Veda Ega Pratama Sempat P7, Mengapa Akhirnya Cuma Finis Kesembilan?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB
Video latihan Veda Ega Pratama mengendarai Honda CBR600 di Alcarras memicu isu promosi ke Moto2. (Instagram/veda_54)
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026. Pace kencang sempat membawanya P7, tetapi start dan insiden menghambat lajunya. (Instagram/veda_54)

RADAR BANYUWANGI — Posisi kesembilan bukan hasil yang sepenuhnya menggambarkan performa Veda Ega Pratama pada Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Pembalap Indonesia itu memang gagal menembus lima besar, tetapi kecepatannya sempat menunjukkan bahwa podium bukan target yang mustahil.

Veda mengakhiri balapan Moto3 Inggris di posisi kesembilan dan membawa pulang tujuh poin. Balapan tersebut berlangsung di Sirkuit Silverstone, Inggris, setelah Veda memulai lomba dari posisi ke-15.

Hasil akhir itu menjadi buah dari sejumlah persoalan yang saling berkaitan. Posisi start yang kurang menguntungkan, strategi slipstream yang tidak maksimal saat kualifikasi, insiden di lintasan, hingga beberapa kesalahan membuat Veda kehilangan momentum untuk terus berada di rombongan depan.

Padahal, sejak sesi practice, Veda sudah memperlihatkan modal kecepatan yang menjanjikan.

Practice Moto3 Inggris Jadi Sinyal Positif Veda

Veda mengawali akhir pekan Moto3 Inggris dengan catatan yang cukup meyakinkan. Ia mampu menempati posisi ketiga pada sesi practice.

Hasil tersebut sekaligus membuat Veda mendapatkan akses langsung ke Q2. Catatan itu menunjukkan bahwa pembalap Indonesia tersebut mampu beradaptasi dengan karakter Silverstone yang dikenal memiliki lintasan panjang, lebar, serta sejumlah sektor cepat.

Masalah muncul ketika memasuki kualifikasi.

Strategi slipstream yang diharapkan dapat membantu Veda memangkas waktu tidak berjalan sesuai rencana. Pada beberapa kesempatan, ia harus mencari catatan waktu sendirian.

Pergantian ban di akhir sesi juga tidak memberikan hasil optimal. Veda akhirnya hanya mencatat posisi ke-16 dalam kualifikasi.

Setelah Maximo Quiles absen karena cedera, Veda naik satu posisi dan memulai balapan dari urutan ke-15.

Start Bagus, Veda Sempat Masuk Posisi Ketujuh

Posisi start bukan gambaran sesungguhnya mengenai kecepatan Veda.

Begitu lampu start padam, pembalap Indonesia tersebut langsung berusaha memperbaiki posisinya. Veda mampu masuk ke kelompok 10 besar dan bahkan sempat bertarung di sekitar posisi ketujuh pada fase awal balapan.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa Veda memiliki race pace yang kompetitif.

Persaingan Moto3 yang berlangsung dalam rombongan rapat membuat posisi pembalap berubah sangat cepat. Selisih waktu hanya beberapa detik dapat membuat seorang pembalap melompat beberapa posisi hanya dengan memanfaatkan slipstream.

Dalam kondisi tersebut, Veda sebenarnya berada pada situasi yang cukup menjanjikan.

Namun, balapan kemudian berubah setelah sejumlah insiden terjadi di lintasan.

Insiden Membuat Rombongan Veda Terpecah

Kecelakaan Adrian Cruces menjadi salah satu momen yang memengaruhi jalannya persaingan.

Veda berhasil menghindari insiden tersebut. Namun, kecelakaan itu turut membuat rombongan pembalap terpecah.

David Almansa, Álvaro Carpe, Valentín Perrone, Brian Uriarte, dan Adrian Fernández tetap berada di kelompok depan. Sementara Veda kemudian masuk ke kelompok kedua.

Jarak yang mulai terbentuk membuat tugas Veda semakin berat.

Tanpa berada dalam rombongan terdepan, pembalap tidak lagi mendapatkan keuntungan slipstream secara maksimal. Kondisi tersebut membuat upaya mengejar pembalap di depan membutuhkan lebih banyak tenaga dan risiko.

Insiden lain yang melibatkan Hakim Danis juga ikut memengaruhi dinamika balapan.

Pada akhirnya, Veda harus berjuang mempertahankan posisinya hingga finis.

Pace Veda Tak Jauh dari Pemenang

Salah satu catatan menarik dari penampilan Veda di Silverstone justru terlihat dari kecepatan balapnya.

Pada sejumlah lap awal, catatan waktu Veda tidak terlalu jauh dari David Almansa yang kemudian keluar sebagai pemenang.

Artinya, persoalan utama bukan semata-mata kecepatan motor atau kemampuan Veda melahap lap.

Veda memiliki pace untuk bersaing di depan.

Yang menjadi persoalan adalah bagaimana mempertahankan posisi dalam rombongan dan menghindari hilangnya momentum ketika balapan mulai terpecah.

Veda sendiri mengakui masih melakukan beberapa kesalahan selama balapan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi seri berikutnya.

Pilihan Ban Bukan Satu-satunya Masalah

Dalam balapan tersebut, Veda menggunakan kombinasi ban depan SC2 dan belakang SC1.

Ia merasa cukup percaya diri dengan performa ban depan sepanjang perlombaan.

Beberapa pembalap di rombongan depan memilih kombinasi berbeda, termasuk penggunaan SC2 untuk ban depan dan belakang. Sejumlah pembalap Honda lainnya juga menggunakan ban belakang SC1.

Perbedaan pilihan ban menunjukkan setiap tim memiliki pertimbangan masing-masing berdasarkan karakter motor dan kondisi lintasan.

Namun, bagi Veda, pilihan ban bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil akhir.

Hilangnya kontak dengan rombongan depan setelah sejumlah insiden justru menjadi salah satu persoalan yang paling terasa.

Veda Kantongi 7 Poin, Kini Bidik Aragon

Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi kesembilan. Hasil itu memberinya tambahan tujuh poin.

Tambahan tersebut membuat koleksi Veda menjadi 97 poin dan menempatkannya di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.

Jaraknya dengan Marco Morelli yang berada di posisi kelima adalah 18 poin. Artinya, persaingan untuk memperbaiki posisi klasemen masih terbuka.

Seri Aragon menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda.

Perbaikan posisi kualifikasi akan menjadi salah satu pekerjaan penting. Start dari barisan yang lebih depan akan membuat Veda memiliki peluang lebih besar untuk langsung berada dalam kelompok perebut posisi teratas.

Jika mampu mengulangi pace yang diperlihatkan pada lap-lap awal Silverstone, peluang Veda untuk bersaing lebih dekat dengan podium tetap terbuka.

Namun, ada dua pekerjaan rumah yang tidak kalah penting: menjaga konsistensi dan mempertahankan kontak dengan rombongan depan.

Moto3 Inggris 2026 akhirnya memberikan satu pesan penting. Veda Ega Pratama punya kecepatan untuk bersaing di depan, tetapi kecepatannya belum sepenuhnya terkonversi menjadi hasil maksimal. (*)

Editor : Ali Sodiqin
hasil Moto3 klasemen Moto3 Moto3 Silverstone Moto3 Inggris 2026 veda ega pratama