun akan membuka peluang untuk memangkas jarak dengan pembalap di posisi kelima.

Veda Sumbang Hampir Separuh Poin Honda

Performa Veda juga memiliki arti penting bagi Honda. Dari 154 poin Honda di klasemen konstruktor, sebanyak 74 poin berasal dari pembalap Indonesia tersebut.

Persentasenya mencapai sekitar 48 persen. Dengan kata lain, hampir separuh kekuatan poin Honda saat ini bertumpu pada kontribusi Veda.

Honda memang tidak hanya mengandalkan Veda. Poin konstruktor juga datang dari pembalap lain seperti Guido Pini, Adrian Fernandez, dan Jesus Rios.

Namun, data tersebut menunjukkan posisi Veda sebagai penyumbang individual terbesar bagi Honda. Setiap tambahan poin yang diraihnya akan langsung memperbesar koleksi Honda di klasemen konstruktor.

Honda Masih Tertinggal Jauh dari KTM

Di klasemen konstruktor, Honda masih harus bekerja keras mengejar KTM.

KTM berada di posisi teratas dengan 295 poin, sedangkan Honda mengumpulkan 154 poin. Dengan demikian, Honda tertinggal 141 poin dari rivalnya tersebut.

Selisih itu membuat Honda membutuhkan kontribusi seluruh pembalapnya secara konsisten. Mengandalkan satu pembalap saja tidak cukup untuk memangkas jarak sebesar itu.

Di sinilah performa Veda menjadi penting. Sebagai penyumbang poin terbesar Honda, hasil yang diraihnya dapat menjadi salah satu faktor dalam upaya pabrikan Jepang tersebut memperkecil ketertinggalan dari KTM.

Namun, Veda tetap membutuhkan dukungan dari pembalap Honda lainnya. Semakin banyak pembalap yang finis di zona poin, semakin besar pula peluang Honda menambah angka secara signifikan.

Posisi Keenam Belum Aman

Veda saat ini berada di peringkat keenam dengan 97 poin. Posisi tersebut menunjukkan dirinya masih berada dalam kelompok pembalap papan atas Moto3.

Akan tetapi, posisi keenam belum bisa dianggap aman. Pembalap di belakangnya masih memiliki kesempatan mengejar jika Veda gagal meraih poin pada seri berikutnya.

Sebaliknya, Veda juga bisa naik posisi apabila mampu mencetak hasil lebih baik daripada pembalap yang berada di depannya.

Dalam kondisi seperti ini, satu balapan bisa menjadi sangat menentukan. Konsistensi sejak sesi kualifikasi hingga finis akan menjadi modal penting.

Posisi start yang baik dapat membantu Veda menghindari pertarungan terlalu padat di rombongan tengah. Sementara saat balapan, pengelolaan ban, ritme, dan pemilihan strategi dapat menentukan seberapa banyak poin yang berhasil dibawa pulang.

Target Veda dan Honda Berbeda

Ada dua target yang berjalan beriringan.

Bagi Veda, sasaran terdekat adalah menembus 100 poin. Setelah itu, fokus dapat diarahkan untuk mempertahankan posisi keenam sekaligus mengejar pembalap di depannya.

Sementara bagi Honda, persoalannya lebih besar. Pabrikan Jepang itu harus mengumpulkan sebanyak mungkin poin untuk memperkecil selisih 141 angka dari KTM.

Karena itu, performa Veda menjadi salah satu aset penting Honda. Dengan 74 poin, kontribusinya hampir mencapai separuh total poin konstruktor Honda.

Moto3 2026 masih menyisakan persaingan yang panjang. Empat poin mungkin terlihat kecil, tetapi bagi Veda angka tersebut menjadi gerbang menuju catatan 100 poin sekaligus pijakan untuk mengejar posisi yang lebih tinggi.

Jika mampu menjaga konsistensi, Veda bukan hanya berpeluang memperbaiki catatan pribadinya. Ia juga dapat terus menjadi sumber poin utama Honda dalam pertarungan konstruktor musim ini. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 klasemen Moto3 Honda Moto3 Honda Team Asia veda ega pratama