RADAR BANYUWANGI – Harapan Hakim Danish untuk membawa pulang poin dari Moto3 Inggris 2026 pupus setelah insiden di tengah balapan. Pembalap Malaysia itu terpaksa gagal finis meski sempat menunjukkan performa menjanjikan sejak awal lomba.
Danish sejatinya berada dalam posisi ideal untuk memburu hasil positif. Membela AEON Credit-MT Helmets-MSi, dia memulai balapan dari posisi kesembilan sehingga peluang menembus papan atas terbuka lebar.
Bukan hanya posisi start yang mendukung. Sepanjang balapan, Danish mengaku merasa nyaman dengan motor yang dikendarainya.
Namun, sebuah insiden yang melibatkan pembalap lain mengubah jalannya balapan. Saat berusaha menghindari rival yang terjatuh, Danish justru ikut keluar lintasan dan berakhir di area gravel.
Akibat insiden tersebut, perjuangannya di Moto3 Inggris 2026 harus berakhir lebih cepat.
Nyaman di Atas Motor, Berakhir di Gravel
Danish mengaku kondisi motornya sebenarnya cukup baik sepanjang perlombaan. Perasaan nyaman tersebut membuatnya optimistis bisa mempertahankan posisi kompetitif hingga garis finis.
Sayangnya, situasi di lintasan membuat pembalap muda Malaysia itu tidak bisa melanjutkan balapan.
Alih-alih menghindari insiden dan tetap berada di jalur balap, upaya Danish menghindari pembalap yang terjatuh justru membuat dirinya kehilangan kendali dan masuk gravel.
Meski gagal finis, insiden tersebut tidak membuat Danish mengalami cedera.
“Alhamdulillah, saya tidak mengalami cedera setelah kesialan tersebut,” ujar Danish, dilansir dari Berita Harian melalui Juara.net.
Dia juga menegaskan bahwa perasaannya terhadap performa motor tetap positif.
“Sepanjang balapan, saya merasa sangat nyaman di atas sepeda motor,” imbuhnya.
Gagal Finis Jadi Bahan Evaluasi
Hasil tersebut tentu mengecewakan karena Danish memulai balapan dari posisi kesembilan. Dengan modal tersebut, peluang meraih poin sebenarnya cukup terbuka.
Namun, kegagalan finis juga memberikan pengalaman penting bagi Danish dalam menghadapi situasi tak terduga di lintasan.
Moto3 dikenal menghadirkan persaingan ketat dengan jarak antarpembalap yang relatif rapat. Pergerakan satu pembalap dapat dengan cepat memengaruhi pembalap lain, terutama ketika terjadi insiden di depan rombongan.
Bagi Danish, kemampuan membaca situasi seperti itu menjadi bagian penting dari proses perkembangan kariernya.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, pengalaman di Moto3 Inggris 2026 dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi seri berikutnya.
Veda Ega Amankan Posisi 10 Besar
Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mampu mengamankan posisi 10 besar pada Moto3 Inggris 2026.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Veda dalam persaingannya di kelas Moto3. Performa konsisten pembalap muda Indonesia itu juga membuat namanya terus menjadi salah satu pembalap yang diperhitungkan di musim 2026.
Kontras dengan Veda yang berhasil menyelesaikan balapan di 10 besar, Danish harus menerima kenyataan pahit gagal finis meski memiliki modal start yang lebih baik.
Kini, Danish memiliki pekerjaan rumah untuk mengevaluasi insiden tersebut. Pengalaman pahit di Inggris diharapkan menjadi bekal agar peluang meraih hasil maksimal pada balapan berikutnya tidak kembali terlepas akibat situasi di lintasan.
Bagi pembalap muda, terkadang balapan yang berakhir tanpa poin justru menghadirkan pelajaran paling berharga. (*)
Editor : Ali Sodiqin