Kiatisak Masuk Honda Team Asia, Fans Thailand Mulai Dukung Veda Ega

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Veda Ega Pratama bikin kejutan di Moto3 2026. (Ilustrasi Gemini AI)
Veda Ega Pratama mulai dilirik fans Thailand setelah Kiatisak Singapong masuk Honda Team Asia. Veda kini duduk keenam Moto3 dengan 97 poin. (Ilustrasi Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI — Nama Veda Ega Pratama mulai ikut mencuri perhatian penggemar balap motor Thailand. Pemicu utamanya adalah kehadiran rider Thailand Kiatisak Singapong di lingkungan Honda Team Asia, tim yang juga menjadi rumah Veda di Moto3 2026.

Kiatisak mendapat kesempatan tampil di ajang Grand Prix. Momentum tersebut membuat fans Thailand mengikuti lebih dekat aktivitas Honda Team Asia, termasuk perjalanan Veda yang sudah lebih dahulu menjalani musim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3.

Sorotan itu bukan tanpa alasan. Hingga seri ke-12 di Silverstone, Veda telah mengoleksi 97 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026. Pembalap Indonesia tersebut juga sudah merasakan podium pada musim penuh pertamanya di level Grand Prix.

Veda Mulai Dikenal Fans Thailand

Kehadiran Kiatisak menjadi pintu masuk baru bagi penggemar Thailand untuk mengenal Honda Team Asia.

Di garasi yang sama, mereka menemukan Veda sebagai pembalap yang lebih dahulu merasakan ketatnya persaingan Moto3.

Bagi Veda, perhatian tersebut menjadi konsekuensi positif dari performanya sepanjang musim. Status rookie tidak membuat pembalap Indonesia itu sekadar menjadi penggembira.

Sejumlah hasil penting justru berhasil dicatat Veda.

Pada Grand Prix Thailand, misalnya, Veda mampu menembus Q2 dan mengamankan posisi start kelima. Dalam balapan, ia kembali menunjukkan kecepatannya dengan finis di posisi kelima.

Tidak berhenti di sana. Veda kemudian meraih podium di Grand Prix Brasil.

Rentetan hasil tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan, termasuk oleh penggemar dari negara tetangga.

97 Poin Jadi Modal Veda

Musim 2026 merupakan musim penuh pertama Veda di Kejuaraan Dunia Moto3.

Hingga Silverstone, ia sudah mengumpulkan 97 poin dari 12 seri. Koleksi tersebut menempatkannya di posisi keenam klasemen sementara.

Angka itu menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi sisa musim.

Namun, tantangannya belum selesai. Persaingan Moto3 dikenal sangat rapat. Selisih poin antarpembalap bisa berubah drastis hanya dalam satu balapan.

Karena itu, konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama Veda.

Jika mampu menjaga performa hingga akhir musim, posisinya di papan atas bukan hanya akan memperkuat reputasi pribadi, tetapi juga menjadi gambaran perkembangan pembalap muda Indonesia di panggung dunia.

Kiatisak Bawa Perhatian Baru dari Thailand

Sementara itu, Kiatisak berada dalam fase yang berbeda.

Pembalap Thailand tersebut baru mendapat kesempatan merasakan atmosfer Grand Prix bersama Honda Team Asia. Pengalaman tersebut tentu menjadi langkah penting dalam membangun kariernya.

Menariknya, keberadaan Kiatisak justru membuat Veda semakin mudah mendapatkan perhatian dari fans Thailand.

Mereka kini memiliki dua alasan untuk mengikuti Honda Team Asia: melihat perjalanan Kiatisak sekaligus memantau bagaimana Veda menghadapi persaingan Moto3.

Kondisi tersebut juga menciptakan koneksi menarik antara Indonesia dan Thailand.

Keduanya bukan sekadar pembalap dari negara bertetangga. Mereka kini berada dalam satu lingkungan tim dan sama-sama membawa harapan Asia Tenggara.

Bukan Rivalitas Indonesia vs Thailand

Meski perhatian fans Thailand kepada Veda meningkat, hubungan kedua pembalap tersebut tidak harus dilihat sebagai rivalitas Indonesia versus Thailand.

Justru sebaliknya.

Veda bisa menjadi salah satu referensi bagi Kiatisak untuk memahami kerasnya kompetisi Grand Prix. Veda sudah memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter pembalap, membaca situasi balapan, hingga mengelola tekanan sepanjang musim.

Sementara Kiatisak memiliki kesempatan membangun pengalamannya sendiri.

Tahapan keduanya memang berbeda. Veda sudah menjalani musim penuh, sedangkan Kiatisak baru membuka lembaran baru di Grand Prix.

Karena itu, membandingkan keduanya secara langsung belum sepenuhnya adil.

Yang lebih menarik adalah melihat bagaimana dua pembalap ASEAN tersebut berkembang dalam ekosistem yang sama.

Catatan Veda Mulai Menarik Dibanding Ai Ogura

Performa Veda juga mulai menarik ketika dibandingkan dengan catatan awal karier Ai Ogura.

Perbandingan tersebut bukan berarti perjalanan Veda pasti akan sama dengan Ogura. Data itu hanya memberikan gambaran mengenai perkembangan keduanya pada fase awal.

Ogura menjalani empat balapan wildcard pada 2018 sebelum tampil penuh di Moto3 2019. Hingga seri ke-12 musim tersebut, Ogura mengoleksi 66 poin.

Sementara Veda langsung menjalani musim penuh pertamanya pada 2026 tanpa pengalaman wildcard. Hingga Silverstone, ia sudah mengumpulkan 97 poin.

Dengan jumlah seri yang sama, Veda unggul 31 poin dari catatan Ogura pada fase tersebut.

Namun, angka itu belum bisa menjadi ukuran untuk memprediksi masa depan.

Karier pembalap ditentukan banyak faktor, mulai dari performa, perkembangan motor, kondisi fisik, pengalaman, hingga kemampuan beradaptasi ketika naik kelas.

Veda, Kiatisak dan Harapan Baru ASEAN

Honda Team Asia menjadi salah satu jalur penting dalam pengembangan pembalap Asia menuju kompetisi Grand Prix.

Sebelum Veda dan Kiatisak, nama seperti Ai Ogura dan Somkiat Chantra juga pernah berkembang melalui lingkungan pembalap Asia tersebut.

Kini, sorotan perlahan berpindah kepada generasi berikutnya.

Veda sudah lebih dahulu membangun reputasinya lewat performa di Moto3 2026. Kiatisak baru memulai perjalanan. Keduanya memiliki target masing-masing, tetapi berada di jalur yang sama: membawa pembalap Asia Tenggara semakin dekat dengan persaingan level dunia.

Bagi Veda, 97 poin dan posisi keenam adalah pijakan, bukan garis akhir.

Sedangkan bagi Kiatisak, setiap kesempatan tampil menjadi modal untuk mengumpulkan pengalaman.

Dan bagi fans Thailand, debut Kiatisak ternyata membuka satu bonus menarik: mereka kini punya alasan lebih kuat untuk ikut mengikuti perjalanan Veda Ega Pratama, salah satu pembalap muda Indonesia yang sedang mencuri perhatian di Moto3. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 2026 Kiatisak Singapong fans Thailand Honda Team Asia veda ega pratama