RADAR BANYUWANGI – Honda masih tertinggal jauh dari KTM dalam persaingan konstruktor Moto3 2026. Namun, di tengah kesenjangan tersebut, satu nama justru tampil menonjol sebagai penopang utama pabrikan asal Jepang itu: Veda Ega Pratama.
Pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut menjadi pembalap Honda dengan perolehan poin tertinggi di Moto3 2026. Hingga posisi klasemen saat ini, Veda mengoleksi 97 poin dan menempati peringkat keenam klasemen pembalap.
Kontribusi Veda bahkan sangat penting bagi Honda dalam perburuan klasemen konstruktor. Dari total 154 poin Honda, sebanyak 74 poin berasal dari pembalap Honda Team Asia tersebut.
Artinya, kontribusi Veda mencapai sekitar 48 persen dari total poin Honda.
Veda Unggul Jauh di Antara Pembalap Honda
Konsistensi Veda semakin terlihat jika dibandingkan dengan pembalap Honda lainnya. Tiga pembalap lain yang menggunakan motor Honda sama-sama menyumbangkan poin, tetapi belum mampu mendekati torehan pembalap asal Indonesia tersebut.
Adrian Fernandez mengumpulkan 36 poin, sedangkan Guido Pini juga mengoleksi 36 poin. Sementara itu, Jesus Rios menyumbang 19 poin.
Jika digabungkan, ketiganya menghasilkan 91 poin. Veda sendiri telah menyumbangkan 74 poin untuk Honda.
Fernandez dan Pini memperkuat Leopard Racing, sedangkan Rios membela Rivacold Snipers Team. Ketiganya menggunakan motor Honda seperti Veda yang memperkuat Honda Team Asia.
Catatan tersebut menunjukkan betapa besarnya peran Veda dalam menjaga perolehan poin Honda di tengah persaingan Moto3 2026.
Honda Masih Tertinggal Jauh dari KTM
Persaingan konstruktor Moto3 2026 sejauh ini praktis hanya melibatkan dua pabrikan, yakni Honda dan KTM.
Para pembalap di kelas Moto3 menggunakan motor dari dua pabrikan tersebut sehingga setiap poin yang diraih pembalap turut menentukan posisi konstruktor masing-masing merek.
Honda kini mengumpulkan 154 poin. Angka tersebut masih terpaut jauh dari KTM yang sudah mengoleksi 295 poin.
Kesenjangan tersebut membuat setiap poin menjadi sangat berharga bagi Honda. Apalagi, regulasi klasemen konstruktor Moto3 menetapkan bahwa setiap pabrikan hanya mendapatkan poin dari satu pembalap dengan posisi finis terbaik dalam sebuah seri.
Situasi itu semakin membuat performa pembalap yang mampu konsisten finis di posisi depan menjadi krusial.
Peluang Veda Tambah Poin Masih Terbuka
Dengan posisinya sebagai pembalap Honda terbaik, Veda masih memiliki peluang memperbesar kontribusinya pada sisa Moto3 2026.
Tambahan poin tidak hanya penting untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi Veda di klasemen pembalap. Torehan tersebut juga berpotensi membantu Honda memangkas jarak dalam klasemen konstruktor.
Bagi Veda, performa konsisten menjadi modal penting. Dengan 97 poin dan posisi keenam klasemen, pembalap berusia 17 tahun itu masih berada dalam persaingan papan atas Moto3.
Sementara bagi Honda, performa Veda menjadi salah satu harapan untuk menjaga persaingan tetap hidup hingga akhir musim.
Jika mampu terus meraih hasil positif, bukan tidak mungkin Veda semakin memperbesar porsinya dalam perolehan poin Honda—dan sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pembalap muda paling menonjol di Moto3 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin